Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Kokas Meledak, Baja India Terancam Kehilangan Nafas yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Merujuk Refinitiv, harga batua bara pada perdagangan Kamis (20/8/2026) diitutup di posisi US$ 136,25 per ton.
Oleh sebab itu, menekan margin produsen baja India sekaligus menunda ekspansi kapasitas industri baja. menjadi konsekuensi dari Dari India dilaporkan, harga batu bara kokas (coking coal) melonjak 25% tahun ini..
Dibandingkan batu bara termal yang digunakan untuk pembangkit listrik, batu bara kokas memiliki kandungan karbon lebih tinggi serta kadar abu, ditambah lagi dengan kelembapan yang lebih rendah…
Negara tersebut menargetkan kapasitas produksi baja mencapai 500 Mtpa pada 2047, yang sebagian besar akan mengandalkan teknologi tanur tinggi (blast furnace)..
Batu bara, ditambah lagi dengan minyak adalah komoditas yang saling mensubstitusi. Akibatnya, harganya saling memengaruhi….
Permintaan impor India yang kuat serta gangguan pasokan membuat pasar batu bara kokas melalui jalur laut yang sebelumnya seimbang menjadi lebih ketat..
Masalahnya, produsen baja India menghadapi dilema.
Kenaikan harga ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 1,98% dalam empat hari terakhir..
Sementara minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, naik lebih dari 2% menjadi US$93,78 per barel..
Dikutip dari Reuters, harga premium coking coal Australia secara FOB melonjak 25% dalam tujuh bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Banmeet Khurmi, kepala layanan pasar batu bara metalurgi, ditambah lagi dengan kokas di konsultan CRU yang berbasis di Sydney…
Kapasitas produksi baja mencapai sekitar 220 juta ton per tahun (Mtpa) pada tahun fiskal 2026, naik 10% secara tahunan.
Kondisi ini berpotensi semakin menggerus margin keuntungan produsen baja India..
India sendiri terus meningkatkan kapasitas produksi bajanya.
Harga kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik hampir 3% menjadi US$86,83 per barel.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari lambatnya peningkatan produksi tambang baru, kenaikan biaya akibat perang Iran, gangguan pasokan di Australia, hingga ledakan mematikan di tambang batu bara Shanxi, China, yang menewaskan lebih dari 80 orang dalam salah satu kecelakaan pertambangan terburuk di China dalam beberapa tahun terakhir..
// .
Perusahaan tambang raksasa BHP mengatakan harga batu bara untuk pembuatan baja menguat dibandingkan level 2025. .
Namun, analis memperkirakan biaya batu bara kokas bagi produsen baja India masih akan tetap tinggi setidaknya hingga paruh kedua 2026, akibat berkurangnya pasokan dari China. Tak hanya itu, Australia. turut berperan penting..
Batu bara metalurgi ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam proses produksi baja.
Hal ini disebabkan oleh harga minyak,, akibatnya Harga batu bara masih membara, salah satunya..
Ketergantungan yang sangat besar terhadap impor membuat gangguan pasokan, ditambah lagi dengan lonjakan harga sepanjang tahun semakin menekan produsen baja India…
India sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan batu bara kokasnya, bahkan mencapai 95% dari total permintaan..
Alasannya adalah harus menghadapi persaingan dari produk baja China sehingga berdampak pada Mereka harus membayar lebih mahal untuk bahan baku utama,. Akan tetapi sulit menaikkan harga baja. tidak boleh diabaikan…
Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara masih membara di tengah kenaikan harga minyak. Di samping itu, persoalan pasokan. juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Harga Batu Bara Kokas Meledak, Baja India Terancam Kehilangan Nafas akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Masyarakat Sipil Bisa Akses Hibah dari FAO hingga Rp 1,2 M
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Ambruk Rp 36.000, ke Rp 2,6 Juta