Equity World Futures Surabaya – Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan taji dengan bangkit pada perdagangan Selasa. Koreksi tajam harga minyak mentah global dalam beberapa sesi terakhir berhasil meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi, sehingga memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga.
Emas bergerak di kisaran US$ 4.360 per troy ounce, memulihkan sebagian kerugian setelah sempat mencatatkan penurunan harian terbesar dalam sepekan.
1. Meredanya Harga Minyak Mentah Menjadi Angin Segar Bagi Emas
Kenaikan harga emas terjadi seiring stabilnya harga minyak pasca-penurunan lebih dari 9% dalam empat hari berturut-turut. Meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah—ditopang optimisme solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran—menjadi pemicu utama merosotnya harga energi tersebut.
Penurunan harga minyak memberikan dampak positif bagi pasar emas melalui mekanisme berikut:
-
Meredakan Tekanan Inflasi: Harga energi yang melandai menekan laju inflasi global.
-
Fleksibilitas Kebijakan Moneter: Penurunan inflasi memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan atau merelaksasi kebijakan moneter.
-
Meningkatkan Daya Tarik Emas: Suku bunga yang berpotensi melandai meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (hedge asset) non-imbal hasil.
2. Retorika Hawkish Pejabat The Fed Masih Membayangi
Meskipun emas menguat, para pelaku pasar tetap memantau ketat pernyataan bernada keras (hawkish) dari para pejabat The Fed pasca-keputusan kenaikan suku bunga pekan lalu:
Austan Goolsbee (Presiden Fed Chicago): Memperingatkan bahwa bank sentral tidak boleh mengabaikan tekanan harga yang dipicu oleh gangguan pasokan yang berulang.
Alberto Musalem (Presiden Fed St. Louis): Menegaskan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan mungkin masih diperlukan demi memastikan inflasi benar-benar kembali ke target sasaran.
3. Ketahanan Pasar: Investor Jadikan Koreksi Sebagai Peluang Beli
Di tengah tekanan sinyal hawkish Bank Sentral AS, permintaan terhadap logam mulia ini terbukti tetap solid.
-
Strategi Beli Saat Turun (Buy on Dip): Ryan McKay, analis dari TD Securities, mencatat bahwa emas menunjukkan daya tahan yang kuat. Sebagian investor justru memanfaatkan pelemahan harga jangka pendek sebagai momentum untuk mengummpulkan (akumulasi) emas.
-
Inflow ETF Emas Meningkat: Arus modal masuk ke ETF berbasis emas mencatatkan penambahan signifikan, yakni mencapai sekitar 50 ton sepanjang bulan September.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
