Equity World Futures Surabaya – Harga emas kembali melemah pada Rabu (13 Mei) setelah data inflasi produsen Amerika Serikat (Producer Price Index/PPI) menunjukkan kenaikan yang jauh di atas ekspektasi pasar. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali menilai bahwa bank sentral AS, Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield) juga menjadi tekanan tambahan bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.
Data menunjukkan PPI AS naik 6% secara tahunan (year-on-year), melampaui seluruh perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg. Secara bulanan, kenaikannya menjadi yang tertinggi sejak 2022. Sementara itu, core PPI—yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi—naik 5,2% YoY, menjadi laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Yield Obligasi AS Menguat, Pasar Antisipasi Sikap Hawkish The Fed
Reaksi pasar langsung terlihat pada kenaikan yield Treasury AS tenor 10 tahun yang mencapai level tertinggi sejak Juli. Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama demi menekan inflasi.
Di sisi lain, harga emas bergerak dalam rentang terbatas setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam sejak awal konflik Iran. Pasar kini berada di antara dua sentimen utama:
- Risiko inflasi yang mengurangi peluang pemangkasan suku bunga
- Risiko perlambatan ekonomi global apabila konflik geopolitik berkepanjangan
India Naikkan Tarif Impor Emas dan Perak
Dari sisi permintaan fisik, India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi sekitar 15%, dari sebelumnya 6%.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas mata uang domestik dan memperkuat cadangan devisa negara.
Sementara itu, pasar logam lainnya menunjukkan penguatan, terutama perak yang terus naik didukung tingginya permintaan dari China. Menurut TD Securities, premi harga domestik yang tinggi di China menjadi faktor utama penguatan tersebut.
Harga Emas, Perak, Platinum, dan Palladium Terkini
Pada pukul 16:09 waktu New York:
- Harga spot emas turun 0,6% menjadi US$4.689,09 per ounce
- Harga perak naik 1,4% menjadi US$87,64 per ounce
- Perak tercatat sudah menguat sekitar 19% sepanjang Mei
- Platinum dan palladium juga mengalami penguatan
- Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil
Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah pergerakan yield obligasi, sinyal kebijakan The Fed pasca data PPI, serta apakah kenaikan biaya energi dan logistik akan mendorong inflasi konsumen lebih tinggi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
