Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Minyak Dunia Mengamuk! Hampir Tembus US$120, Ancaman Perang Membesar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Akibatnya, analis tidak bisa hanya mengandalkan data pelacakan kapal.
Perbedaan data pelacakan membuat pelaku pasar masih kesulitan memastikan berapa banyak minyak yang benar-benar berhasil dikirim..
TankerTrackers.com mencatat ekspor minyak mentah Arab Saudi rata-rata mencapai sekitar 7,9 juta barel per hari (bph) selama 29 hari pertama Oktober, melonjak dari 5,8 juta bph pada September..
Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat US$2,12 atau 2,08% ke US$104,12 per barel..
Sumber maritim menyebut serangan tersebut merupakan insiden pertama yang diketahui berhasil menggunakan ranjau magnetik atau limpet mine di Selat Hormuz sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada Februari..
Hingga laporan tersebut dirilis, belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan di jalur laut strategis yang menjadi pintu utama pengiriman minyak mentah. Di samping itu, bahan bakar dari kawasan Teluk. juga perlu diperhatikan..
Gangguan berkepanjangan berpotensi membatasi pengiriman minyak. Selain itu, bahan bakar ke pasar global…
Di sisi lain, kenaikan ekspor Saudi belum tentu berarti pasokan global kembali aman.
Saxo Bank memperingatkan harga minyak berpotensi semakin volatil dalam beberapa pekan mendatang, seiring pemilu di Israel. Tak hanya itu, pemilu paruh waktu AS pada 3 November. turut berperan penting..
Dengan demikian, harga minyak brent sudah menguat selama empat pekan beruntun..
Di luar Timur Tengah, data energi AS menunjukkan jumlah rig minyak bertambah dua unit, menjadi indikator potensi produksi pada masa mendatang..
Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan perhatian pelaku pasar akan tetap tertuju pada arus pengiriman minyak dari Timur Tengah. Tak hanya itu, potensi eskalasi konflik oleh militer AS beserta sekutunya. turut berperan penting..
Data sementara tersebut mencakup ekspor sebesar 3,32 juta bph dari pesisir barat sekaligus 4,55 juta bph dari wilayah timur Arab Saudi…
// .
// .
Lonjakan harga terjadi di tengah kekhawatiran eskalasi perang Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS), terlebih setelah sebuah kapal tanker diserang di Selat Hormuz..
Namun, permintaan minyak mentah. Selain itu, produk petroleum justru menurun…
Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mencapai level tertinggi sejak akhir April 2026..
Pipa tersebut menghubungkan la sekaligus g minyak Hamada dengan kilang Zawiya…
Kombinasi serangan terhadap kapal tanker, ancaman terhadap fasilitas energi, gangguan infrastruktur,. Di samping itu, ketidakpastian diplomatik membuat pasar minyak kembali dibayangi risiko geopolitik. juga perlu diperhatikan..
// // .
Kekhawatiran pasokan meningkat setelah sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang dipasang dari kapal kecil.
Perusahaan pelacak kapal lainnya, Petro-Logistics, juga mencatat peningkatan ekspor dari Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah setelah mengalami penurunan pada September..
Walaupun begitu,, secara keseluruhan, ekspor Arab Saudi masih kuat, ditambah lagi dengan akan mengakhiri Oktober pada level lebih tinggi dibandingkan September,” ujarnya. masih terjadi meski “…
Berbeda dengan kedua pelacak tersebut, Kpler mencatat total ekspor minyak mentah Arab Saudi baru mencapai 5,72 juta bph sepanjang Oktober, turun dari 6,70 juta bph pada September..
Data pelacakan kapal dapat berbeda. Tak hanya itu, berubah seiring masuknya informasi baru, terutama ketika aktivitas pelayaran semakin sulit dipantau. turut berperan penting..
Sebagai catatan, minyak ekspor Saudi salah satu sumbernya adalah Saudi Aramco..
Ketegangan regional juga meningkat setelah pemerintah AS memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak bertugas darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober.
Iran disebut menginginkan AS memenuhi persyaratannya. Selain itu, menolak posisi yang bertentangan dengan kerangka tuntutan tersebut…
Harga Brent sempat menyentuh US$118 per barel atau mendekati US$ 120..
