Equity World Futures Surabaya – Pasar saham Asia bergerak menguat tipis pada Rabu (3 Juni), mengikuti penguatan Wall Street yang kembali terdorong oleh reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Sentimen positif ini muncul setelah indeks saham Amerika Serikat mencetak rekor baru, meskipun investor masih mewaspadai risiko geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2%, dengan pasar Jepang dan Australia mencatat penguatan, sementara pasar Korea Selatan tutup. Kenaikan ini terjadi setelah S&P 500 ditutup pada level tertinggi baru pada perdagangan Selasa dan membukukan sembilan hari kenaikan berturut-turut, didukung lonjakan hampir 6% pada indeks saham sektor chip.
Reli Saham AI Dorong Sentimen Risk-On Global
Optimisme investor masih ditopang oleh reli sektor kecerdasan buatan yang terus berlanjut. Namun, pasar tetap berhati-hati karena harga energi kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak Brent naik sekitar 0,8% ke level US$96,75 per barel setelah muncul laporan mengenai serangan rudal dan peningkatan aktivitas militer di kawasan. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran, serta melakukan serangan balasan di Pulau Qeshm sebagai langkah pertahanan diri.
Yen Jepang Mendekati 160 per Dolar, Risiko Intervensi Meningkat
Dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang G-10, sementara yen Jepang kembali bergerak mendekati level psikologis 160 per dolar AS. Level ini menjadi perhatian utama pasar karena meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang.
Pelaku pasar kini menunggu pidato Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, untuk mencari petunjuk terkait arah kebijakan suku bunga. Trader yen juga mulai memperhitungkan meningkatnya peluang intervensi dalam beberapa pekan ke depan apabila pelemahan mata uang Jepang terus berlanjut.
Bitcoin Melemah, Pasar Obligasi AS Soroti Arah Suku Bunga The Fed
Di pasar aset digital, Bitcoin melemah ke kisaran US$66.700. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun dari level terbaiknya dalam satu bulan terakhir setelah data pasar tenaga kerja memperkuat spekulasi bahwa langkah berikutnya dari Federal Reserve masih cenderung hawkish.
Data menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS meningkat pada April ke level tertinggi hampir dua tahun, sementara angka PHK mengalami penurunan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Negosiasi AS-Iran dan Selat Hormuz Masih Jadi Fokus Pasar
Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump tetap optimistis bahwa kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran dapat segera tercapai. Pernyataan tersebut muncul setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran tengah menyiapkan “teks final” untuk dikirim ke Washington.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
