Equity World Futures Surabaya – Harga emas global menguji kenaikan tipis pada perdagangan Rabu (04/11/2026). Penguatan ini ditopang oleh penurunan harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran inflasi global. Spot emas tercatat naik 0,2% ke level US$3.936,44 per troy ounce. Kendati demikian, laju kenaikan logam mulia ini cenderung terbatas akibat rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang tampil lebih solid dari perkiraan, sehingga memicu kembali spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Penurunan Harga Minyak Berikan Sentimen Positif bagi Emas
Pasar emas mendapatkan dorongan angin segar dari penurunan harga energi global seiring berjalannya perkembangan negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Melandainya biaya energi berpotensi menekan laju inflasi, memberi ruang bagi bank sentral untuk menahan kebijakan moneter yang agresif. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi emas, mengingat daya tarik aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) ini cenderung meningkat saat ekspektasi kenaikan suku bunga melandai.
Prospek Pergerakan Harga Emas Selanjutnya
Pergerakan harga emas saat ini mencerminkan dinamika antara meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga berkat ketangguhan ekonomi AS.
Dalam jangka pendek, para investor memusatkan perhatian pada dua fokus utama:
-
Hasil Pemilu Sela AS (U.S. Midterm Elections): Menjadi penentu arah kebijakan politik dan ekonomi domestik AS.
-
Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Jumat: Rilis data ketenagakerjaan terkini yang diproyeksikan menentukan arah pergerakan pasar.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
