Equity World Futures Surabaya – Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun -521 poin (-1,05%). Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Di sisi lain, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan, didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven sepanjang bulan Februari.
Harga Emas Menguat Tajam Sepanjang Februari
Harga emas spot tercatat naik sekitar 6,7%–8% sepanjang Februari, setelah sempat menyentuh level terendah di awal bulan sekitar $4.600 per ons.
Penguatan ini didorong oleh:
-
Ketegangan geopolitik global
-
Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS
-
Lonjakan permintaan ETF emas
-
Pembelian agresif oleh bank sentral
Ketegangan Iran–AS Dorong Permintaan Safe Haven
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Washington mengerahkan tambahan armada militer ke Timur Tengah dan mengancam tindakan militer apabila Teheran menolak kesepakatan nuklir.
Meskipun pembicaraan terbaru belum menghasilkan kesepakatan, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi dalam beberapa minggu mendatang. Situasi ini menjaga minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai risiko geopolitik.
Selain itu, konflik yang mulai meningkat antara Pakistan dan Afghanistan turut memicu permintaan aset aman.
Putusan Mahkamah Agung AS dan Dampaknya ke Emas
Ketidakpastian ekonomi AS meningkat setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden Donald Trump.
Namun, Gedung Putih merespons dengan skema tarif alternatif menggunakan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS tahun 1970-an, setelah pembatalan penggunaan IEEPA (International Emergency Economic Powers Act).
Analis dari Deutsche Bank menilai dampaknya terhadap emas positif, namun terbatas, karena pemerintah AS masih memiliki jalur hukum lain untuk mempertahankan kebijakan tarif.
Permintaan Institusional dan Proyeksi Harga Emas Jangka Panjang
Menurut laporan terbaru dari perusahaan pialang Bernstein, prospek jangka panjang emas mengalami revisi signifikan.
Bernstein memproyeksikan:
-
Harga emas mencapai $4.800/oz pada 2026
-
Harga emas naik ke $6.100/oz pada 2030
Analis Bob Brackett menyebutkan bahwa permintaan emas kini didorong oleh:
-
Pembelian bank sentral (masih jauh di atas level pra-2022)
-
Arus masuk ETF yang meningkat tajam sejak pertengahan 2024
-
Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS
-
Kekhawatiran pelemahan dolar AS dalam jangka panjang
Sebanyak 95% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 73% memperkirakan porsi cadangan dolar AS akan menurun dalam lima tahun mendatang.
Dampak Pelemahan Saham dan Sektor AI
Penurunan harga saham global, terutama akibat perubahan sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), juga mendorong investor kembali ke aset defensif seperti emas.
Joseph Cavatoni dari World Gold Council menyebutkan bahwa ketika risiko mulai terealisasi dalam bentuk penurunan harga saham, investor cenderung kembali meningkatkan alokasi emas dalam portofolio mereka.
Fokus Data Ekonomi Malam Ini: ISM Manufacturing PMI
Pasar kini menantikan rilis data penting:
ISM Manufacturing PMI (Februari)
🕙 Pukul 22.00 WIB
ISM Manufacturing PMI merupakan indikator aktivitas sektor manufaktur AS.
-
Indeks > 50 → Ekspansi ekonomi
-
Indeks < 50 → Kontraksi ekonomi
-
Estimasi Februari: > 48,5
Jika realisasi data di bawah 48,5:
-
USD berpotensi melemah
-
Harga emas berpotensi menguat
Analisa Teknikal & Estimasi Range Harga Emas
Estimasi Range: 5198 – 5344
Rekomendasi Strategi Bertahap
Area Buy:
-
Buy 5 lot di 5262
-
Buy 4 lot di 5254
-
Buy 3 lot di 5246
-
Buy 2 lot di 5238
Area Sell:
-
Sell 2 lot di 5294
-
Sell 3 lot di 5286
-
Sell 4 lot di 5278
-
Sell 5 lot di 5270
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
