Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jelang November: Ini 9 Indikator Ekonomi RI, Masih Aman atau Bahaya? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 63.789 pekerja melaporkan terkena PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan sepanjang Januari-September 2026..
// .
Jakarta, Equityworld Futures – Beberapa hari lagi, Oktober akan berakhir sekaligus kita akan memasuki dua bulan terakhir pada 2026…
Komponen tersebut tumbuh 5,06%, ditambah lagi dengan menyumbang 2,67 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi…
Untuk melihat perkembangan ekonomi dari sisi penduduk, salah satu indikator yang bisa digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita..
Hal ini disebabkan oleh pekerja memiliki waktu hingga enam bulan sejak tanggal PHK untuk mengajukan klaim, akibatnya Datanya juga masih dapat berubah..
Posisi tersebut menjadi yang terlemah sejak awal Juni 2026 atau dalam hampir lima bulan terakhir..
Perkembangan daya beli juga bisa dilihat dari penjualan eceran..
Lima provinsi tersebut menyumbang lebih dari separuh laporan PHK nasional..
Secara nominal, PDB per kapita dalam rupiah naik sekitar 6,5%.
Perjalanan ekonomi Indonesia sepanjang Oktober diwarnai perkembangan yang cukup beragam.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan tajam setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market..
// .
Lonjakan impor sebagian memang bisa menjadi tanda meningkatnya kegiatan produksi, terutama jika barang yang masuk berupa bahan baku. Tak hanya itu, barang modal turut berperan penting..
Jika biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, harga barang di dalam negeri berpotensi ikut naik..
BI memilih mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober 2026.
Namun, kebutuhan impor yang besar juga meningkatkan permintaan dolar AS. Selain itu, dapat menambah tekanan terhadap rupiah…
Belanja pemerintah meningkat 15,97%, ditopang pembayaran gaji ke-13 serta kenaikan belanja pegawai, barang, sekaligus jasa..
Peningkatan tersebut antara lain didukung permintaan selama perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia..
Ekspor logam, misalnya nikel, besi. Selain itu, baja, serta aluminium ikut menopang surplus…
Pertumbuhan tahunan yang masih tipis menunjukkan konsumsi masyarakat tetap berjalan,. Akan tetapi belum meningkat cukup kuat. tidak boleh diabaikan..
Meski demikian, pertumbuhan impor yang jauh lebih tinggi daripada ekspor tetap perlu diperhatikan..
Data pertumbuhan ekonomi terbaru masih berasal dari kuartal kedua 2026.
Selain rupiah, tekanan juga terlihat di pasar saham Indonesia.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, Indonesia membukukan surplus perdagangan US$7,25 miliar.
Dalam perdagangan intraday, rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp18.100/US$.
Sementara inflasi sejak awal tahun hingga September tercatat sebesar 2,17%..
Ba. Selain itu, Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy)…
Penurunan terutama berasal dari normalisasi belanja masyarakat setelah meningkat pada Agustus..
Konsumsi masyarakat masih bergerak positif, keyakinan konsumen tetap optimistis,. Selain itu, neraca perdagangan mencatat surplus besar..
Indeks melonjak 5,65% pada Selasa (20/10/2026), ditambah lagi dengan melanjutkan pemulihannya hingga ditutup di posisi 5.439,26 pada Jumat (23/10/2026)…
Inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah juga melandai dari 3,32% menjadi 3,25%..
Selain itu, pasar keuangan domestik juga se. Tak hanya itu, g mengalami gejolak setelah MSCI, yakni lembaga penyedia indeks saham global membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone market. turut berperan penting..
Meski mulai bangkit, pergerakan IHSG belum sepenuhnya pulih.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto juga tumbuh 6,87%..
Investor asing masih mencatatkan penjualan bersih dalam jumlah besar, se, ditambah lagi dengan gkan ketidakpastian mengenai keputusan akhir MSCI diperkirakan tetap membayangi pasar saham Indonesia hingga 2027…
Sebaliknya, ekspor hanya tumbuh 4,13%, se. Di samping itu, gkan impor melesat 8,82% juga perlu diperhatikan..
Pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, serta tingginya imbal hasil obligasi juga membuat investor semakin berhati-hati..
// .
Survei Konsumen BI menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dari 118,5 pada Agustus menjadi 118,1 pada September 2026.
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,55 miliar.
