0 0
Read Time:2 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Takluk di Asia: Ringgit Jadi Raja, Rupiah-Won Tak Kalah Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sentimen tersebut menekan pasar saham. Tak hanya itu, meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah. turut berperan penting..

Sementara tiga mata uang lainnya masih berada di zona merah..

Kekhawatiran terhadap sektor AI kembali meningkat setelah laporan kinerja Alphabet memunculkan pertanyaan mengenai besarnya belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Meski terkoreksi pagi ini, dolar AS masih berada di tren penguatan sekitar 0,3% sepanjang Oktober.

Kekhawatiran terhadap saham-saham perusahaan kecerdasan buatan atau AI memicu aksi jual di pasar saham AS. Selain itu, membuat investor beralih ke obligasi pemerintah AS…

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, tujuh dari 10 mata uang Asia yang dipantau menguat terhadap dolar AS.

“Alih-alih mendukung dolar AS. Tak hanya itu, mendorong imbal hasil AS lebih tinggi, kekhawatiran terhadap AI yang berpusat di AS justru dibarengi penurunan imbal hasil Treasury serta dolar AS yang lebih lemah atau cenderung tertahan,” tambahnya. turut berperan penting..

Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah melemah 0,15%.

“Reaksi pasar terlihat berbeda dari pola penghindaran risiko yang biasanya dipicu harga energi,” ujar Sim Moh Siong, ahli strategi valuta OCBC, dikutip dari Reuters..

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini.

Greenback ikut melemah ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak turun.

Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,16%, sementara rupiah menguat 0,14% ke posisi Rp18.100/US$..

Ringgit naik 0,27% ke posisi MYR4,046/US$..

Won Korea Selatan. Di samping itu, dolar Singapura sama-sama naik 0,12% juga perlu diperhatikan..

Jika bertahan, kenaikan tersebut menjadi penguatan bulanan kedua secara berturut-turut..

Peso Filipina menguat 0,05%, se sekaligus gkan yuan China naik tipis 0,03%…

Permintaan terhadap obligasi tersebut membuat harganya naik, ditambah lagi dengan imbal hasilnya turun..

Keduanya berada di level terendah dalam lebih dari satu bulan..

// .

Jakarta, Equityworld Futures – Menjelang akhir pekan, angin segar se. Selain itu, g menyelimuti pasar mata uang Asia..

Baht Thailand turun 0,03%, sementara dong Vietnam terkoreksi tipis 0,02%..

Tekanan terhadap dolar kali ini datang dari arah yang cukup berbeda.

Mayoritas mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/10/2026), ketika greenback kehilangan tenaga cukup besar..

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,8958%, sementara tenor 30 tahun turun ke 5,2623%.

Indeks dolar AS atau DXY pada pagi ini terkoreksi 0,28% ke posisi 101,744..

Turunnya imbal hasil kemudian ikut mengurangi daya tarik dolar AS..

Perkembangan terkait Dolar Takluk di Asia: Ringgit Jadi Raja, Rupiah-Won Tak Kalah Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By