Equity World Futures Surabaya – Dolar AS Melemah, Harapan Kesepakatan Iran Kurangi Permintaan Aset Safe HavenEquity World Futures Surabaya – Dolar AS Melemah, Harapan Kesepakatan Iran Kurangi Permintaan Aset Safe Haven
0 0
Read Time:2 Minute, 28 Second

Equity World Futures Surabaya – Dolar AS Turun Setelah Trump Isyaratkan Peluang Perdamaian dengan Iran

Dolar Amerika Serikat (AS) mencatat pelemahan terbesar dalam lebih dari satu bulan setelah Presiden AS, Donald Trump, membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin dekat. Pernyataan tersebut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama penguatan dolar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Kamis sore (11 Juni) di New York, Indeks Bloomberg Dollar Spot turun sekitar 0,3%, menjadi penurunan harian terbesar sejak 6 Mei. Pelemahan dolar terjadi bersamaan dengan turunnya harga minyak dan menguatnya obligasi pemerintah AS (US Treasury), seiring pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya telah diperhitungkan.

Konflik AS-Iran Sebelumnya Mendorong Penguatan Dolar

Sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat pada akhir Februari, dolar AS telah menguat sekitar 1,6%. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap aman ketika ketidakpastian global meningkat.

Selain faktor safe haven, dolar AS juga memiliki hubungan erat dengan pergerakan harga minyak. Ketika harga minyak naik akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global, dolar biasanya memperoleh dukungan karena investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Harapan Kesepakatan Iran Mengubah Sentimen Pasar

Komentar terbaru Trump mengubah sentimen pasar dalam jangka pendek. Sikap yang lebih optimistis mengenai peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran membuat investor menilai risiko gangguan pasokan energi dan eskalasi militer mulai mereda.

Dalam kondisi tersebut, kebutuhan investor untuk menyimpan dolar AS sebagai aset pelindung nilai (safe haven) ikut berkurang. Akibatnya, tekanan jual terhadap dolar meningkat dan mendorong nilai tukar mata uang tersebut melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Trader Masih Menyimpan Ekspektasi Positif terhadap Dolar

Meskipun dolar mengalami pelemahan, pasar opsi menunjukkan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya meninggalkan pandangan bullish terhadap mata uang AS tersebut. Biaya lindung nilai (hedging) terhadap potensi penguatan dolar memang telah menurun, namun masih mencerminkan keyakinan bahwa dolar dapat kembali menguat apabila ketidakpastian global meningkat lagi.

Hal ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati dan tetap mempertahankan sebagian posisi defensif di tengah perkembangan situasi geopolitik yang belum sepenuhnya pasti.


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %