Equity World Futures Surabaya – Saham Chip AI Wall Street Berguguran akibat Kekhawatiran PasarEquity World Futures Surabaya – Saham Chip AI Wall Street Berguguran akibat Kekhawatiran Pasar
0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Equity World Futures Surabaya – Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup memerah pada perdagangan Selasa (7/7). Melemahnya bursa AS ini dipicu oleh aksi jual massal pada sektor teknologi, khususnya saham chip semikonduktor.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,4%, sementara Nasdaq 100 yang padat teknologi merosot hingga 1,8%. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average terpangkas 131 poin, berbalik arah setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Investor Mulai Pertanyakan Investasi AI

Tekanan terbesar di bursa saham kali ini datang dari sektor semikonduktor. Para investor mulai bersikap skeptis dan mempertanyakan apakah perusahaan raksasa berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu membenarkan pengeluaran infrastruktur mereka yang bernilai sangat fantastis. Kekhawatiran akan fenomena bubble atau jenuhnya investasi AI ini kembali memukul harga saham para produsen chip.

Sentimen negatif ini tetap membayangi pasar meskipun raksasa teknologi Samsung baru saja melaporkan lonjakan laba kuartalan hingga 19 kali lipat.

Selain itu, pasar menjadi jauh lebih berhati-hati setelah muncul laporan bahwa perusahaan asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI mereka sendiri. Langkah DeepSeek ini dinilai berpotensi memperketat persaingan global di sektor teknologi masa depan.

Kinerja Saham Chip: AMD & Intel Merosot, Nvidia Bertahan

Aksi jual massal ini membuat beberapa saham produsen chip papan atas mencatatkan penurunan yang cukup tajam:

  • Intel: Anjlok paling dalam sebesar 9,7%

  • AMD: Merosot tajam 6,5%

  • Micron: Turun 4,7%

  • Broadcom: Melemah 0,8%

Menariknya, Nvidia justru berhasil melawan arus dengan mencatatkan kenaikan tipis 0,7%. Hal ini menunjukkan bahwa investor kini menjadi jauh lebih selektif dan hanya memilih saham yang dianggap benar-benar memiliki fundamental kuat di ekosistem AI.

Efek Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS dan Isu Geopolitik

Selain tekanan dari sektor teknologi, pelemahan pasar secara bursa keseluruhan juga dipicu oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Lonjakan yield ini terjadi setelah adanya laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz. Insiden sengketa geopolitik tersebut kembali memicu kekhawatiran global terkait inflasi energi.

Di luar sektor teknologi, beberapa saham dari industri lain juga ikut melemah, seperti perusahaan manufaktur Caterpillar yang turun 3,1% dan raksasa sistem pembayaran Visa yang terkoreksi 1,4%.

 


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %