Equity World Futures Surabaya – Harga minyak dunia ditutup melemah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan akan tetap melanjutkan negosiasi diplomatik. Sentimen ini muncul di tengah ketegangan baru akibat serangan susulan yang sempat mengganggu gencatan senjata dan jalur lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Perkembangan Harga Minyak WTI dan Brent
-
Minyak WTI (West Texas Intermediate): Harga minyak mentah acuan AS ini turun 0,9% dan ditutup pada level US$ 71,41 per barel di bursa New York. Meski melemah di akhir hari, WTI tetap mencatat keuntungan mingguan sekitar 4%.
-
Minyak Brent: Kontrak minyak Brent untuk pengiriman September tergelincir 0,4% ke posisi US$ 76,01 per barel. Pergerakan harga sempat memangkas kerugian sebelum akhirnya kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
Negosiasi Diplomatik Tetap Berjalan di Tengah Konflik
Meski menyatakan gencatan senjata usai, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak yang bertikai akan terus berjalan.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa diskusi teknis saat ini masih berlangsung. Di sisi lain, delegasi dari Qatar dilaporkan telah tiba di Iran untuk membantu mendukung upaya diplomasi tersebut.
Dampak Terhadap Jalur Pasokan Selat Hormuz
Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa konflik yang kembali memanas antara AS dan Iran dapat mengganggu upaya pemulihan stok minyak global yang sempat menipis akhir tahun ini.
Kekhawatiran pasar kian meningkat seiring anjloknya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz:
-
Berdasarkan data pelacakan kapal, aktivitas di jalur air strategis tersebut masih sangat terbatas setelah sempat hampir lumpuh total pada hari Kamis.
-
Setidaknya ada dua kapal supertanker (supertanker) minyak yang dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut pada hari Jumat melalui rute yang dilindungi oleh Amerika Serikat.
Langkah Strategis UEA dan Analisis Pasar
Di tengah situasi yang memanas, Uni Emirat Arab (UEA) justru meningkatkan produksi minyak mentahnya hingga mencapai rekor tertinggi pada bulan lalu. Langkah Abu Dhabi ini dilakukan demi menjaga stabilitas aliran energi regional selama konflik berlangsung.
Analisis Pengamat: Scott Shelton, seorang spesialis energi di TP ICAP Group, menilai bahwa pergerakan harga saat ini menunjukkan pasar memprediksi konflik tidak akan berlangsung lama. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa prospek permintaan dan penawaran (supply-and-demand) minyak global justru berpotensi melemah secara signifikan setelah konflik ini berakhir.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
