0 0
Read Time:6 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 8 Kabar Buruk Hantam RI di Awal Juli, Ekonomi Baik-Baik Saja? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Hal ini disebabkan oleh ekonomi AS yang kuat, inflasi yang masih tinggi, sekaligus pasar tenaga kerja yang belum banyak melemah bisa membuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama, akibatnya Kondisi ini menjadi penting…

Dalam waktu berdekatan, sejumlah data penting memberi sinyal bahwa kondisi Ekonomi RI se sekaligus g tidak benar-benar nyaman. ..

Alhasil, ini menjadi defisit pertama dalam enam tahun, ditambah lagi dengan terdalam sejak April 2019…

S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia turun tajam ke level 46,9 pada Juni dari sebelumnya 50 di Mei.

Dari luar negeri, tekanannya juga tidak kalah berat.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2025 yang hanya tumbuh 0,5%.

Jakarta, Equityworld Futures – Awal Juli 2026 dibuka dengan sederet kabar kurang sedap bagi Ekonomi Indonesia.

Berdasarkan Fed Rate Monitor Investing.com yang mengacu pada harga futures Fed funds CME, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pada FOMC 29 Juli 2026 berada di 28,8%.

Dalam riset BCA Economic and Industry, kenaikan inflasi ini tidak terlalu mengejutkan.

Dari luar negeri, tekanan juga datang dari Amerika Serikat (AS), yang kondisi ekonominya justru masih terlihat cukup kencang..

Berikut sejumlah tekanan yang membuat ekonomi RI tidak bisa disebut baik-baik saja pada awal Juli ini..

// .

Tekanan datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari dalam negeri, inflasi kembali naik, aktivitas manufaktur jatuh ke zona kontraksi,. Tak hanya itu, neraca dagang kembali defisit setelah enam tahun bertahan surplus. turut berperan penting..

Kabar kurang mengenakan berikutnya datang dari sektor manufaktur.

Secara bulanan, PCE price index naik 0,4%.

Pasar pun mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lagi.

BEA mencatat indeks harga personal consumption expenditures atau PCE price index naik 4,1% secara tahunan pada Mei 2026..

Empat indikator tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed kembali mengeras.

Pasar tenaga kerja AS juga masih cukup solid.

Nada hawkish juga terlihat dari proyeksi terbaru The Fed.

// .

// .

Angka tersebut menunjukkan permintaan tenaga kerja di AS belum melemah drastis, meski suku bunga sudah berada di level tinggi..

Oleh sebab itu, ikut mendorong kenaikan harga barang impor menjadi konsekuensi dari Pasalnya, rupiah masih melemah..

Berdasarkan data Job Openings and Labor Turnover Survey atau JOLTS, jumlah lowongan kerja di AS pada Mei 2026 masih berada di level 7,6 juta..

Kombinasi ini bisa membuat bank sentral AS tetap bersikap hawkish..

Angka ini memang masih berada dalam rentang sasaran inflasi Bank Indonesia.

Penyebab utamanya adalah Indonesia sebelumnya menikmati surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak April 2020,. Akibatnya, Catatan ini menjadi pukulan terjadi…

Kabar baiknya, ketegangan geopolitik yang mulai mereda telah membuat harga minyak acuan global turun tajam pada Juni.

Angka di bawah 50 ini menunjukkan aktivitas manufaktur tengah mengalami kontraksi. .

“Tidak a. Tak hanya itu, ya penyesuaian harga BBM domestik untuk menekan permintaan, ditambah harga minyak global yang tinggi dan rupiah yang lebih lemah, membebani neraca perdagangan turut berperan penting..

Meski harga energi global telah turun tajam dari level tertingginya selama masa perang, dua faktor lain masih dapat mendorong inflasi lebih tinggi ke depan.

Ekspor turun 5% yoy, terutama akibat pelemahan pengiriman minyak sawit, besi. Selain itu, baja, serta mesin, meskipun ekspor nikel tetap tangguh,” tulis ekonom senior DBS Radhika Rao…

Namun, pernyataannya tetap menegaskan bahwa aktivitas ekonomi AS tumbuh solid, pasar tenaga kerja relatif stabil,. Tak hanya itu, inflasi masih tinggi dibandingkan target 2%. turut berperan penting..

Produksi bisa tertahan, pesanan baru melemah,. Di samping itu, pelaku usaha cenderung lebih hati-hati dalam mengambil keputusan bisnis. juga perlu diperhatikan..

