Equity World Trillium Surabaya – Harga emas dunia melanjutkan kenaikan tipis pada hari Kamis (10 Juli), diperdagangkan di kisaran $3.318 per ons setelah mencatat kenaikan 0,4% pada perdagangan hari Rabu. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya fokus pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dan ketidakpastian yang dipicu oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Risalah Rapat The Fed Picu Spekulasi Suku Bunga
Pasar mencermati risalah pertemuan terbaru The Fed yang mengungkap pandangan berbeda di antara para pejabat bank sentral terkait dampak tarif terhadap inflasi. Dari 19 pejabat The Fed, 10 memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, sementara 7 lainnya tidak memperkirakan adanya pemangkasan sama sekali. Dua pejabat lainnya memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan.
Karena emas tidak memberikan imbal hasil, lingkungan suku bunga rendah cenderung mendorong harga logam mulia. Oleh karena itu, potensi penurunan suku bunga menjadi faktor kunci yang diperhatikan para pelaku pasar saat ini.
Ketegangan Dagang Kembali Meningkat Setelah Tarif Baru Trump
Ancaman tarif baru dari Presiden Trump, termasuk tarif tinggi untuk impor dari Brasil, kembali memunculkan ketegangan dagang global. Meskipun kekhawatiran jangka pendek sempat mereda, ketidakpastian jangka panjang membuat investor kembali melirik aset aman seperti emas.
Di saat yang sama, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun setelah lelang surat utang mendapat respons kuat dari pasar. Hal ini semakin memperkuat daya tarik emas, karena turunnya imbal hasil menekan daya saing investasi berbunga lainnya.
Dampak Pasar dan Kinerja Emas Tahun Ini
Per pukul 08:05 waktu Singapura, harga spot emas naik 0,1% ke $3.317,41 per ons. Sementara itu, Bloomberg Dollar Index melemah 0,1%, mendukung daya beli emas secara global.
Harga logam mulia lainnya bergerak beragam: harga perak dan platinum stagnan, sementara palladium sedikit turun. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah menguat sekitar 25%, didorong oleh kombinasi faktor seperti ketegangan perdagangan, konflik geopolitik, dan pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.
DISCLAIMER: Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya
berita terkait
News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
