Equity World Futures Surabaya – Harga emas pada perdagangan Selasa berpotensi mengalami tekanan penurunan, meskipun masih diperdagangkan di atas level terendah sesi.
Hal ini dipicu oleh eskalasi konflik antara AS–Israel dan Iran yang menyebabkan aliran dana global berpindah ke:
-
Dolar AS
-
Minyak mentah
Ancaman penutupan Selat Hormuz juga menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan tajam harga minyak dunia.
Selat ini merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global.
Lonjakan Harga Minyak Memicu Kekhawatiran Inflasi Global
Kenaikan harga minyak meningkatkan risiko inflasi global.
Untuk mengendalikan inflasi tersebut, bank sentral dunia kemungkinan akan:
-
menaikkan suku bunga
-
memperketat kebijakan moneter
Kondisi ini biasanya akan:
-
memperkuat mata uang utama
-
menekan harga emas
Meskipun demikian, secara keseluruhan tren jangka menengah emas masih dominan bullish karena meningkatnya permintaan safe haven.
Emas Tetap Kuat di Atas $5.000 per Ons
Harga emas batangan masih bertahan jauh di atas $5.000 per ons.
Tingginya harga ini didorong oleh:
-
ketegangan geopolitik global
-
meningkatnya permintaan aset safe haven
-
ketidakpastian ekonomi dunia
Namun kenaikan emas masih tertahan oleh kekhawatiran bahwa inflasi akibat lonjakan minyak dapat memicu kebijakan moneter yang lebih agresif dari bank sentral global.
Dolar Mengungguli Emas dalam Sepekan Terakhir
Selama satu minggu terakhir:
-
Dolar AS mengalami penguatan
-
Harga minyak memimpin kenaikan komoditas
-
Emas mengalami volatilitas tinggi
Pada perdagangan Senin, pasar bereaksi terhadap laporan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas minyak Iran, yang meningkatkan potensi gangguan pasokan energi global.
Pergerakan pasar:
-
Indeks Dolar AS naik sekitar 0,6%
-
Minyak Brent melonjak hingga 30% dan sempat menembus $100 per barel
Upaya Stabilitas Pasokan Minyak Dunia
Beberapa langkah mulai dipertimbangkan untuk menstabilkan pasar energi global.
Menurut laporan Financial Times, negara-negara G7 sedang mempertimbangkan untuk:
-
melepaskan cadangan minyak darurat
Sementara itu, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Arab Saudi menawarkan minyak di pasar spot, sebuah langkah yang jarang dilakukan negara tersebut.
Serangan Iran di Selat Hormuz
Pada akhir pekan, Iran dilaporkan melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Jika gangguan ini berlanjut, maka dampaknya bisa sangat besar karena jalur tersebut menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Pergerakan Harga Emas Mingguan
Harga emas turun sekitar 2% minggu lalu.
Logam mulia ini masih bergerak fluktuatif di antara:
-
$5.000 per ons
-
$5.600 per ons (rekor tertinggi akhir Januari)
Volatilitas emas dipicu oleh:
-
aktivitas spekulatif pasar
-
ketidakpastian arah suku bunga global
Data Ekonomi AS: Nonfarm Payrolls Lemah
Data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang dirilis Jumat lalu menunjukkan angka yang lebih lemah dari perkiraan.
Hal ini menandakan:
-
potensi peningkatan pengangguran
-
kemungkinan penurunan suku bunga
Namun saat ini pasar lebih fokus pada risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak.
Fokus Data Ekonomi Malam Ini
Existing Home Sales (Februari)
📅 Rilis: 22.00 WIB
Estimasi pasar:
> 3,89 juta unit
Interpretasi pasar:
-
Jika aktual < 3,89 juta
-
USD berpotensi melemah
-
Harga emas berpotensi naik
-
Analisis Teknikal Harga Emas Hari Ini
Estimasi Range:
-
5074 – 5212
Rekomendasi Buy
-
Buy 5 lot di 5148
-
Buy 4 lot di 5130
-
Buy 3 lot di 5122
-
Buy 2 lot di 5114
Rekomendasi Sell
-
Sell 2 lot di 5180
-
Sell 3 lot di 5172
-
Sell 4 lot di 5164
-
Sell 5 lot di 5156
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
