Equity World Futures Surabaya – Mengapa Sikap Hawkish Fed Gagal Menekan Harga EmasEquity World Futures Surabaya – Mengapa Sikap Hawkish Fed Gagal Menekan Harga Emas
0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

Equity World Futures Surabaya – Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan taji dengan bangkit pada perdagangan Selasa. Koreksi tajam harga minyak mentah global dalam beberapa sesi terakhir berhasil meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi, sehingga memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga.

Emas bergerak di kisaran US$ 4.360 per troy ounce, memulihkan sebagian kerugian setelah sempat mencatatkan penurunan harian terbesar dalam sepekan.

1. Meredanya Harga Minyak Mentah Menjadi Angin Segar Bagi Emas

Kenaikan harga emas terjadi seiring stabilnya harga minyak pasca-penurunan lebih dari 9% dalam empat hari berturut-turut. Meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah—ditopang optimisme solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran—menjadi pemicu utama merosotnya harga energi tersebut.

Penurunan harga minyak memberikan dampak positif bagi pasar emas melalui mekanisme berikut:

  • Meredakan Tekanan Inflasi: Harga energi yang melandai menekan laju inflasi global.

  • Fleksibilitas Kebijakan Moneter: Penurunan inflasi memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan atau merelaksasi kebijakan moneter.

  • Meningkatkan Daya Tarik Emas: Suku bunga yang berpotensi melandai meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (hedge asset) non-imbal hasil.

2. Retorika Hawkish Pejabat The Fed Masih Membayangi

Meskipun emas menguat, para pelaku pasar tetap memantau ketat pernyataan bernada keras (hawkish) dari para pejabat The Fed pasca-keputusan kenaikan suku bunga pekan lalu:

Austan Goolsbee (Presiden Fed Chicago): Memperingatkan bahwa bank sentral tidak boleh mengabaikan tekanan harga yang dipicu oleh gangguan pasokan yang berulang.

Alberto Musalem (Presiden Fed St. Louis): Menegaskan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan mungkin masih diperlukan demi memastikan inflasi benar-benar kembali ke target sasaran.

3. Ketahanan Pasar: Investor Jadikan Koreksi Sebagai Peluang Beli

Di tengah tekanan sinyal hawkish Bank Sentral AS, permintaan terhadap logam mulia ini terbukti tetap solid.

  • Strategi Beli Saat Turun (Buy on Dip): Ryan McKay, analis dari TD Securities, mencatat bahwa emas menunjukkan daya tahan yang kuat. Sebagian investor justru memanfaatkan pelemahan harga jangka pendek sebagai momentum untuk mengummpulkan (akumulasi) emas.

  • Inflow ETF Emas Meningkat: Arus modal masuk ke ETF berbasis emas mencatatkan penambahan signifikan, yakni mencapai sekitar 50 ton sepanjang bulan September.


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %