Equity World Futures Surabaya – Indeks Dolar AS (DXY) sempat menyentuh level tertinggi barunya sejak akhir Juli lalu setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. Meski begitu, indeks DXY perlahan melandai ke kisaran level 100,30. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga di Jepang belum cukup kuat untuk mendongkrak mata uang yen, lantaran pelaku pasar masih lebih meminati keunggulan imbal hasil (yield) dolar AS dibandingkan mata uang utama lainnya.
Keputusan BoJ Bikin Pasar Kecewa
Pada Jumat (18/9), BoJ resmi mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 1,25%—rekor tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Namun, nilai tukar yen justru melemah usai pengumuman tersebut. Investor merasa kecewa dengan sinyal kebijakan masa depan BoJ yang dinilai kurang agresif.
Keputusan BoJ ini diambil melalui pemungutan suara dengan hasil akhir 7-2, di mana dua anggota dewan memilih untuk mempertahankan suku bunga. Sinyal pembagian suara ini memicu pelaku pasar untuk memangkas ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga Jepang berikutnya.
Sebelumnya, para pelaku pasar telah memasang posisi buy yang cukup besar pada yen karena mengantisipasi tren kenaikan suku bunga BoJ yang cepat. Namun pasca-pengumuman, fokus pasar bergeser dari besaran kenaikan menuju kepastian langkah BoJ selanjutnya. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa pihak bank sentral akan terus menyesuaikan kebijakan berdasarkan dinamika ekonomi dan inflasi, tanpa memberikan kepastian tenggat waktu kenaikan berikutnya.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
