0 0
Read Time:5 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Nasib Mata Uang Asia Sepekan: Rupiah Keok, Peso Filipina Lebih Parah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (23/10/2026), nilai tukar rupiah berhasil berbalik menguat tipis 0,03%. Selain itu, mengakhiri perdagangan di posisi Rp18.040/US$, setelah dua hari perdagangan sebelumnya ditutup melemah…

Penguatan yen terjadi ketika investor mulai mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah aksi jual saham-saham teknologi AS..

Ringgit Malaysia turut melemah 0,10% ke posisi MYR4,083/US$, sementara rupiah mengalami pelemahan lebih dalam sebesar 0,22% ke posisi Rp18.040/US$..

Pergerakan mata uang Asia yang beragam sepanjang pekan ini terjadi ketika dolar AS sendiri belum menunjukkan arah yang kuat..

Pergerakan mata uang Asia sepanjang pekan ini menunjukkan hasil yang cukup berimbang.

Oleh sebab itu, ikut mengurangi dukungan terhadap mata uang AS. menjadi konsekuensi dari Penurunan imbal hasil membuat aset berdenominasi dolar menjadi relatif kurang menarik,..

Tekanan terhadap peso tidak terlepas dari tingginya harga minyak dunia yang meningkatkan biaya impor energi Filipina..

Gelombang demonstrasi. Tak hanya itu, kerusuhan di Prancis membuat investor semakin khawatir terhadap kemampuan pemerintah negara tersebut dalam mengatasi persoalan anggaran dan utangnya. turut berperan penting..

Merujuk data Refinitiv, indeks dolar AS atau DXY ditutup di posisi 101,810 pada Jumat (23/10/2026), atau melemah tipis 0,03% secara mingguan..

Meski demikian, perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI masih dalam tahap konsultasi, ditambah lagi dengan belum menjadi keputusan final…

Salah satu sentimen yang masih membayangi pasar adalah pengumuman MSCI mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Markets menjadi Standalone Market..

Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, Bank Indonesia (BI) juga memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuannya..

Kondisi ini menekan nilai tukar euro sekaligus secara tidak langsung memberikan dukungan terhadap dolar AS…

Pada Kamis (22/10/2026), aksi jual saham-saham teknologi AS kembali meningkat.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, rupiah masih harus mengakhiri pekan di zona merah, meskipun dolar AS sendiri tidak mencatat penguatan berarti secara mingguan..

Bank sentral Filipina atau Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) sebenarnya telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 5,50% pada Kamis (22/10/2026)..

Analis Senior Valuta MUFG, Lee Hardman, mengatakan penguatan yen pada akhir pekan didukung oleh meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko..

Namun, kekuatan dolar AS mulai berkurang ketika perhatian investor beralih pada kondisi pasar saham. Tak hanya itu, obligasi Amerika Serikat. turut berperan penting..

Namun, dampaknya bisa berubah jika tingginya suku bunga justru mulai mengancam bisnis. Tak hanya itu, investasi di sektor AI. turut berperan penting..

Pengumuman tersebut memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik, terutama oleh investor asing, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan aliran. Tak hanya itu, a asing ke Indonesia. turut berperan penting..

Sementara itu, yuan China berhasil menguat 0,24% ke posisi CNY6,6702/US$..

Pada awal pekan, dolar AS sempat mendapat dukungan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi politik. Selain itu, fiskal di Eropa, terutama Prancis…

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini cukup beragam.

Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,72% ke level JPY156,86/US$..

Dong Vietnam juga mencatat kenaikan 0,19% ke posisi VND25.840/US$, se sekaligus gkan dolar Singapura menguat tipis 0,13% ke level SGD1,2779/US$…

// .

“Yen terus diperdagangkan pada level yang lebih kuat menjelang akhir pekan, didorong oleh kondisi perdagangan yang semakin menghindari risiko,” ujar Hardman, dikutip dari Reuters..

Selain peso, baht Thailand juga mengalami tekanan cukup dalam dengan pelemahan 0,96% sepanjang pekan ke posisi THB33,75/US$..

Namun, penguatan pada akhir pekan tersebut belum cukup untuk membawa rupiah mencatat kinerja positif secara mingguan..

Namun, tekanan yang dialami beberapa mata uang terbilang cukup besar..

Walaupun Tekanan terhadap rupiah sepanjang pekan ini tidak hanya datang dari perkembangan ekonomi global,, juga dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia. masih menjadi prioritas..

Walaupun “Kenaikan harga energi menguntungkan dolar,, jika suku bunga naik begitu tinggi hingga menghantam perdagangan saham AI, dampaknya tiba-tiba bisa menjadi negatif,” ujar Bunning, dikutip dari Reuters. masih menjadi prioritas..

Keputusan tersebut diambil ketika rupiah masih berada di sekitar level Rp18.000 per dolar AS, sementara tekanan dari pasar keuangan global maupun domestik belum sepenuhnya mereda..

Dolar Taiwan menyusul dengan penurunan 0,44% ke posisi TWD32,571/US$..

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja paling baik setelah menguat 0,79% sepanjang pekan ke posisi KRW1.323,6/US$..

Posisi tersebut kembali membawa mata uang Filipina ke level terlemah sepanjang sejarahnya..

Penyebab utamanya adalah berpotensi menjaga suku bunga tetap tinggi., sehingga berdampak pada Kepala Strategi Valuta G10 Nomura, Dominic Bunning, menilai kenaikan harga energi sebenarnya dapat mendukung dolar AS terjadi…

Peso Filipina menjadi mata uang dengan kinerja paling buruk setelah melemah sekitar 1,01% sepanjang pekan..

Kenaikan tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan pasar yang hanya memperkirakan kenaikan 25 basis poin.

Berdasarkan data Refinitiv, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak lima mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara lima lainnya berhasil mencatat penguatan..

Kondisi ini pada akhirnya berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah..

Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Oktober 2026, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%..

// .

Sebagian mata uang berhasil menguat, sementara lainnya masih menghadapi tekanan, termasuk rupiah..

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda masih melemah 0,22% terhadap dolar AS sepanjang perdagangan sepekan ini..

Ketika investor asing menjual saham, ditambah lagi dengan menarik dananya dari pasar domestik, kebutuhan terhadap dolar AS dapat meningkat..

Meningkatnya permintaan obligasi tersebut mendorong harga obligasi naik. Di samping itu, imbal hasilnya turun. juga perlu diperhatikan..

Namun, langkah tersebut belum mampu menghentikan tekanan terhadap peso..

// .

Pergerakan yang cenderung datar tersebut mencerminkan tarik-menarik sejumlah sentimen yang memengaruhi pasar keuangan global sepanjang pekan..

Alasannya adalah sebagian investor memilih beralih ke mata uang yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar saham. sehingga berdampak pada Di saat yang sama, yen Jepang justru mendapat dorongan…

Investor semakin mempertanyakan apakah besarnya investasi perusahaan teknologi AS dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) benar-benar akan menghasilkan keuntungan sesuai harapan..

Pada penutupan Jumat (23/10/2026), nilai tukar peso berada di posisi PHP63,561/US$.

Investor mulai beralih ke obligasi pemerintah AS yang dianggap lebih aman..

Perkembangan terkait Nasib Mata Uang Asia Sepekan: Rupiah Keok, Peso Filipina Lebih Parah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By