Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jepang-China Buang Surat Utang AS, Ramai-Ramai “Hukum” Trump yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Aksi jual US Treasury oleh sejumlah negara tidak selalu berarti mereka sepenuhnya kehilangan kepercayaan terhadap surat utang pemerintah AS.
Salah satu alasan utama adalah stabilisasi mata uang domestik.
Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk intervensi di pasar valas, yakni membeli mata uang domestik agar pelemahannya tidak terlalu dalam..
Jepang masih menjadi pemegang US Treasury terbesar di dunia dengan nilai kepemilikan mencapai US$1.191,6 miliar atau sekitar US$1,19 triliun pada Maret 2026.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Kepemilikan US Treasury China turun dari US$693,3 miliar pada Februari 2026 menjadi US$652,3 miliar pada Maret 2026.
Sebagai contoh, tarif, sanksi, atau ketegangan diplomatik. sering terjadi ketika Beberapa negara dapat mengurangi kepemilikan US Treasury sebagai bagian dari respons terhadap kebijakan AS,..
Langkah ini umum dilakukan ketika tekanan terhadap nilai tukar meningkat..
Diversifikasi ini dilakukan agar ca. Selain itu, gan devisa tidak terlalu bergantung pada satu mata uang atau satu instrumen saja..
// .
Faktor lain yang juga berperan adalah biaya lindung nilai atau hedging..
Akibatnya, sebagian investor memilih melepas obligasi AS. Tak hanya itu, memindahkan dananya ke aset lain yang dinilai lebih efisien. turut berperan penting..
China,, misalnya, sudah lama memangkas kepemilikan US Treasury. Selain itu, pada saat yang sama meningkatkan porsi aset lain, termasuk emas….
Selama puluhan tahun, dolar AS. Di samping itu, US Treasury menjadi instrumen utama cadangan devisa global. juga perlu diperhatikan..
Selain Jepang. Tak hanya itu, China, sejumlah negara lain juga mencatatkan penurunan kepemilikan US Treasury pada Maret 2026 turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Sejumlah negara besar tercatat memangkas kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat atau yang dikenal dengan US Treasury pada Maret 2026..
Selain faktor ekonomi, ada juga unsur geopolitik, ditambah lagi dengan hubungan dagang..
Artinya, Jepang melepas sekitar US$47,7 miliar US Treasury hanya dalam sebulan..
Penurunan kepemilikan China ini juga melanjutkan tren yang sudah berlangsung cukup panjang.
Namun, angka ini turun tajam dibandingkan Februari 2026 yang sebesar US$1.239,3 miliar..
Dengan begitu, risiko dapat lebih tersebar, terutama ketika dolar AS melemah, imbal hasil obligasi bergerak tajam, atau arah kebijakan moneter AS berubah..
Jika dibandingkan dengan Maret 2025, kepemilikan US Treasury China sudah turun dari US$765,4 miliar menjadi US$652,3 miliar.
Ketika mata uang suatu negara melemah tajam terhadap dolar AS, bank sentral bisa menjual sebagian kepemilikan US Treasury untuk memperoleh dolar..
Dengan demikian, China melepas sekitar US$41 miliar US Treasury dalam satu bulan..
Alasan lain adalah diversifikasi ca, ditambah lagi dengan gan devisa..
Penyebab utamanya adalah dapat berdampak balik ke pasar keuangan negara tersebut., sehingga berdampak pada Dalam konteks ini, kepemilikan surat utang AS bisa menjadi salah satu alat tawar dalam hubungan internasional, meskipun penggunaannya tetap harus dihitung hati-hati terjadi…
Sebagai contoh, perusahaan asuransi. Selain itu, dana pensiun, biasanya melindungi investasinya dari risiko perubahan kurs. sering terjadi ketika Investor asing, termasuk lembaga keuangan..
Namun, ketika biaya hedging terhadap dolar menjadi terlalu mahal, imbal hasil US Treasury bisa menjadi kurang menarik.
Luxembourg melepas US,7 miliar, Taiwan US,7 miliar, Arab Saudi US,8 miliar, India US,6 miliar, Kanada US,9 miliar,, ditambah lagi dengan Uni Emirat Arab US,8 miliar…
Berdasarkan data terakhir Treasury International Capital (TIC), Jepang. Di samping itu, China menjadi dua negara yang paling besar melepas US Treasury. juga perlu diperhatikan..
Dalam banyak kasus, langkah ini lebih berkaitan dengan strategi pengelolaan ca. Tak hanya itu, gan devisa, stabilisasi nilai tukar, hingga kebutuhan menghadapi tekanan geopolitik dan perdagangan. turut berperan penting..
Bagi negara berkembang, pelemahan mata uang yang terlalu tajam bisa menimbulkan risiko lebih besar, mulai dari kenaikan biaya impor, tekanan inflasi, hingga meningkatnya beban pembayaran utang luar negeri dalam denominasi dolar AS..
Berikut daftar negara yang mencatat penurunan kepemilikan US Treasury terbesar pada Maret 2026:.
Dalam setahun kepemilikan China berkurang sekitar US$113,1 miliar..
Perkembangan terkait Jepang-China Buang Surat Utang AS, Ramai-Ramai “Hukum” Trump akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Rupiah Menguat ke Posisi 17.168 per Dolar AS
- Equityworld Futures Surabaya | Jepang Lepas “Topeng” Damai: Jual Kapal Perang hingga Rudal ke Dunia