0 0
Read Time:5 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 4 Bulan Berkuasa, ke Mana Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun dalam jangka panjang, ia mengatakan pemimpin baru tetap perlu tampil agar dapat membangun otoritas di mata publik maupun elite politik..

Meski terluka, masyarakat perlu melihat bahwa ada seseorang yang memimpin negara” kata Taghi, pemilik toko di Isfahan,.

Penggantinya, Ali Khamenei, memulai dari titik yang berbeda.

Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin pertama Republik Islam setelah Revolusi 1979, memiliki kharisma sebagai tokoh revolusi sekaligus ulama paling berpengaruh di negaranya.

Dengan dukungan Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), ia menyingkirkan para pesaing politik. Tak hanya itu, memperluas pengaruh kantor Pemimpin Tertinggi hingga hampir ke seluruh aspek kehidupan politik Iran. turut berperan penting..

Komentar itu mencerminkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar absennya satu orang dari sebuah upacara pemakaman..

Posisinya nyaris tidak pernah dipersoalkan..

Meski demikian, tidak semua warga Iran melihat ketidakhadiran itu sebagai sesuatu yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang..

Penyebab utamanya adalah jabatan Pemimpin Tertinggi di Iran berbeda dengan kepala negara pada umumnya.,. Akibatnya, Persoalan itu menjadi penting terjadi…

Cedera itu disebut masih dalam tahap pemulihan..

Menurutnya, rendahnya profil publik Mojtaba memang dapat dikelola untuk sementara, terutama jika alasan utamanya adalah pemulihan cedera. Tak hanya itu, pertimbangan keamanan turut berperan penting..

Bahkan, tidak ada foto baru, pidato, ataupun pesan tertulis yang dirilis untuk menandai pemakaman pemimpin yang telah memimpin Iran selama 37 tahun itu..

Bagi Iran, pergantian pemimpin tertinggi bukan sekadar pergantian jabatan.

Presiden Masoud Pezeshkian terakhir kali memberi perkembangan mengenai kondisinya pada Mei.

Contohnya, itu, kehadiran seorang pemimpin tidak hanya bersifat seremonial,, juga menjadi simbol bahwa pemerintahan tetap berjalan. masih menjadi prioritas. dapat dilihat pada Walaupun Dalam situasi..

Perbedaannya, Ali Khamenei membangun otoritasnya melalui puluhan tahun kepemimpinan.

Karena itu, kehadiran seorang pemimpin memiliki makna yang melampaui fungsi administratif.

Menurutnya, kharisma Ruhollah Khomeini maupun otoritas Ali Khamenei merupakan sesuatu yang dibangun melalui krisis, ditambah lagi dengan pengalaman selama puluhan tahun, bukan sesuatu yang otomatis diwariskan…

Di sisi lain, faktor keamanan juga dinilai tidak kalah penting.

Iran masih menghadapi dampak perang dengan Amerika Serikat sekaligus Israel, ekonomi yang tertekan oleh sanksi, serta ketidakpastian politik setelah pergantian kepemimpinan yang berlangsung mendadak..

Mojtaba justru memulai masa jabatannya dalam situasi perang, ketika publik bahkan belum sempat melihatnya berbicara..

Ketidakhadirannya bahkan terasa mencolok pada momen yang paling simbolis: pemakaman ayahnya sendiri, Ayatollah Ali Khamenei, yang digelar Kamis (9/7) di Mashhad.

Pan. Tak hanya itu, gan serupa disampaikan Jason Brodsky dari United Against Nuclear Iran turut berperan penting..

Ada kebutuhan agar Pemimpin Tertinggi terlihat.

“Saya memahami bahwa dari sisi keamanan dia memang tidak seharusnya tampil di depan publik.

Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan Mojtaba belum tampil di depan publik..

Ia juga menjadi simbol kesinambungan sistem yang telah berdiri sejak Revolusi Iran 1979..

Ketidakhadiran Mojtaba juga memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang paling menentukan arah kekuasaan Iran saat ini..

Saat itu, ia mengatakan telah bertemu dengan Mojtaba, ditambah lagi dengan menyebut kesehatannya terus membaik…

Dalam sistem Republik Islam, posisi tersebut tidak hanya memegang otoritas politik. Tak hanya itu, militer tertinggi,. Akan tetapi juga memiliki legitimasi keagamaan turut berperan penting. tidak boleh diabaikan..

“Bagaimana menciptakan suksesi yang karismatik jika sosok penerusnya tidak pernah terlihat?” ujarnya kepada Reuters.

Saat ditunjuk pada 1989, ia memang pernah menjadi presiden,. Akan tetapi tidak dikenal sebagai ulama dengan otoritas keagamaan setara Khomeini. tidak boleh diabaikan..

Padahal, sejak Majelis Ulama menunjuknya sebagai pemimpin baru pada 8 Maret, seluruh keputusan tertinggi negara secara formal berada di tangannya..

Selama bertahun-tahun, ia membangun hubungan erat dengan jaringan koman. Selain itu, Garda Revolusi ketika memimpin kantor Ayatollah Ali Khamenei…

Namun sejumlah sumber senior di Iran yang dikutip Reuters menyebut dua faktor menjadi pertimbangan utama: kondisi kesehatan. Tak hanya itu, keamanan. turut berperan penting..

Farzan Sabet dari Geneva Graduate Institute juga melihat kecenderungan yang sama.

Ideologi resmi negara bahkan menempatkan Pemimpin Tertinggi sebagai wakil Imam ke-12 Syiah di bumi..

Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Lebih dari empat bulan setelah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei masih belum juga muncul di depan publik..

Sejumlah analis menilai hubungan dekat Mojtaba dengan IRGC menjadi salah satu alasan utama ia memperoleh dukungan untuk menduduki posisi tertinggi negara.

Jika pada era Ali Khamenei kantor Pemimpin Tertinggi menjadi pusat kendali, kini pengaruh IRGC diperkirakan akan semakin besar terjadi karena Mojtaba dinilai lebih bergantung pada dukungan institusi tersebut…

Di sinilah absennya Mojtaba menjadi persoalan yang lebih besar daripada sekadar tidak menghadiri pemakaman ayahnya.

Menurut sumber tersebut, Mojtaba mengalami cedera, termasuk luka di bagian wajah, dalam serangan Amerika Serikat. Tak hanya itu, Israel pada akhir Februari yang menewaskan ayahnya turut berperan penting..

Sementara itu, Alex Vatanka dari Middle East Institute menilai Mojtaba kemungkinan akan memerintah melalui institusi negara, bukan mendominasi institusi tersebut sebagaimana dilakukan ayahnya.

Ia menilai keseimbangan kekuasaan kini mulai bergeser.

Serangan yang menewaskan Ali Khamenei pada hari pertama perang menunjukkan bahwa posisi pemimpin tertinggi Iran kini menjadi sasaran yang sangat berisiko..

Mojtaba Khamenei menghadapi tantangan yang tidak jauh berbeda.

Te. Akan tetapi negara se. Tak hanya itu, g melalui masa yang sangat sulit turut berperan penting. tidak boleh diabaikan..

Profesor sejarah modern di University of St Andrews, Ali Ansari, menilai tantangan terbesar Mojtaba bukan sekadar memimpin negara, melainkan membangun legitimasi sebagai penerus..

Selama ia tetap berada di balik layar, ruang kosong itu akan terus memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana otoritas baru se. Di samping itu, g dibangun. juga perlu diperhatikan..

Contohnya, itu “tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.” dapat dilihat pada Menurutnya, kondisi..

Ia juga tidak memiliki reputasi sebagai ulama senior. Selain itu,, sebelum diangkat menjadi pemimpin, lebih dikenal mengelola jaringan kantor ayahnya dibanding tampil sebagai figur politik di ruang publik…

Namun, selama 37 tahun memimpin, Ali Khamenei perlahan mengonsolidasikan kekuasaan.

Di tengah prosesi yang dihadiri tokoh-tokoh utama Republik Islam Iran, tidak ada kemunculan Mojtaba, baik secara langsung maupun melalui rekaman video..

Perkembangan terkait 4 Bulan Berkuasa, ke Mana Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By