Pada pertemuan 16-17 Juni 2026, The Fed memang menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.

“Mengingat komitmen pemerintah untuk memanfaatkan, ditambah lagi dengan a SAL guna mendorong pertumbuhan kredit, kami dapat berasumsi bahwa inflasi inti akan tetap stabil atau berada dalam tren naik selama enam bulan ke depan,” tulis BCA dalam risetnya. ..

// .

Ia menilai kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia mulai kuartal III-2026..

// .

Selain itu, harga minyak global yang masih tinggi pada bulan sebelumnya juga ikut memberi tekanan terhadap harga di dalam negeri..

Dalam Summary of Economic Projections Juni 2026, median proyeksi federal funds rate untuk akhir 2026 naik menjadi 3,8%, dari proyeksi Maret yang sebesar 3,4%.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat initial jobless claims turun 12.000 menjadi 215.000 pada pekan yang berakhir 20 Juni 2026..

Selain ekonomi yang masih tumbuh, tekanan harga di AS juga belum reda.

Menurut rilis BPS, Indonesia mencatatkan defisit neraca dagang sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. .

Sementara itu, peluang suku bunga tetap ditahan di 3,50%-3,75% berada di 71,2%..

BEA mencatat kenaikan PDB AS pada kuartal I-2026 ditopang oleh investasi, ekspor, belanja pemerintah,. Selain itu, konsumsi masyarakat…

Proyeksi inflasi PCE 2026 juga dinaikkan menjadi 3,6%, dari sebelumnya 2,7%..

Ketika PMI jatuh cukup dalam, artinya kegiatan pabrik se. Di samping itu, g melambat juga perlu diperhatikan..

Ekonomi AS masih tumbuh, inflasi masih jauh di atas target, lowongan kerja tetap tinggi,. Selain itu, klaim pengangguran justru turun…

Sementara itu, core PCE yang tidak memasukkan komponen pangan sekaligus energi naik 3,4% secara tahunan dan 0,3% secara bulanan…

Hal ini disebabkan oleh menyerap banyak tenaga kerja, menggerakkan rantai pasok, sekaligus berkaitan erat dengan ekspor maupun konsumsi domestik., akibatnya Manufaktur adalah salah satu sektor penting dalam ekonomi Indonesia…

Bahkan, peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga juga mulai ikut diperhitungkan pasar..

Pelemahan rupiah dapat semakin diteruskan ke kenaikan harga barang domestik,. Selain itu, kemunculan El Nino yang diperkirakan terjadi dapat mendorong harga pangan lebih tinggi…

Ba, ditambah lagi dengan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34% secara tahunan atau year on year/yoy..

Rupiah masih harus berhadapan dengan dolar AS yang kuat, sementara kita juga perlu menjaga inflasi, nilai tukar,, ditambah lagi dengan momentum pertumbuhan ekonomi secara bersamaan…

Deretan data tersebut menjadi tekanan negatif dari dalam negeri.

Dengan kata lain, belum terlihat lonjakan besar pekerja yang kehilangan pekerjaan..

Penurunan klaim pengangguran ini menunjukkan tekanan di pasar tenaga kerja AS belum membesar.

Sinyal serupa juga terlihat dari data klaim pengangguran awal.

Bureau of Economic Analysis (BEA) mencatat produk domestik bruto atau gross domestic product (GDP) AS tumbuh 2,1% secara tahunan atau annual rate pada kuartal I-2026 berdasarkan estimasi final..

Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,44% month to month/mtm, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,79%..

// .

Ekonomi Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan daya tahan, pasar tenaga kerjanya belum melemah drastis, sementara inflasi masih jauh di atas target The Fed.

Hal ini disebabkan oleh ekspor tercatat US,20 miliar, sementara impor mencapai US,81 miliar. Defisit ini didorong oleh lonjakan impor minyak. Selain itu, gas sebesar 70% yoy, bersamaan dengan pembelian nonmigas yang tetap kuat., akibatnya BPS mencatat, defisit ini terjadi…

Sikap hawkish The Fed juga sudah terlihat pada FOMC terakhir.

Hal yang cukup mengejutkan datang dari neraca perdagangan.

Namun, posisinya sudah semakin dekat ke batas atas target plus minus 2,5%. .

Perkembangan terkait 8 Kabar Buruk Hantam RI di Awal Juli, Ekonomi Baik-Baik Saja? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By