Equity World Futures Surabaya – Boston Fed President Susan Collins menyiratkan bahwa The Federal Reserve (The Fed) membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Langkah tegas ini berpotensi diambil jika data inflasi Amerika Serikat tidak menunjukkan penurunan yang berkelanjutan. Meskipun kebijakan moneter saat ini dinilai cukup ketat, The Fed tidak ingin terlambat mengambil tindakan jika proses disinflasi kembali tertahan.
Suku Bunga Saat Ini dan Potensi Kebijakan Ketat
Saat ini, suku bunga The Fed berada di kisaran 3,50%–3,75%. Collins menilai level ini masih mampu menekan inflasi secara bertahap, terlebih dengan dukungan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang. Namun, tanpa bukti kuat bahwa inflasi terus melandai, pengetatan kebijakan lebih lanjut tetap menjadi opsi utama demi menjaga stabilitas harga.
Semenjak ditahan pada Desember lalu, suku bunga acuan menghadapi tekanan dari beberapa faktor risiko inflasi, antara lain:
-
Tarif Impor AS: Kebijakan tarif impor dari pemerintah Donald Trump.
-
Krisis Energi: Lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik dengan Iran.
-
Booming Teknologi: Tingginya investasi pada sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Fokus Pasar: Rilis Data PCE Juli
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli. Ekonom memproyeksikan Core PCE tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year), setara dengan bulan sebelumnya dan masih berada jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
