Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ringgit Jadi Raja, Pimpin Asia Tendang Dolar: Rupiah-Won Paling Merana yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr.
Sebaliknya, won menjadi mata uang terlemah dengan jatuh 0,74% menemani rupiah yang juga ambruk..
Dengan demikian, ringgit kemungkinan mempertahankan tren positif dalam jangka pendek, mengingat terbatasnya ruang bagi The Fed untuk kembali memperketat kebijakan moneter,” ujarnya kepada Bernama..
// .
Artinya rupiah sudah ambruk selama empat pekan beruntun..
Dengan demikian, sepanjang tahun ini, mata uang Garuda hanya menguat dalam dua bulan saja yakni pada Februari. Selain itu, Agustus…
Namun, bank sentral tersebut menegaskan bahwa kebijakan moneternya telah memasuki fase baru yang lebih hawkish, dengan peluang kenaikan suku bunga setiap beberapa bulan..
Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah menjadi dua hari perdagangan berturut-turut..
Namun, dalam sepekan ini, rupiah melemah 0,44%.
BOJ mempertahankan suku bunga utamanya di level 1,25%, sesuai ekspektasi pasar.
Pelemahan rupiah dalam sepekan ini juga berbanding terbalik dengan pesaingnya di Asia.
Sepanjang Oktober 2026, rupiah juga melemah 1,4%.
“Pasar sedikit kecewa terhadap BOJ,” kata Joseph Trevisani, analis senior di FXStreet..
Rupiah bahkan sempat ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp18.175/US$ pada Rabu (28/10/2026).
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.
Mohd Afzanizam Abdul Rashid mengatakan ada potensi kenaikan lagi ringgit ke depan..
Posisi tersebut menjadi rekor baru penutupan terlemah rupiah sepanjang masa, melewati rekor sebelumnya di Rp18.170/US$ pada 8 Juni 2026..
Mayoritas mata uang Asia menguat pekan ini dengan ringgit sebagai penguasa.
Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan dolar AS..
Sementara itu, mata uang yen malah turun pekan ini setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga, ditambah lagi dengan menaikkan proyeksi inflasinya..
Namun, rupiah masih dalam tren pelemahan..
“Kami menilai pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) mengubah arah kebijakan moneternya.
// .
Pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (30/10/2026), rupiah ditutup di level Rp18.120/US$, menguat 0,03% dibandingkan penutupan Kamis (29/10/2026) di posisi Rp18.125/US$..
Ringgit bahkan tetap perkasa di tengah pelaku pasar kembali mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) bulan depan..
// .
Sepanjang pekan ini, ringgit menanjak 0,72% disusul kemudian dengan yuan (0,25%)..
Perkembangan terkait Ringgit Jadi Raja, Pimpin Asia Tendang Dolar: Rupiah-Won Paling Merana akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Investasi dalam 60 Tahun: Lebih Cuan Saham, Emas, atau Obligasi? | Equityworld Futures
- Doyan Ngutang, Amerika Harus Bayar Bunga Rp 16.800 Triliun | Equityworld Futures