Equity World Futures Surabaya – Nilai tukar dolar AS bergerak naik tipis pada perdagangan Senin (24/8), namun masih tertahan di sekitar level terendah dalam tiga bulan terakhir. Indeks Dolar Spot menguat 0,14% ke posisi 98,88, berusaha bangkit setelah terkoreksi sekitar 1% pada pekan sebelumnya. Pasar menilai dampak program pembelian kembali (buyback) obligasi oleh Departemen Keuangan AS makin terbatas dalam menyokong penguatan greenback.
Tekanan Utang AS dan Defisit Fiskal
Langkah Departemen Keuangan AS menaikkan batas buyback obligasi jangka panjang menjadi minimal US$4 miliar per operasi—guna menjaga likuiditas pasar—belum mampu meredam kekhawatiran pelaku pasar. Fokus investor tertuju pada masalah struktural yang lebih besar:
-
Total Utang Pemerintah AS: Menembus lebih dari US$40 triliun.
-
Defisit Anggaran Tahunan: Mendekati angka US$1,8 triliun.
Besarnya beban fiskal ini membuat keunggulan imbal hasil (yield) aset AS belum cukup kuat untuk memicu lonjakan permintaan terhadap dolar.
Perang Tarif dan Dinamika Mata Uang Global
Sentimen negatif terhadap dolar AS diperparah oleh memanasnya tensi perdagangan di kawasan Amerika Utara. Beberapa poin penting perkembangan mata uang utama meliputi:
-
Dolar Kanada (CAD): Melemah 0,4% menyusul buntunya negosiasi dagang AS-Kanada serta penerapan tarif 50% oleh AS atas produk Kanada senilai US$20 miliar. Pemerintah Kanada telah menyiapkan tarif balasan yang berlaku mulai 8 September.
-
Yen Jepang (JPY): Tertahan di kisaran 159 per dolar AS.
-
Euro (EUR): Stabil di dekat level US$1,17.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
