Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Nasib 10 Saham Juara 2025: Dulu Terbang 8.500%, Kini Ambruk 95% yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
BUVA juga mencatatkan penguatan di tengah aksi korporasi. Tak hanya itu, perbaikan kinerja keuangan turut berperan penting..
Enam saham lainnya, yakni PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX),, ditambah lagi dengan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), juga mencatatkan kenaikan lebih dari 1.500% sepanjang 2025…
PGUN mencatatkan penurunan paling terbatas sebesar 17,14%..
// .
Bahkan, dalam pemeringkatan sejumlah indeks saham dunia yang dihimpun Equityworld Futures pada 19 Oktober 2026, IHSG sempat menempati posisi paling bawah dengan penurunan 43,13% secara YTD..
Sementara itu, CBRE kehilangan separuh nilainya sejak akhir 2025, se. Selain itu, gkan IRSX, PIPA, dan ATAP masing-masing melemah 69,28%, 67,37%, dan 37,42%..
Tak tanggung-tanggung, seluruh saham dalam daftar 10 besar ini berhasil melesat lebih dari 1.500% hingga 22 Desember 2025..
Namun, harga sahamnya juga telah terpangkas 50,74%, meski masih mencatatkan kenaikan sepanjang tahun ini..
Adapun sejumlah saham lainnya turut menjadi perhatian di tengah tren perburuan saham berkapitalisasi kecil..
Dari 10 saham dengan kenaikan tertinggi hingga 22 Desember 2025, sebanyak sembilan di antaranya kini berbalik melemah secara year-to-date (YTD) hingga penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026)..
Pergerakan ini menunjukkan bahwa kenaikan ribuan persen pada 2025 tidak menjamin penguatan berlanjut.
Sepanjang 2025, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan harga yang fantastis.
Memasuki 2026, pergerakan saham-saham tersebut berubah drastis.
Meski demikian, kenaikan harga yang fantastis tersebut tidak selalu sejalan dengan kondisi fundamental emiten..
Sementara itu, COIN menjadi sorotan setelah masuknya investor baru dari Arsari Group..
Bahkan, koreksi sejumlah saham tersebut jauh melampaui penurunan IHSG yang mencapai lebih dari 43% secara YTD..
// .
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot 43,28% secara YTD, dari posisi 8.646,94 pada akhir 2025 menjadi 4.904,29 pada 3 November 2026..
Di sisi lain, MGLV menjadi satu-satunya saham yang masih menguat 280,68% secara YTD.
Disusul MORA. Selain itu, BUVA yang masing-masing terkoreksi 83,61% dan 80,29%…
Dari 10 saham yang sebelumnya menjadi jawara bursa, sembilan di antaranya kini mencatatkan penurunan harga secara YTD..
Harganya kini tinggal Rp238 per saham, jauh dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp5.200..
Namun, koreksi yang dialami sejumlah saham jawara 2025 ternyata jauh lebih dalam dibandingkan penurunan indeks acuan tersebut..
Koreksi terdalam dialami UDNG yang anjlok 95,42%, setelah sempat meroket lebih dari 8.500% pada 2025.
Lonjakan harga saham-saham tersebut diwarnai berbagai sentimen sepanjang 2025, mulai dari rencana rights issue, ekspansi bisnis, hingga masuknya investor strategis..
Kenaikan paling tinggi dicatatkan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG), yang meroket 8.582,93% sejak awal tahun..
Sebagai contoh,, mendapat perhatian pasar seiring rencana rights issue untuk mendukung pembelian kapal, penguatan modal kerja, hingga ekspansi armada sering terjadi ketika CBRE,..
Kejatuhan saham-saham tersebut terjadi di tengah tekanan yang juga melanda pasar saham Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia – Saham juara 2025 kini ambruk berjamaah. Kejatuhan ini menunjukkan bahwa lonjakan harga yang fantastis tidak selalu mencerminkan fundamental yang kuat, ditambah lagi dengan keberlanjutan kinerja saham, terutama di tengah tekanan pasar yang semakin besar…
Nasib serupa dialami COIN yang ambles 93,14%, dari Rp3.880 menjadi Rp266 per saham.
Di posisi kedua ada PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang melesat 5.400%, disusul PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) sebesar 2.751,85%. Tak hanya itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebesar 2.671,76%. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Nasib 10 Saham Juara 2025: Dulu Terbang 8.500%, Kini Ambruk 95% akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Pengaruh Lonjakan Dolar dan Data Inflasi CPI AS
- Merdeka Gold Resources Temukan Cadangan Emas di Kolokoa | Equityworld Futures