0 0
Read Time:3 Minute, 13 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Hancur! Market Cap 10 Saham Jumbo RI Menguap Rp3.147 T, Terburuk BREN yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Market cap BBCA justru turun Rp289,20 triliun atau sekitar 32,02% dibandingkan Januari.

(ASII) sekaligus PT Indoritel Makmur Internasional Tbk..

Di bawah BREN, terdapat PT Bank Central Asia Tbk.

Jakarta, Equityworld Futures – Market cap sejumlah saham raksasa di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut tajam sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Dibandingkan Januari, nilainya telah berkurang Rp900,38 triliun atau sekitar 78,94%..

Meski terjadi perombakan peringkat, delapan dari sepuluh emiten yang masuk dalam daftar Januari masih bertahan hingga Oktober.

Penyusutan market cap juga terlihat pada emiten lainnya.

Namun, seluruh delapan emiten tersebut mencatatkan penyusutan market cap dibandingkan posisi awal tahun..

(BREN) masih menjadi emiten dengan market cap terbesar di Indonesia.

// .

(BBRI) dengan market cap Rp424,37 triliun, disusul PT DCI Indonesia Tbk.

Penurunan BREN menjadi yang terbesar secara nominal di antara delapan emiten yang masih bertahan dalam daftar 10 besar..

Sementara itu, market cap PT Bayan Resources Tbk.

Pada Januari 2026, PT Barito Renewables Energy Tbk.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Januari, nilai gabungan 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar sekarang sudah longsor lebih dari Rp3.000 triliun..

Sebagai gantinya, PT Astra International Tbk.

Namun, memasuki penghujung Oktober, kondisinya sudah jauh berbeda.

(DNET) masuk ke jajaran tersebut dengan market cap masing-masing Rp194,32 triliun sekaligus Rp140,78 triliun…

Posisi puncak kini ditempati BBCA dengan market cap Rp613,91 triliun.

Perubahan ini turut menggeser komposisi 10 saham terbesar di Indonesia.

Meski naik dari peringkat kedua menjadi pertama, bukan berarti nilai pasar BBCA ikut meningkat..

Artinya, terdapat selisih Rp3.147,38 triliun atau sekitar 50,03% antara nilai gabungan 10 emiten terbesar pada kedua periode tersebut..

(TPIA), yang pada Januari masih masuk lima besar, kini tidak lagi berada dalam daftar 10 emiten teratas..

Market cap perusahaan energi terbarukan tersebut menyusut menjadi Rp240,15 triliun.

Jika hanya menghitung delapan emiten yang bertahan dalam daftar 10 besar pada kedua periode, total market cap mereka telah menyusut Rp2.361,63 triliun atau sekitar 47,52%..

// .

Di posisi kedua terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(AMMN),, misalnya, kehilangan Rp286,45 triliun atau sekitar 51,97% dari nilai pasarnya pada Januari…

Nilainya kala itu mencapai Rp1.140,53 triliun, menjadikannya satu-satunya emiten dalam daftar yang memiliki market cap lebih dari Rp1.000 triliun..

Sementara itu, hingga penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026), nilainya tersisa Rp3.143,66 triliun..

(BYAN) turun Rp220 triliun, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Berdasarkan data yang dihimpun, total market cap 10 emiten terbesar pada Januari 2026 mencapai Rp6.291,04 triliun.

Tak hanya nilainya yang menyusut, susunan emiten yang menduduki jajaran teratas juga berubah cukup drastis..

BREN yang sebelumnya bertengger di posisi pertama kini harus turun ke urutan ketujuh..

(BBCA) dengan market cap Rp903,11 triliun, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Hanya saja, penurunannya tidak sedalam yang dialami sejumlah emiten lain..

Perkembangan terkait Hancur! Market Cap 10 Saham Jumbo RI Menguap Rp3.147 T, Terburuk BREN akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By