Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di luar kebijakan The Fed, pelaku pasar masih mencermati konflik Iran. Selain itu, AS yang kembali memanas..
Hal ini disebabkan oleh menunjukkan minat investor luar negeri terhadap perekonomian Indonesia masih terjaga., akibatnya Besarnya porsi investasi asing memberikan sentimen positif bagi rupiah..
Jakarta, Equityworld Futures – Kinerja rupiah sepanjang pekan ini sudah mulai membaik, ditambah lagi dengan mulai menjauhi level psikologis Rp18.000/US$, di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) meski sejatinya masih cukup kuat…
Se, ditambah lagi dengan gkan sepanjang pekan ini, rupiah berhasil menguat 0,89% secara point-to-point…
Data ekonomi lainnya memang menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat, terutama dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil.
Greenback tengah berada di jalur penurunan secara mingguan setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat..
Melansir Refinitiv, pada Jumat (17/7/2026), rupiah ditutup menguat 0,53% ke posisi Rp17.885/US$.
Sementara itu di deretan mata uang Asia, rupiah menjadi yang terbaik terjadi karena penguatannya paling kencang..
“Realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%,” ujar Menteri Investasi. Selain itu, Hilirisasi Rosan Roeslani dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026)…
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli kini berada di level 11%, turun dari 25% pada pekan lalu.
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan lebih lanjut..
Namun, ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini setelah inflasi konsumen AS melandai pada Juni..
Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada perdagangan kemarin turun tipis 0,01% ke posisi 100,755.
Rupee India menjadi yang terburuk di pekan ini, yakni ambles 1,01% di hadapan greenback.
Selain rupiah, ada won Korea Selatan yang menguat 0,76%, se sekaligus gkan dolar Singapura dan yuan China naik tipis masing-masing 0,02% dan 0,01%…
Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp502,9 triliun, se. Di samping itu, gkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sedikit lebih besar, yakni Rp507,6 triliun juga perlu diperhatikan..
// .
Hal ini disebabkan oleh masih berada di angka 100., akibatnya Kuatnya dolar AS terjadi..
Tekanan terhadap rupiah sudah mulai mereda setelah dolar AS terkoreksi, meski sejatinya masih cukup kuat.
Alasannya adalah perbaikan inflasi baru terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan sehingga berdampak pada Pejabat The Fed masih bersikap hati-hati…
Pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 26 basis poin hingga Desember, lebih rendah dibandingkan 44 basis poin pada awal pekan ini..
Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam sepekan terakhir hingga membuat kesepakatan gencatan senjata bulan lalu nyaris runtuh..
Jumlah tersebut setara dengan 49,5% dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun..
Pemerintah mencatat realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year/yoy).
Ada juga baht Thailand, ringgit Malaysia,, ditambah lagi dengan yen Jepang yang terkoreksi pekan ini…
Rupiah turut mendapat sentimen positif dari realisasi investasi Indonesia yang tetap tumbuh pada paruh pertama tahun ini..
Perkembangan terkait Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Pergerakan Tipis Emas Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
- Equityworld Futures Surabaya | The Fed Tahan Suku Bunga, Purbaya dan BI Beberkan Strategi Hari Ini