Perusahaan minyak nasional Libya menyatakan sebuah kelompok bersenjata menutup katup pada jalur pipa utama minyak mentah Hamada pada Jumat.
Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran pada Kamis mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi, termasuk kilang minyak Ras Tanura, kilang Rabigh, serta fasilitas produksi Abqaiq milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco..
Mereka juga menggunakan citra satelit, pengamatan aktivitas pelabuhan, serta sumber data lainnya untuk memperkirakan arus pengiriman minyak..
Perbedaan angka tersebut menunjukkan sulitnya memastikan volume ekspor sebenarnya.
Bank asal Denmark tersebut memperkirakan harga minyak mentah akan bertahan pada rentang yang lebih tinggi, yakni US$70-US$90 per barel, bahkan setelah konflik berakhir.
Informasi tersebut disampaikan UKMTO, ba sekaligus keamanan maritim Inggris, pada Jumat…
// .
Sepanjang Oktober, harga Brent melesat 13,6%, se. Tak hanya itu, gkan WTI menguat 15,2% turut berperan penting..
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, yang berakhir pada Jumat kemarin, ditutup melonjak US$2,76 atau 2,4% ke US$117,64 per barel.
Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat rudal jelajah yang diluncurkan Houthi menuju wilayah barat kerajaan tersebut..
Para mediator Qatar kembali ke Teheran pada Jumat sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk mencapai kesepakatan antara AS. Di samping itu, Iran, menurut seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters. juga perlu diperhatikan..
Dalam sepekan, harga minyak brent naik 0,79%.
Sebelum perang, harga minyak diperkirakan bergerak di kisaran US$60-US$70 per barel..
Penutupan katup itu menghentikan aliran minyak sekitar 15.000 barel per hari..
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan produksi minyak mentah AS meningkat pada Agustus.
Bahan peledak jenis ini dipasang pada lambung kapal dari kapal kecil. Di samping itu, dapat mengancam keselamatan pelayaran serta kelancaran distribusi energi global. juga perlu diperhatikan..
“Pelaku pasar akan terus mencermati arus pengiriman minyak dari Timur Tengah serta potensi eskalasi konflik oleh pasukan AS. Di samping itu, sekutunya,” ujar Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial. juga perlu diperhatikan..
Di tengah ancaman terhadap pasokan energi, ekspor minyak mentah Arab Saudi justru tercatat meningkat pada Oktober dibandingkan September, menurut dua dari tiga perusahaan pelacak kapal..
Virginie Bahnik dari Petro-Logistics mengatakan volume minyak yang melewati Selat Hormuz telah turun sekitar 2 juta hingga 3 juta bph dibandingkan puncak yang tercatat pada awal Oktober..
Alasannya adalah banyak kapal tanker mematikan sinyal pelacakan di tengah memburuknya risiko keamanan di kawasan Teluk.. Akibatnya, Ketidakpastian meningkat…
Oleh sebab itu, Penurunan volume minyak yang melewati Selat Hormuz menjadi perhatian penting terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah jalur tersebut merupakan salah satu titik strategis perdagangan energi dunia,..
Pernyataan itu muncul setelah laporan media AS menyebut Vance mengirim surat kepada pejabat keamanan tertinggi Iran untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai..
Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebut langkah tersebut diambil terjadi karena risiko keamanan, termasuk serangan Houthi terhadap bandara sipil. Selain itu, infrastruktur penting lainnya….
Di tengah meningkatnya risiko keamanan, upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih berlangsung.
Walaupun Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran telah menerima surat tersebut,, belum memberikan tanggapan masih menjadi prioritas..
Dalam sepekan harga minyak WTI naik 0,82% atau sudah naik selama empat pekan beruntun.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Wakil Presiden JD Vance telah menghubungi Iran untuk membantu pengiriman pasokan medis.
Perkembangan terkait Minyak Dunia Mengamuk! Hampir Tembus US$120, Ancaman Perang Membesar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Rupiah Melemah, Sentimen dari Mundurnya Perry dan The Fed
- Beras Bulog Lolos Standar Ekspor ke Arab Saudi | Equityworld Futures