0 0
Read Time:7 Minute, 9 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perbandingan Progres Pembangkit Energi Nuklir Singapura vs Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

// .

Berdasarkan data World Nuclear Association (WNA), pembangkitan listrik nuklir global meningkat pesat sejak 1970-an. Di samping itu, mencapai kisaran 2.700 terawatt-jam (TWh) pada 2025, seiring berkembangnya penggunaan teknologi nuklir di berbagai kawasan, terutama Asia. juga perlu diperhatikan..

Menurut Bahlil, total ekspor gas Indonesia melalui pipa ke Singapura mencapai 409,5 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

“Kami menggandakan upaya untuk membangun kelompok pakar. Tak hanya itu, profesional nuklir di Singapura,” ujar Tan See Leng, diterjemahkan dari pidatonya. turut berperan penting..

Bahlil menegaskan pemerintah tetap menghormati komitmen kontrak perdagangan energi dengan Singapura..

Pada 22 Oktober 2026, Ba sekaligus Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar simulasi keadaan darurat nuklir di Serpong, termasuk penanganan sabotase dan kontaminasi radioaktif…

Dominasi gas alam bahkan sempat mencapai puncaknya pada 2020, yakni sebesar 95,76% dari total pembangkitan listrik Singapura..

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri membuat sektor kelistrikan Singapura rentan terhadap gangguan pasokan maupun fluktuasi harga gas global..

Dari perspektif keberlanjutan, energi nuklir memiliki keunggulan dalam menghasilkan listrik dengan emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil..

Pemerintah menargetkan PLTN pertama berkapasitas 250 megawatt (MW) beroperasi pada 2032 di kawasan Sumatra-Bangka, disusul tambahan 250 MW di Kalimantan pada 2033..

Ketergantungan Singapura terhadap gas alam menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Pemerintah Singapura semakin serius mempersiapkan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu alternatif sumber listrik masa depan..

Di tengah perkembangan tersebut, Singapura sekaligus Indonesia hingga kini belum memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) komersial yang beroperasi, sehingga berdampak pada kontribusi keduanya terhadap pembangkitan listrik nuklir global masih nol….

Kita baru 8%, kecuali kita potong 10% baru melanggar kontrak,” jelas Bahlil, dikutip dari Equityworld Futures, Senin (26/10/2026)..

Berbeda dengan Singapura yang masih mengevaluasi kelayakan, Indonesia telah memasukkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034..

Meski demikian, Singapura hingga kini belum mengambil keputusan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“Batas kontrak minimum kita sekitar 91-92.

Sementara bagi Indonesia, teknologi tersebut dapat mendukung diversifikasi energi, ditambah lagi dengan pengurangan emisi dari sektor kelistrikan yang masih didominasi batu bara…

Meski belum memutuskan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), langkah tersebut menunjukkan upaya Singapura mendiversifikasi sumber energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil..

Berdasarkan data Satu Data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor gas alam berkode HS 27112190 tercatat sebesar US$2,73 miliar pada 2021, meningkat menjadi US$2,98 miliar pada 2022, sebelum turun menjadi US$1,63 miliar pada 2025..

Negara tersebut masih berada pada tahap pengkajian kelayakan teknologi, dengan tantangan utama berupa keterbatasan lahan, aspek keselamatan, biaya pembangunan, serta kesiapan infrastruktur. Selain itu, regulasi…

Indonesia juga memperkuat kesiapsiagaan nuklir.

Fokus pemerintah masih pada penguatan kapasitas nasional. Selain itu, kajian kelayakan sebelum menentukan peran nuklir dalam bauran energi jangka panjang…

Berbeda dengan batu bara, ditambah lagi dengan gas, reaktor nuklir tidak menggunakan pembakaran bahan bakar fosil dalam proses pembangkitan sehingga berdampak pada hampir tidak menghasilkan emisi karbon secara langsung saat beroperasi….

Ketiga program tersebut bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan Singapura dalam mengevaluasi kelayakan teknologi nuklir untuk pembangkitan listrik..

Bagi Singapura, nuklir berpotensi mengurangi ketergantungan pada gas impor.

Pada Senin (26/10/2026), pemerintah Singapura mengumumkan tiga program pengembangan tenaga ahli nuklir untuk mempersiapkan kemungkinan penggunaan teknologi tersebut sebagai sumber listrik masa depan..

Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Integrated Nuclear Infrastructure Review (INIR) oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) pada 2027, yang akan mengevaluasi kesiapan infrastruktur. Selain itu, kelembagaan nuklir Singapura…

Namun, pengembangan nuklir di kedua negara membutuhkan studi kelayakan menyeluruh, mencakup biaya listrik, keselamatan lokasi, kesiapan infrastruktur, dampak lingkungan,. Di samping itu, penerimaan masyarakat. juga perlu diperhatikan..

Meski demikian, realisasi pengembangan PLTN tetap membutuhkan kajian kelayakan, kesiapan regulasi, pembiayaan, serta standar keselamatan. Selain itu, perlindungan lingkungan yang ketat…

Artinya, intensitas emisi nuklir sekitar 98,5% lebih rendah dibandingkan batu bara. Tak hanya itu, 97,6% dibandingkan gas. turut berperan penting..