Karena itu, kenaikan PDB per kapita tetap perlu dibaca bersama kondisi lapangan kerja, konsumsi, kemiskinan,, ditambah lagi dengan ketimpangan pendapatan…
Sejak awal tahun, IHSG telah merosot sekitar 37,1%..
Gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi baru akan terlihat ketika BPS merilis pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga pada awal November..
Data ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis pada November akan memberikan gambaran terbaru mengenai kemampuan perekonomian dalam menciptakan pekerjaan di tengah masih tingginya jumlah PHK..
Dari dalam negeri, kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI ikut memicu keluarnya sekaligus a asing dan meningkatkan kebutuhan dolar AS…
Sejumlah data yang dirilis pada awal November, mulai dari pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, inflasi Oktober, perdagangan September, hingga kondisi ketenagakerjaan Agustus, akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kekuatan ekonomi Indonesia menjelang akhir 2026..
Indeks Ekspektasi Konsumen meningkat dari 127,6 menjadi 128,7..
CNBC Indonesia telah merangkum sejumlah indikator perekonomian dalam negeri menjelang berakhirnya Oktober 2026. .
Data tersebut menunjukkan konsumen masih percaya bahwa kondisi ke depan akan membaik.
Namun, pelemahan rupiah, inflasi pangan, pertumbuhan impor, serta tingginya jumlah PHK masih perlu mendapat perhatian..
// .
Namun, posisinya semakin mendekati batas atas target sebesar 3,5%..
Aksi jual investor asing turut menekan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan.
Hal ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh perekonomian Indonesia., akibatnya Perkembangannya perlu terus diperhatikan..
Kondisi pasar tenaga kerja masih menjadi tantangan menjelang berakhirnya Oktober..
Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama.
Indeks Penjualan Riil pada Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli yang sebesar 1,1%..
Dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp16.670/US$, rupiah telah kehilangan sekitar 8,58% nilainya terhadap dolar AS..
// .
Data inflasi terbaru masih berasal dari September 2026.
Tekanan terbesar menjelang berakhirnya Oktober terlihat pada nilai tukar rupiah..
// .
Indikator ini belum menggambarkan pembagian pendapatan maupun kenaikan biaya hidup yang dirasakan setiap rumah tangga..
Keyakinan konsumen masih berada dalam zona optimistis, meskipun sedikit menurun..
Tekanan berlanjut pada Senin (19/10/2026) ketika indeks kembali turun 3,64% menjadi 4.996,61..
Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dunia, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi, serta ketidakpastian mengenai arah suku bunga The Federal Reserve..
Namun, secara keseluruhan ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,45% sepanjang semester pertama tahun ini..
Namun, angka tersebut tidak menunjukkan bahwa setiap penduduk Indonesia memiliki pendapatan Rp83,7 juta per tahun..
Angka tersebut belum menggambarkan seluruh kasus PHK di Indonesia terjadi karena hanya mencakup pekerja yang dilaporkan melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan…
Namun, secara bulanan penjualan September diperkirakan turun 2,3%.
Pemulihan IHSG pada pekan berikutnya ditopang aksi beli pada saham yang sudah terkoreksi dalam, rencana pembelian kembali saham atau buyback, serta dukungan terhadap saham perbankan BUMN..
// .
Ekspor mencapai US$26,61 miliar atau tumbuh 6,72% secara tahunan.
Data perdagangan terbaru yang tersedia masih berasal dari Agustus 2026..
Namun, tekanan terhadap nilai tukar rupiah terlihat masih terjadi, serta inflasi yang kian mendekati batas atas target Bank Indonesia (BI), sementara jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. .
Inflasinya meningkat dari 4,06% pada Agustus menjadi 5,03% pada September, terutama akibat kenaikan harga cabai, beras, telur, sekaligus daging ayam…
Data tersebut akan menunjukkan apakah Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5% setelah kenaikan suku bunga. Di samping itu, tekanan rupiah. juga perlu diperhatikan..
Inflasi memang masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.
Pekerja yang mengundurkan diri, pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia juga tidak masuk dalam perhitungan..
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG ambruk 11,57% ke posisi 5.185,11.
Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,8%, setelah pada Juli mengalami kontraksi 0,1%.
Secara bulanan, harga barang. Di samping itu, jasa naik 0,30% juga perlu diperhatikan..
// .
