Equity World Futures Surabaya – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling bertukar pesan sepanjang akhir pekan terkait usulan perubahan draft kesepakatan yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional.
Meski pembicaraan diplomatik terus berlangsung, arah negosiasi masih belum jelas. Hingga saat ini belum terlihat sinyal kuat bahwa kedua pihak mendekati kesepakatan final.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa draft kesepakatan yang didorong pemerintah AS menegaskan bahwa “Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir.” Trump juga kembali menuntut Iran untuk menghentikan program nuklirnya serta mengembalikan status Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional yang terbuka dan aman.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung. Menurutnya, selama belum ada hasil definitif, berbagai penilaian terhadap arah pembicaraan masih bersifat spekulatif.
Konflik Regional Memanas, Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon
Di tengah upaya diplomasi, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah justru terus memanas.
Israel memperluas operasi daratnya di Lebanon, yang dinilai melanggar gencatan senjata rapuh di wilayah perbatasan utara. Langkah ini terjadi ketika Hezbollah meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Israel utara.
Militer Israel menyebut lebih dari 300 proyektil ditembakkan Hezbollah selama akhir pekan ke arah pasukan Israel yang berada di Lebanon maupun kawasan Israel utara. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian mengenai potensi meredanya ketegangan regional, bahkan jika konflik Iran nantinya berhasil diredam.
Isi Draft Baru: Selat Hormuz dan Dana Beku Iran Jadi Sorotan
Media pemerintah Iran melaporkan adanya draft baru yang disebut memberikan “otoritas eksklusif” kepada Iran untuk menentukan karakter kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Poin ini diperkirakan akan sulit diterima oleh Amerika Serikat karena menyangkut kebebasan jalur perdagangan internasional.
Laporan tersebut juga menyebut draft itu membuka akses Iran terhadap dana beku senilai US$12 miliar dalam waktu 60 hari. Dana tersebut disebut akan ditransfer ke bank-bank Iran tanpa pembatasan.
Namun, dokumen tersebut masih disebut sebagai draft tidak resmi dan belum mencapai tahap finalisasi.
Media Iran, Tasnim, menyebut kedua pihak masih aktif mengusulkan perubahan. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bahwa revisi tersebut dapat ditolak sehingga negosiasi berisiko gagal mencapai kesepakatan.
Ketidakpastian Timur Tengah Masih Tinggi
Dengan negosiasi AS-Iran yang belum mencapai titik terang serta meningkatnya konflik Israel-Lebanon, situasi geopolitik Timur Tengah masih berada dalam fase yang penuh ketidakpastian.
Perkembangan beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi penentu apakah kawasan bergerak menuju deeskalasi atau justru menghadapi konflik yang lebih luas.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