Pengelolaan limbah radioaktif, keselamatan reaktor, besarnya investasi awal, serta waktu pembangunan yang panjang perlu menjadi pertimbangan..

Menurut Tan, pengembangan keahlian tersebut tetap akan memberikan manfaat meskipun Singapura pada akhirnya memutuskan tidak menggunakan energi nuklir, terutama seiring meningkatnya minat terhadap teknologi tersebut di Asia Tenggara. Selain itu, dunia…

Selain ketiga program tersebut, National University of Singapore (NUS). Selain itu, Nanyang Technological University (NTU) juga tengah mempersiapkan program magister bersama di bidang teknik nuklir yang ditargetkan diluncurkan pada 2027…

Sementara itu, sumber energi lainnya menyumbang 6,60%..

Di tengah meningkatnya permintaan listrik, termasuk dari pusat data (data center). Tak hanya itu, sektor industri, diversifikasi sumber energi menjadi semakin penting untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil sekaligus menekan emisi karbon. turut berperan penting..

Dalam jangka panjang, Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060 memproyeksikan kapasitas nuklir meningkat hingga 35 gigawatt (GW) pada 2060..

Dari jumlah tersebut, pemerintah memangkas 31 MMSCFD, terdiri atas 15 MMSCFD dari Natuna. Di samping itu, 16 MMSCFD dari Sumatra. juga perlu diperhatikan..

Walaupun Pada akhirnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh seberapa rendah emisi yang dihasilkan,, juga kemampuan menyediakan listrik yang aman, terjangkau,. Di samping itu, berkelanjutan dalam jangka panjang. juga perlu diperhatikan. masih menjadi prioritas..

Langkah ini berlangsung ketika pemerintah Indonesia memangkas sebagian ekspor gas melalui pipa ke negara tetangga tersebut..

Dalam pembukaan Singapore International Energy Week (SIEW) 2026, Menteri Energi. Di samping itu, Perindustrian Singapura Tan See Leng menegaskan pentingnya memperkuat keahlian nuklir nasional. juga perlu diperhatikan..

Sebaliknya, kontribusi produk minyak bumi (petroleum products) turun drastis dari 36,4% pada 2003 menjadi hanya 0,29% pada 2025.

Meski demikian, nuklir bukan tanpa risiko.

Selain melalui pipa, Indonesia juga mengekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).

Singapura juga belum menetapkan target kapasitas nuklir dalam gigawatt (GW).

// .

Berdasarkan kajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), median emisi sepanjang siklus hidup pembangkit nuklir mencapai sekitar 12 gram setara karbon dioksida per kilowatt-jam (gCO₂e/kWh), jauh di bawah batu bara sebesar 820 gCO₂e/kWh sekaligus gas sebesar 490 gCO₂e/kWh…

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Singapura mengandalkan pasokan gas melalui pipa dari Indonesia. Selain itu, Malaysia, serta impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari pasar internasional…

Berdasarkan data Energy Market Authority (EMA) Singapura, kontribusi gas alam terhadap pembangkitan listrik meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir, dari 60,8% pada 2003 menjadi 93,11% pada 2025..

Menteri Energi sekaligus Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengurangan ekspor gas ke Singapura masih berada dalam batas kontrak yang disepakati…

Selain itu, pada 19 Oktober 2026, perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, mengumumkan kesepakatan pengembangan dua pembangkit nuklir terapung berkapasitas gabungan 200 MW di Maluku Utara..

Kementerian Energi, Perdagangan. Di samping itu, Industri Singapura (METI) bersama Energy Market Authority (EMA) pada Senin (26/10/2026) mengumumkan tiga program untuk memperkuat keahlian nasional di bidang nuklir, mulai dari sektor pemerintahan, industri, hingga perumusan kebijakan energi. juga perlu diperhatikan..

Secara historis, nilai ekspor gas alam Indonesia menunjukkan tren penurunan.

Pasalnya, sebagian besar kebutuhan listrik negara tersebut masih ditopang oleh gas alam, termasuk pasokan impor dari Indonesia, ditambah lagi dengan Malaysia…

Secara keseluruhan, porsi energi baru. Selain itu, terbarukan (EBT), termasuk nuklir dalam klasifikasi tersebut, diproyeksikan meningkat dari 15,9% pada 2025 menjadi 73,6% dalam bauran pembangkitan listrik nasional pada 2060…

Salah satu teknologi yang se. Di samping itu, g dikaji adalah small modular reactor (SMR), yakni reaktor nuklir berukuran lebih kecil dengan kapasitas hingga sekitar 300 megawatt (MW) per unit. juga perlu diperhatikan..

Pengembangan energi nuklir sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun di berbagai negara.

Jakarta, CNBC Indonesia – Singapura mulai memperkuat persiapan pengembangan energi nuklir di tengah tingginya ketergantungan terhadap gas alam, termasuk pasokan dari Indonesia.

Perkembangan terkait Perbandingan Progres Pembangkit Energi Nuklir Singapura vs Indonesia akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By