Oleh sebab itu, Tekanan terhadap pasar saham muncul. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah kemungkinan perubahan klasifikasi MSCI dapat mengurangi daya tarik saham Indonesia di mata investor global..
Penurunan terutama terlihat pada penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Pertumbuhan impor yang lebih tinggi membuat perdagangan luar negeri belum banyak membantu pertumbuhan ekonomi..
BI memperkirakan penjualan eceran pada September tumbuh 1,4% secara tahunan dengan Indeks Penjualan Riil mencapai 221,3.
Jawa Barat mencatat jumlah tertinggi dengan 13.044 pekerja, disusul Banten 7.733 orang, Jawa Timur 6.154 orang, Jawa Tengah 5.585 orang,. Di samping itu, DKI Jakarta 4.587 orang juga perlu diperhatikan..
Data tahunan terbaru menunjukkan PDB per kapita Indonesia mencapai Rp83,7 juta atau sekitar US$5.083 pada 2025.
Data perdagangan September akan menjadi salah satu indikator penting pada awal November, terutama untuk melihat dampak kenaikan harga minyak terhadap tagihan impor migas Indonesia..
Angkanya meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp78,6 juta atau US$4.960..
PDB per kapita dihitung dengan membagi nilai perekonomian nasional dengan jumlah penduduk.
Sementara itu, inflasi inti justru turun dari 2,92% menjadi 2,84%.
Sementara impor tercatat UStumbuh jauh lebih tinggi sebesar 19,09%.3,06 miliar sekaligus tumbuh jauh lebih tinggi sebesar 19,09%…
Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 4,76% menjadi 4,68%..
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia memasuki November dalam kondisi tetap tumbuh,. Akan tetapi tekanan terhadap stabilitas mulai meningkat. tidak boleh diabaikan..
Nilainya melonjak dibandingkan surplus tipis US2 juta pada Juli sekaligus menjadi surplus bulanan terbesar sejak September 2025…
Jika benar-benar diturunkan menjadi standalone market, saham Indonesia berisiko dikeluarkan dari sejumlah indeks acuan yang digunakan pengelola. Di samping itu, a internasional. juga perlu diperhatikan..
Tekanan terbesar datang dari kelompok harga pangan bergejolak.
// .
// .
Pertumbuhannya melambat dibandingkan kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61%.
Walaupun Surplus tersebut berasal dari perdagangan nonmigas sebesar UStetapi8,54 miliar,, tergerus defisit migas yang mencapai US,29 miliar. masih menjadi prioritas..
Saat itu, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,90 juta menjadi 147,67 juta orang.
Pertumbuhannya terutama ditopang kelompok suku ca, ditambah lagi dengan g dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau…
Namun, suku bunga Deposit Facility dinaikkan 25 basis poin menjadi 5%, se. Di samping itu, gkan Lending Facility dipertahankan sebesar 6,5%. juga perlu diperhatikan..
BPS mencatat inflasi Indonesia mencapai 3,28% secara tahunan, naik dari 3,19% pada Agustus, ditambah lagi dengan 2,88% pada Juli…
Namun, posisinya masih jauh di bawah penutupan akhir 2025 sebesar 8.646,94.
Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, terutama terjadi karena sekitar 70% impor Indonesia berupa bahan baku. Tak hanya itu, bahan penolong.. turut berperan penting..
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini turun dari 109,4 menjadi 107,5..
Angkanya tetap berada di atas 100, yang menunjukkan masyarakat masih optimistis melihat kondisi ekonomi..
Secara lebih luas, data pasar tenaga kerja terbaru masih berasal dari Februari 2026.
Sebaliknya, harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang justru membaik.
Aktivitas konsumsi masih terpantau tumbuh. Tak hanya itu, neraca perdagangan tetap mencatat surplus. turut berperan penting..
Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,06% ke posisi Rp18.050/US$ pada perdagangan Senin (26/10/2026), dari penutupan sebelumnya di Rp18.040/US$..
Namun, penilaian terhadap penghasilan, lapangan kerja,, ditambah lagi dengan kegiatan belanja saat ini mulai sedikit melemah…
Perkembangan terkait Jelang November: Ini 9 Indikator Ekonomi RI, Masih Aman atau Bahaya? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Harga Emas Tembus Rekor 2024, Prediksi Kenaikan Menuju $3.000 di Tahun 2025
- Equityworld Trillium Surabaya – Risalah Rapat Fed Di Bulan Juni