Equity World Futures Surabaya – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat cenderung bergerak stabil pada Kamis malam setelah indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan terajam dalam tiga minggu terakhir. Lonjakan kembali imbal hasil (yield) Obligasi AS dan kenaikan harga minyak mentah membuat para investor tetap waspada terhadap lonjakan inflasi serta peningkatan biaya pinjaman.
Hingga pukul 20:05 ET (00:05 WIB), S&P 500 Futures menguat tipis 0,1% ke level 7.666,50 poin. Sementara itu, Nasdaq 100 Futures bergerak stagnan di 29.294,0 poin dan Dow Jones Futures tertahan di level 52.868,0 poin.
Pada sesi perdagangan reguler sebelumnya, tiga indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan signifikan:
-
Dow Jones Industrial Average: Anjlok 1,3%
-
S&P 500: Melemahn 0,9%
-
NASDAQ Composite: Turun 1,0%
Faktor Utama Pendorong Aksi Jual di Pasar Saham
-
Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS (Treasury Yields)
Pelemahan pasar terjadi seiring naiknya kembali imbal hasil Treasury, membalikkan sentimen positif yang sempat muncul sehari sebelumnya usai Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan pembelian utang jangka panjang. Imbal hasil Treasury 10-tahun naik mendekati 4,70%, sedangkan tenor 30-tahun menyentuh 5,25%. Kondisi ini mempertegas kekhawatiran pasar terhadap inflasi, pasokan utang negara, dan beban pinjaman pemerintah.
-
Tekanan pada Saham Sektor Teknologi
Kenaikan yield obligasi menekan prospek saham berbasis pertumbuhan dan teknologi karena meningkatkan tingkat diskonto pada perkiraan laba masa depan. Saham-saham teknologi raksasa terkoreksi secara masif dan memperberat langkah indeks Nasdaq.
-
Sinyal Inflasi dari Kenaikan Harga Minyak Bumi
Harga minyak mentah jenis Brent melonjak menembus $93 per barel dipicu ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang belum mereda. Lonjakan biaya energi ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan lebih lama, sehingga menyulitkan arah kebijakan moneter Bank Sentral.
Pergerakan Saham Penting: Walmart Hingga Deere & Company
-
Walmart Inc (NYSE: WMT): Anjlok drastis 9,2% akibat pertumbuhan penjualan kuartalan yang berada di bawah ekspektasi pasar. Manajemen turut memperingatkan potensi pelemahan daya beli konsumen akibat tingginya biaya bahan bakar. Sinyal negatif ini menyeret saham ritel dan konsumer lain seperti Amazon (AMZN), Home Depot (HD), dan American Express (AXP).
-
Deere & Company (NYSE: DE): Berhasil menahan gelombang pelemahan dengan melonjak 7% setelah menaikkan batas bawah proyeksi laba bersih tahunannya.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
