Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Terbelah: Won-Korea Perkasa, Rupiah-Ringgit Masuk Zona Merah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ringgit Malaysia juga terkoreksi 0,10% ke MYR 4,039/US$, disusul rupiah yang melemah 0,06% ke posisi Rp17.695/US$. .
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pagi ini.
Peso melemah 0,12% ke posisi PHP 61,725/US$..
Data aktivitas jasa AS yang kuat pada Jumat ikut menahan aksi jual dolar lebih lanjut,. Akibatnya, DXY pagi ini hanya bergerak tipis…
Meski begitu, tekanan terhadap dolar AS tidak bergerak lurus pada awal perdagangan Asia.
Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini per pukul 09.15 WIB terpantau menguat tipis 0,02% ke posisi 98,821..
“Pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Treasury pada dasarnya merupakan contoh lain dari pemerintah AS menggunakan alat yang tidak konvensional untuk mengelola biaya pinjaman,. Tak hanya itu, ini terjadi di tengah tingginya utang pemerintah, defisit fiskal yang membesar, serta ketidakpastian kebijakan,” ujar Kong, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..
Langkah tersebut sebelumnya diumumkan untuk membantu meredam lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Baht Thailand juga menguat cukup solid, yakni 0,24% ke THB 32,59/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak tak seragam dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (24/8/2026). .
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS.
Carol Kong, currency strategist Commonwealth Bank of Australia, menilai rencana pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS menjadi sinyal bahwa pemerintah menggunakan cara yang tidak biasa untuk mengelola biaya pinjaman..
Namun, pasar menilai kebijakan itu hanya menjadi peredam sementara. Tak hanya itu, justru memunculkan kekhawatiran baru terhadap kondisi fiskal AS. turut berperan penting..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.
Dolar Taiwan turut terparesiasi 0,16% ke posisi TWD 31,767/US$.
Yuan China turut melemah tipis 0,03% ke posisi CNY 6,722/US$..
Won menguat 0,45% ke posisi KRW 1.380,3/US$..
// .
Menurut Kong, kebijakan tersebut dapat menambah tekanan terhadap sentimen investor pada aset berbasis dolar AS..
Komentar Warsh akan dicermati untuk membaca arah kebijakan suku bunga AS. Di samping itu, pandangan The Fed terhadap pasar obligasi. juga perlu diperhatikan..
Sebagai contoh, ini mendorong lebih banyak lindung nilai dolar. Selain itu, diversifikasi,” ujar Kong.. sering terjadi ketika Berpotensi kita bisa melihat langkah..
Meski pagi ini naik tipis, posisi dolar AS masih berada dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Dong Vietnam menyusul dengan kenaikan 0,25% ke posisi VND 26.050/US$.
Pelaku pasar juga masih menunggu perkembangan lain pekan ini, termasuk rincian sanksi AS terhadap Iran. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole..
Yen Jepang. Di samping itu, dolar Singapura sama-sama menguat 0,05%. juga perlu diperhatikan..
“Saya bisa memahami mengapa orang khawatir operasi ini menjadi hambatan lain bagi sentimen investor terhadap aset dolar AS.
Alasannya adalah investor kembali mempertanyakan prospek utang, defisit fiskal, serta arah kebijakan pemerintah AS dalam mengelola biaya pinjaman. sehingga berdampak pada Tekanan terhadap dolar AS muncul…
Greenback masih rapuh setelah pasar mencermati rencana Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi tenor panjang..
Perkembangan terkait Asia Terbelah: Won-Korea Perkasa, Rupiah-Ringgit Masuk Zona Merah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Tarif LRT Jabodebek Hanya Rp 1 saat Lebaran | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Emas Melonjak Lagi, Tembus Level US$ 4700: Masa Gelap Berakhir?