Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait GAPPMI: RI Belum Siap Hadapi Regulasi Anti-deforestasi Eropa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Aturan ini mengharuskan produk yang diperdagangkan dihasilkan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Di samping itu, keberlanjutan.Adhi mengatakan pelaku usaha di industri makanan dan minuman akan terus bersiap demi menjaga daya saing di pasar global juga perlu diperhatikan..
Tenggat bagi operator besar diundur hingga 30 Desember 2026, se. Tak hanya itu, gkan bagi perseorangan serta usaha mikro dan kecil menjadi 30 Juni 2027 turut berperan penting..
Namun pemerintah mengunggulkan sistem pemantauan hutan nasional yang sudah tervalidasi secara nasional pada SIMONTANA (Sistem Monitoring Hutan Nasional) sejak tahun 2000.”SIMONTANA telah berkontribusi secara signifikan dalam penurunan angka deforestasi dalam dua dekade terakhir,” tutur Krisdianto pada Rabu, 11 Juni 2025..
Komoditas yang diatur dalam aturan ini di antaranya sapi, kakao, kopi, minyak kelapa sawit, karet, kedelai,, ditambah lagi dengan kayu—beserta produk turunannya.Kewajiban operator yang hendak ekspor ke Eropa harus memenuhi aspek ketelusuran, legalitas, dan bebas deforestasi..
Lukman mengatakan, sosialisasi kepada pelaku usaha terhadap ketentuan yang akan diberlakukan terus disampaikan.”Menurut saya kita harus koordinasi pemerintah untuk memperbaiki regulasi dalam negeri supaya kita siap,” katanya saat ditemui di The Westin Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.Kebijakan EUDR ini mengharuskan operator yang mencakup orang atau ba. Selain itu, hukum yang menempatkan produk, harus menerapkan uji tuntas—berupa pengumpulan informasi, penilaian risiko, dan mitigasi risiko—sebelum menempatkan produk di pasar Eropa..
Sampai sekarang kita bersiap-siap supaya kita siap,” ujarnya.Melalui Regulation (EU) 2025/2650 yang dipublikasikan Komisi Eropa pada Desember 2025, EUDR kembali ditunda hingga akhir 2026.
Pilihan Editor: Siap Tak Siap Menghadapi Regulasi Antideforestasi Eropa.
Pemerintah Indonesia menyampaikan pan. Di samping itu, gan resminya bahwa EUDR ditetapkan secara sepihak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan negara-negara produsen, serta implikasinya yang bersifat ekstrateritorial.Kebijakan ini dinilai dapat merugikan lebih dari 8 juta petani kecil di Indonesia, mengganggu rantai pasok, dan menciptakan hambatan baru dalam perdagangan global juga perlu diperhatikan..
Aturan ini seharusnya berlaku pada 30 Desember 2024, lalu ditunda ke 30 Desember 2025,. Selain itu, diundur lagi hingga akhir tahun 2026 dan 2027.Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan, Krisdianto, menyampaikan pemerintah Indonesia dan Uni Eropa sempat membahas EUDR pada 4 Juni 2025 di Belgia, sebelum penundaan terakhir..
GABUNGAN Produsen Makanan sekaligus Minuman Indonesia (GAPMMI) menganggap Indonesia belum siap mengadopsi European Union Deforestation Regulation (EUDR) atau Regulasi Anti-deforestasi Uni Eropa..
Perkembangan terkait GAPPMI: RI Belum Siap Hadapi Regulasi Anti-deforestasi Eropa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | BPS: Inflasi April 2026 0,13 Persen
- Stan Kementrans Tarik 3.800 Pengunjung di INACRAFT 2026, Transaksi Tembus Rp 154 Juta | Equityworld Futures