Equity World Futures Surabaya – Harga emas bergerak melemah dan tertahan dalam rentang sempit pada perdagangan Jumat pagi (7/8). Emas batangan berada di kisaran US$4.246 per troy ounce, seiring langkah para investor yang tengah mengkaji dampak konflik geopolitik Selat Hormuz terhadap tingkat inflasi global serta arah kebijakan suku bunga The Fed (Federal Reserve).
Sentimen Geopolitik: Konflik Selat Hormuz dan Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah media lokal Iran melaporkan serangkaian serangan terhadap beberapa titik sasaran. Tak hanya itu, pihak Tehran berencana memberlakukan larangan melintas bagi kapal-kapal komersial milik Amerika Serikat (AS) dan Israel di Selat Hormuz.
Eskalasi konflik diperparah oleh klaim kelompok Houthi terkait serangan skala besar terhadap pasukan pemerintah Yaman yang disokong Arab Saudi. Meredam kecemasan pasar, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dapat segera beroperasi menuju akhir dan menegaskan bahwa Washington masih memegang kendali penuh atas stabilitas di Selat Hormuz.
Ancaman Inflasi Minyak Bumi vs Suku Bunga The Fed
Meski stagnan di akhir pekan, emas sejatinya masih mencatatkan tren kenaikan mingguan (weekly gain) mendekati 5%, setelah sempat menembus level psikologis US$4.300 per troy ounce. Namun, laju reli emas tertahan akibat melonjaknya harga minyak dunia yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Kondisi tersebut memicu spekulasi pasar:
-
Ekspektasi Suku Bunga: Pasar memproyeksikan probabilitas sebesar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
-
Dampak terhadap Emas: Kenaikan suku bunga secara historis menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), karena investor lebih memilih penguatan Dolar AS dan obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil (yield).
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
