Equity World Futures Surabaya – Indeks Dolar AS (DXY) terpantau kehilangan momentum pada perdagangan Senin (29/6) dan bergerak melemah di kisaran 101.10. Meski mengalami koreksi, posisi dolar masih bertahan dekat dengan level tertinggi terbarunya akibat aksi ambil untung (profit taking) para investor yang mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS minggu ini.
Secara umum, greenback masih mendapat sokongan kuat dari rilis aktivitas ekonomi AS yang solid, tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu yang lebih lama. Faktor-faktor inilah yang terus memberikan tekanan bagi mata uang utama lainnya.
Pergerakan Matauang Utama: EUR, GBP, dan JPY
Melemahnya indeks dolar memberikan sedikit napas bagi beberapa mata uang rival. Berikut adalah rangkuman pergerakan pasangan mata uang utama:
1. EUR/USD Rebound ke Level 1.1420
Euro berhasil pulih ke kisaran 1.1420 setelah pelaku pasar mencerna beragam data sentimen zona euro dan pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, di ECB Forum on Central Banking 2026. Lagarde memperingatkan bahwa Eropa masih dibayangi risiko tekanan inflasi. Namun, ia menegaskan bahwa ketahanan ekonomi kawasan memberikan ruang bagi ECB untuk menaikkan suku bunga tanpa memicu tekanan signifikan pada sistem keuangan.
2. GBP/USD Menguat Terbatas
Pasangan GBP/USD ikut merangkak naik ke sekitar level 1.3260 memanfaatkan pelemahan dolar AS. Kendati demikian, penguatan Poundsterling cenderung terbatas karena investor memilih bersikap wait and see menanti rilis data ekonomi terbaru dari Inggris sembari tetap waspada terhadap sentimen risiko global.
3. USD/JPY Bertahan di Level Tinggi
Di sisi lain, USD/JPY terpantau masih kokoh berada di kisaran 161.90. Mata uang Yen Jepang terus berada di bawah tekanan berat akibat melebarnya divergensi (perbedaan) kebijakan moneter yang sangat kontras antara The Fed dan Bank of Japan (BoJ).
AUD/USD Melemah Jelang Rilis Risalah RBA dan Data China
Berbeda dengan Euro dan Poundsterling, Dolar Australia justru melemah ke kisaran 0.6890. Penurunan AUD/USD ini terjadi menjelang rilis notulen (minutes) rapat Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa.
Fokus Pasar: Investor sedang berburu petunjuk mengenai kekhawatiran inflasi di Australia serta peluang adanya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral.
Selain agenda domestik Australia, pergerakan AUD ke depan juga akan sangat dipengaruhi oleh rilis data PMI manufaktur dan non-manufaktur dari China, mengingat posisi China sebagai mitra dagang utama Australia.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
