Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas dan Perak Sudah Babak Belur! Pekan Ini Masih Dibayangi Neraka yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sebaliknya, pemulihan yang mampu membawa harga kembali ditutup di atas US$55 berpotensi membuka jalan menuju US$60..
Jika harga mampu bertahan di area tersebut sekaligus kembali menguat hingga ditutup di atas US, peluang pembentukan titik terendah (bottom) akan semakin kuat…
Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa prospek emas masih menyisakan ketidakpastian, terutama di tengah perubahan kondisi ekonomi. Di samping itu, kebijakan moneter. juga perlu diperhatikan..
Apabila harga menembus US$45 secara meyakinkan, target support jangka panjang berikutnya berada di kisaran US$35-US$37, berdasarkan area resistansi historis pada Februari hingga Oktober 2012..
Dalam skenario penurunan lebih dalam, harga bahkan dapat menguji US$40..
// .
Risiko, menurut mereka, juga cenderung mengarah pada kenaikan suku bunga yang lebih besar..
Level US merujuk pada puncak harga April 2011, se sekaligus gkan US berkaitan dengan puncak pada Agustus 2011…
Namun, jika harga menembus US$48, tekanan jual berpotensi membawa perak menuju US$44-US$45.
Ekonom Senior Iklim. Di samping itu, Komoditas Capital Economics, Kieran Tompkins, memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan lebih lanjut. juga perlu diperhatikan..
Aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat. Selain itu, pasar global turut menekan logam mulia..
Pertemuan The Fed pekan ini mengindikasikan pergeseran ke arah kebijakan yang lebih hawkish, tercermin dari perubahan bahasa dalam pernyataan kebijakan. Selain itu, dua pejabat yang berbeda pendapat terjadi karena menginginkan kebijakan lebih ketat….
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas, ditambah lagi dengan perak menghadapi aksi jual besar-besaran pekan lalu..
Hal ini disebabkan oleh momentum bearish dinilai semakin kuat, akibatnya Target tersebut menjadi perhatian..
Capital Economics menilai pelemahan dolar AS dalam waktu singkat pada awal September, ditambah lagi dengan pembelian emas oleh bank sentral, khususnya China, sempat menopang harga…
Jateen Trivedi, Wakil Presiden sekaligus Analis Riset Komoditas. Di samping itu, Mata Uang LKP Securities, mengatakan ketidakpastian terkait pemilu AS serta ketegangan antara Washington dan Teheran dapat memicu permintaan logam mulia secara berkala. juga perlu diperhatikan..
Tekanan tersebut membuat harga perak menguji area support penting di kisaran US$48-US$50 per troy ons.
Tim ekonomi AS Capital Economics memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga dua kali lagi, sejalan dengan ekspektasi pasar berjangka.
Harga perak ditutup di posisi US$ 49,11 per troy ons pada perdagangan Jumat kemarin.
Tim pasar Capital Economics memperkirakan risiko tersebut dapat terwujud pada tahun depan.
// .
Sementara itu, survei Reuters terhadap 30 analis. Tak hanya itu, pedagang menempatkan median proyeksi harga emas 2027 di US.650 per troy ounce, lebih rendah dibandingkan target UBS. turut berperan penting..
Harga penutupan Jumat menjadi yang terendah sejak November 2025 atau setahun..
Artinya, emas sudah jatuh selama tiga pekan beruntun..
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya babak belur.
Koreksi ini berlangsung setelah harga emas mencapai puncak US$5.597 pada Januari..
Jika menembus ke bawah US$48, harga perak berisiko melanjutkan penurunan menuju US$44-US$45..
Secara teknikal, harga perak kini menguji area support jangka panjang US$45-US$50 per troy ounce.
Analisis teknikal lain dari FXStreet juga menyoroti level US$3.720 sebagai area penting..
Pemilu sela Amerika Serikat (AS) hingga data ekonomi akan menjadi faktor penentu pergerakan harga emas..
Secara bulanan, kinerja emas juga buruk dengan melemah 6,76% di Oktober..
Merujuk Refinitiv, harga emas pada pada hari ini, Senin (2/11/2026( pukul 06.31 WIB menguat 0,56% ke US$ 3896,48 per troy ons..
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya babak belur..
Di tengah koreksi tajam, prospek jangka panjang emas belum sepenuhnya suram.
Secara teknikal, penembusan level US$3.942 memperkuat sinyal bearish pada harga emas.
Penyebab utamanya adalah meningkatnya kebutuhan industri terhadap logam tersebut untuk perangkat keras komputasi. Di samping itu, sistem kelistrikan yang menopang perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).,. Akibatnya, Meski demikian, prospek jangka panjang perak masih dinilai positif, terutama terjadi. juga perlu diperhatikan…
Harga emas ditutup di posisi US$ 3875,03 per troy ons pada perdagangan Jumat kemarin.
Capital Economics memperkirakan harga emas akan berakhir di level US$3.600 per troy ounce pada akhir 2027, jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan harga sekitar US$4.600 pada kuartal IV-2027..
// .
Dalam sepekan, harga emas jatuh 3,02% pekan ini.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada pada hari ini, Senin (2/11/2026) pukul 06.50 WIB melonjak 1,4% ke US$ 49,78 per troy ons..
Jika pelemahan berlanjut, US$3.789 menjadi target penurunan berikutnya..
Sebaliknya, jika harga mencoba pulih, sejumlah level resistansi yang perlu ditembus berada di US.942, US.082,. Selain itu, US.098…
Harga penutupan Jumat menjadi yang terendah sejak 2 Oktober 2025 atau lebih dari setahun terakhir (US$ 3.856,01 per troy ons)..
Harga perak tertekan hebat seiring aksi jual saham teknologi yang mengguncang pasar keuangan global.
Menariknya, harga emas ikut turun bersama saham teknologi pekan ini, bahkan ketika imbal hasil obligasi justru melemah..
UBS memperkirakan harga emas mencapai US$5.000 per troy ounce pada 2027, dengan target US$5.400 pada September..
Investor diduga melepas kepemilikan emas untuk memenuhi kewajiban margin call setelah pasar saham mengalami gejolak..
Jika tekanan jual semakin dalam, emas berpotensi menguji US$3.500 per troy ons, level yang pernah menjadi puncak harga pada April 2025..
Ancaman lain datang dari potensi pecahnya gelembung saham AI.
Tekanan terhadap emas sekaligus perak diperkirakan masih besar pada pekan ini…
Namun, prospek ke depan dinilai lebih berat.
Harga perak anjlok 8,9% sepanjang pekan lalu, sementara kenaikan harga minyak mentah turut memicu kekhawatiran inflasi. Selain itu, membuka peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama…
Perkembangan terkait Harga Emas dan Perak Sudah Babak Belur! Pekan Ini Masih Dibayangi Neraka akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Malaysia Gak Ada Lawan, RI Jatuh
- BNI Dorong Pertumbuhan Ekosistem Pasar Modal yang Aman Lewat Market Outlook 2026