Emas Berpotensi Turun Tipis di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Suku Bunga AS
Harga emas berpotensi sedikit melemah pada hari Rabu (23 Juli 2025), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Aksi ambil untung terjadi karena pelaku pasar mulai mencermati ketidakpastian seputar kebijakan tarif dan suku bunga Amerika Serikat (AS), yang tetap menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Batas waktu penerapan tarif oleh AS pada 1 Agustus semakin dekat, membuat pasar tetap waspada. Uni Eropa bahkan dikabarkan tengah mempersiapkan tarif pembalasan atas kebijakan AS yang lebih agresif dari perkiraan.
Pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan tanda-tanda tidak akan memperpanjang tenggat tersebut, dengan merilis beberapa surat kebijakan yang memuat tarif antara 20% hingga 50% terhadap mitra dagang utama. Hal ini memicu kekhawatiran global dan potensi balasan dari negara-negara terkait.
Dampak Ketidakpastian Terhadap Harga Emas dan Logam Mulia
Kondisi ini mendorong lonjakan permintaan terhadap logam mulia seperti emas, perak, dan platinum. Dalam beberapa bulan terakhir, harga perak dan platinum juga mencatat kenaikan signifikan karena investor mencari perlindungan dari gejolak geopolitik dan kebijakan fiskal.
Selain itu, tekanan terhadap dolar AS akibat spekulasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga mendukung penguatan emas. Meski dolar sempat menguat dua pekan berturut-turut, pelemahan pada awal minggu ini memberikan ruang bagi harga emas untuk naik.
Proyeksi Harga Emas: Bisa Capai $3.700 per Ons Tahun 2026
Lembaga analis ternama, Bernstein, memprediksi harga emas dapat mencapai $3.700 per ons pada tahun 2026. Proyeksi ini jauh di atas konsensus Wall Street saat ini di angka $3.073 per ons.
Dalam risetnya, Bernstein menilai banyak metode lama yang digunakan untuk memprediksi harga emas kini sudah tidak relevan. Mereka justru menekankan pentingnya kebijakan moneter dan fiskal pemerintah sebagai indikator utama dalam memproyeksikan harga logam mulia.
Ketidakpastian The Fed dan Potensi Pemecatan Powell
Pasar juga dihadapkan pada isu independensi The Fed, setelah beredar spekulasi bahwa Presiden Trump mungkin akan mencoba memecat Ketua The Fed, Jerome Powell. Powell dijadwalkan memberikan pidato pada Selasa malam, namun belum jelas apakah akan membahas kebijakan suku bunga, mengingat ini adalah masa penghindaran media menjelang pertemuan The Fed.
Data Ekonomi AS yang Menjadi Fokus Hari Ini:
-
Existing Home Sales (Juni) – Jam 21.00 WIB
Estimasi: >4,01 juta unit.
Jika aktual di bawah 4,01 juta unit, maka USD berpotensi melemah dan harga emas bisa menguat. -
Crude Oil Inventories – Jam 21.30 WIB
Estimasi: 3,859 juta barel.
Jika aktual lebih tinggi dari estimasi, menunjukkan penurunan permintaan energi, yang dapat melemahkan USD dan mengangkat harga emas.
Rekomendasi Perdagangan Emas Hari Ini:
Estimasi Range: $3.414 – $3.450
| Level Entry | Posisi | Lot |
|---|---|---|
| 3.430 | Buy | 5 |
| 3.426 | Buy | 4 |
| 3.422 | Buy | 3 |
| 3.418 | Buy | 2 |
| 3.446 | Sell | 2 |
| 3.442 | Sell | 3 |
| 3.438 | Sell | 4 |
| 3.434 | Sell | 5 |
DISCLAIMER:
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya
berita terkait
News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders
