0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Suam-Suam Kuku, Ada Kuat Sentimen Penggerak yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama.

Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait.

Di saat bersamaan, pembangkitan listrik berbasis batu bara India meningkat 14% secara tahunan pada Juni, se. Tak hanya itu, gkan pembangkitan hidro turun 20% turut berperan penting..

Gangguan pasokan gas alam cair atau LNG membuat sejumlah negara Asia kembali meningkatkan penggunaan batu bara untuk menjaga keamanan energi..

Kenaikan terutama berasal dari China, Jepang,. Di samping itu, Korea Selatan yang meningkatkan pembelian untuk menghadapi puncak kebutuhan listrik musim panas. juga perlu diperhatikan..

Harga turun 1,07% menjadi US4,05 pada Kamis. Selain itu, melemah tipis ke US4,00 pada Jumat…

Harga turun tipis US$0,05 atau 0,04% dibandingkan perdagangan sebelumnya..

Batu bara kemudian melonjak 3,55% ke US$135,50 pada Rabu.

Harga batu bara internasional yang masih tinggi. Selain itu, pasokan domestik yang melimpah membuat pembeli India menahan impor…

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan. Tak hanya itu, gan Equityworld Futures Research turut berperan penting..

Jakarta, Equityworld FuturesΒ – Harga batu bara acuan Newcastle mengakhiri perdagangan Jumat (31/7/2026) di US$134,00 per ton.

Persediaan batu bara di pembangkit listrik India turun menjadi sekitar 13-14 hari konsumsi pada akhir Juli.

Sebanyak 29 dari 190 pembangkit yang dipantau juga berada dalam kondisi persediaan kritis..

Kenaikan harga minyak. Selain itu, biaya angkut dapat membuat batu bara impor semakin mahal, khususnya bagi India dan negara berkembang lainnya…

Namun, terdapat peluang permintaan kembali meningkat.

India membakar lebih banyak batu bara untuk memenuhi permintaan listrik.

Harga batu bara jatuh 2,14% ke US$132,50 pada Senin, kemudian kembali turun 1,25% menjadi US$130,85 pada Selasa..

Peningkatan permintaan tersebut sempat membawa indeks mingguan batu bara Newcastle berkalori 6.000 kilokalori per kilogram menuju level tertinggi dalam empat pekan.

Korea Selatan juga meningkatkan pembangkitan batu bara, sementara Jepang menambah pengadaan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan LNG..

Impor batu bara termal Asia diperkirakan meningkat selama tiga bulan berturut-turut pada Juli.

Permintaan meningkat terjadi karena konsumsi listrik tinggi, sementara harga batu bara impor kembali kompetitif dibandingkan pasokan domestik..

Meskipun berakhir melemah, permintaan dari Asia masih memberikan penopang bagi harga batu bara..

Tekanan jual langsung terlihat pada awal pekan.

Impor batu bara termal India diperkirakan turun menjadi sekitar 10,88 juta ton pada Juli, dari 12,30 juta ton pada Juni.

Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Agustus tahun lalu..

Indeks manajer pembelian atau PMI manufaktur turun menjadi 49,2 dari 50,3 pada Juni.

Indeks pesanan baru bahkan jatuh ke 48,5, terendah sejak 2023..

Perlambatan manufaktur. Tak hanya itu, sektor properti dapat membatasi permintaan energi industri. Akibatnya, menjadi risiko bagi kenaikan batu bara berikutnya. turut berperan penting…

Sementara itu, impor Korea Selatan diproyeksikan meningkat menjadi 8,54 juta ton dari 6,08 juta ton..

Jika stok terus berkurang sekaligus harga impor mulai lebih menarik, India berpotensi kembali aktif di pasar internasional…

Dari China, aktivitas manufaktur pada Juli juga kembali mengalami kontraksi.

Impor batu bara termal Negeri Panda mencapai 30,60 juta ton pada Juni, melonjak 38,3% dibandingkan Mei. Di samping itu, menjadi posisi tertinggi sejak Februari. juga perlu diperhatikan..

Konflik di Timur Tengah turut memberikan dukungan terhadap batu bara.

Berbeda dengan negara Asia lainnya, permintaan impor India masih tertahan.

Secara mingguan, batu bara melemah US$1,40 atau 1,03% dari posisi US$135,40 per ton pada akhir pekan sebelumnya..

Pembelian batu bara Australia oleh China bahkan melesat 91,3% secara bulanan menjadi 6,36 juta ton.

Sepanjang pekan, penutupan tertinggi tercatat di US5,50. Tak hanya itu, terendah di US0,85 turut berperan penting..

// .

Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga berdampak pada kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut…

Rentang pergerakannya mencapai US$4,65 atau sekitar 3,43%, menunjukkan volatilitas masih tinggi..

Impor Jepang diperkirakan mencapai 10,46 juta ton pada Juli, naik dari 7,51 juta ton pada Juni.

Perkembangan terkait Harga Batu Bara Suam-Suam Kuku, Ada Kuat Sentimen Penggerak akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By