Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Malaysia Gak Ada Lawan, RI Jatuh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
// .
PMI Manufaktur Filipina anjlok ke level 48,3 dari 51,3 pada bulan sebelumnya, sekaligus menandai kontraksi pertama sejak November 2025..
Perang di Timur Tengah turut menjadi faktor penting yang menekan manufaktur Indonesia.
Bahkan, inflasi biaya output tercatat menyentuh rekor tertinggi pada April..
Akibatnya, biaya input naik ke level tertinggi sejak April 2022..
Sementara Indonesia. Di samping itu, Filipina masuk ke zona kontraksi. juga perlu diperhatikan..
Kenaikan harga membuat perusahaan. Tak hanya itu, konsumen lebih berhati-hati, sementara ketidakpastian geopolitik membuat aktivitas industri semakin tertahan. turut berperan penting..
Penurunan ini menandai kontraksi pertama sektor manufaktur Indonesia dalam sembilan bulan terakhir.
Malaysia menjadi negara dengan kinerja manufaktur paling kuat pada April 2026 di antara beberapa negara ASEAN yang datanya sudah dirilis.
Meski masih berada di zona ekspansi, laju perbaikan manufaktur Myanmar mulai melambat..
PMI Manufaktur Malaysia naik ke level 51,6 dari 50,7 pada Maret..
Penurunan pesanan baru tersebut menjadi yang terdalam sejak Agustus 2021..
Namun, tekanan biaya tetap menjadi perhatian.
Dengan kondisi ini, manufaktur Indonesia tidak hanya menghadapi tekanan dari sisi produksi,. Akan tetapi juga dari sisi permintaan. tidak boleh diabaikan..
Hal ini disebabkan oleh permintaan baru kembali melemah. Selain itu, aktivitas pembelian perusahaan ikut turun., akibatnya Penurunan output ini terjadi…
Kenaikan ini menunjukkan sektor manufaktur Malaysia masih mampu melanjutkan pemulihan, bahkan dengan laju yang lebih kuat.
Meski Produksi Vietnam memang masih tumbuh,, namun lajunya melambat ke level terendah dalam sepuluh bulan terakhir. tetap penting..
Pesanan baru juga kembali tumbuh setelah dua bulan sebelumnya mengalami kontraksi.
Hal ini menunjukkan permintaan domestik mulai membaik, meski permintaan dari luar negeri masih melemah..
Angka di atas 50 menandakan sektor manufaktur masih berekspansi, se, ditambah lagi dengan gkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi…
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap industri nasional mulai semakin berat pada awal kuartal II-2026..
Salah satu faktor yang menopang kinerja Malaysia adalah aktivitas penumpukan stok atau stockpiling..
S&P Global mencatat pesanan baru Vietnam turun untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, sementara pesanan ekspor baru kembali turun cukup tajam untuk bulan kedua beruntun..
Tekanan biaya tersebut kemudian mulai diteruskan ke harga jual.
S&P Global mencatat harga output manufaktur Indonesia naik dengan laju tercepat dalam 12,5 tahun terakhir..
Sementara itu, Myanmar berada di posisi kedua dengan PMI sebesar 50,9, turun dari 51,5 pada bulan sebelumnya.
Tekanan perang di Timur Tengah mulai terasa lebih nyata ke sektor industri, terutama melalui kenaikan biaya bahan baku, energi, pengiriman, hingga gangguan rantai pasok..
Hal ini disebabkan oleh perusahaan menghadapi keterbatasan bahan baku, tenaga kerja,. Di samping itu, bahan bakar., akibatnya Produksi manufaktur Myanmar turun untuk pertama kalinya pada 2026. juga perlu diperhatikan..
Penurunan manufaktur Filipina terutama dipicu oleh pelemahan pesanan baru yang turun tajam pada April..
Sebagian perusahaan menyebut penurunan permintaan dipengaruhi oleh kenaikan harga, ditambah lagi dengan gangguan pasokan bahan baku…
Berdasarkan laporan S&P Global untuk periode April 2026, dari lima negara ASEAN yang sudah merilis data PMI Manufaktur, hanya tiga negara yang masih bertahan di zona ekspansi, yakni Malaysia, Myanmar,. Selain itu, Vietnam..
Vietnam menyusul dengan PMI 50,5, turun dari 51,2 pada Maret 2026.
Produksi meningkat untuk bulan kedua beruntun. Di samping itu, mencatat pertumbuhan paling cepat sejak Desember 2021. juga perlu diperhatikan..
Permintaan ekspor juga memburuk, dengan pesanan baru dari luar negeri turun pada laju tercepat sejak pertengahan 2020..
S&P Global mencatat produksi manufaktur Indonesia turun dengan laju tercepat sejak Mei 2025.
Perusahaan manufaktur di Malaysia meningkatkan pembelian bahan baku sekaligus stok barang jadi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah…
Di sisi lain, Filipina menjadi negara dengan PMI terendah di antara negara ASEAN lain yang sudah merilis data..
Konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi, biaya pengiriman, serta harga bahan baku impor.
Meski masih bertahan di zona ekspansi, aktivitas manufaktur Vietnam juga mulai kehilangan tenaga..
Jakarta, Equityworld Futures – Aktivitas manufaktur sejumlah negara ASEAN mulai menunjukkan pelemahan pada April 2026.
S&P Global mencatat kenaikan harga input di Malaysia ikut dipengaruhi oleh biaya bahan baku yang lebih tinggi serta gangguan rantai pasok.
// .
Indonesia menjadi salah satu negara ASEAN yang masuk ke zona kontraksi pada April 2026.
PMI Manufaktur Indonesia turun menjadi 49,1 dari 50,1 pada Maret..
Sebagai catatan, Purchasing Managers’ Index atau PMI manufaktur merupakan indikator yang digunakan untuk melihat kondisi aktivitas industri.
Perkembangan terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Malaysia Gak Ada Lawan, RI Jatuh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Airlangga Ingin QRIS Diperluas ke Negara Anggota APEC
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Proyeksi Satu Pemangkasan Suku Bunga The Fed Tahun Ini