Equity World Futures Surabaya – Perdagangan pasar saham Amerika Serikat ditutup relatif stabil pada Jumat pagi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 12 poin atau 0,02%.
Sementara itu, harga emas dunia kembali bergerak menguat dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan. Penguatan emas didorong oleh melemahnya dolar AS serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah data tenaga kerja Amerika Serikat dirilis lebih baik dari perkiraan.
Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS
Harga emas spot tercatat naik lebih dari 2% sepanjang pekan ini setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan pada awal Mei.
Penguatan emas terjadi setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat menunjukkan penambahan tenaga kerja sebesar 115 ribu pekerjaan pada April, lebih tinggi dibanding estimasi pasar sebesar 65 ribu. Tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,3%.
Meski data ketenagakerjaan cukup solid, pelaku pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah.
Setelah data tersebut dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mulai menurun. Kondisi ini membuat dolar AS melemah dan memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Secara umum, pelemahan dolar AS membuat emas menjadi lebih murah bagi investor global sehingga permintaan terhadap logam mulia meningkat.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Fokus pasar juga tertuju pada meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dan gas dunia.
Iran disebut masih menutup akses strategis di Selat Hormuz sejak konflik meningkat pada akhir Februari. Gangguan ini menyebabkan salah satu krisis pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.
Militer Amerika Serikat melalui CENTCOM melaporkan telah melumpuhkan beberapa kapal tanker berbendera Iran yang mencoba memasuki pelabuhan di Teluk Oman. Sebelumnya, AS juga mengklaim berhasil mencegat serangan Iran terhadap kapal perang Amerika yang melintasi Selat Hormuz.
Media AS melaporkan bahwa Washington membalas serangan tersebut dengan menggempur sejumlah target di wilayah pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas.
Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan lebih keras apabila Iran tidak segera menyetujui proposal perdamaian terbaru.
Fokus Data Ekonomi Malam Ini
Pelaku pasar malam ini akan menantikan rilis data Existing Home Sales Amerika Serikat periode April yang dijadwalkan pukul 21.00 WIB.
Pasar memperkirakan penjualan rumah berada di angka 3,89 juta unit.
Dampak ke Harga Emas:
- Jika data aktual lebih rendah dari 3,89 juta unit, maka dolar AS berpotensi melemah.
- Pelemahan dolar berpotensi mendorong harga emas kembali menguat.
Estimasi Pergerakan Harga Emas
- Range estimasi emas: 4642 – 4798
Area Buy:
- Buy 5 lot di 4716
- Buy 4 lot di 4708
- Buy 3 lot di 4700
- Buy 2 lot di 4692
Area Sell:
- Sell 2 lot di 4748
- Sell 3 lot di 4740
- Sell 4 lot di 4732
- Sell 5 lot di 4724
Kesimpulan
Pergerakan harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh:
- perkembangan konflik geopolitik AS-Iran,
- kondisi dolar AS,
- ekspektasi suku bunga The Fed,
- serta data ekonomi Amerika Serikat.
Selama ketidakpastian global masih tinggi dan dolar AS bergerak melemah, harga emas berpotensi tetap mendapatkan dukungan penguatan dalam jangka pendek.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
