Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Babak Belur! Butuh Berapa Lama IHSG Bisa Bangkit dari Teror MSCI? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
IHSG kemudian anjlok 7,35% sehari setelahnya. Di samping itu, kembali melemah pada 29 Januari, sebelum rebound 1,18% pada 30 Januari juga perlu diperhatikan..
Aksi jual berlanjut selama tiga hari bursa berturut-turut dengan akumulasi mencapai Rp12,34 triliun..
Tekanan akibat sentimen MSCI bukan pertama kalinya terjadi sepanjang 2026.
Walaupun Dalam beberapa periode, indeks sudah kembali menguat,,. Di samping itu, a asing masih terus keluar dari pasar saham domestik. juga perlu diperhatikan. masih menjadi prioritas..
Tidak semua pengumuman MSCI berujung pelemahan.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan sekaligus indeks kembali turun ke level 7.922,73 pada 2 Februari…
Penurunan yang lebih dalam terakhir kali terjadi pada 8 Januari 1998, yakni sebesar 11,95%..
IHSG masing-masing melemah selama enam sekaligus lima hari bursa berturut-turut sebelum kembali menguat pada 29 April dan 22 Mei…
Sehari setelah MSCI membuka konsultasi mengenai potensi penurunan status Indonesia menjadi Standalone Market, investor asing mencatatkan net sell Rp3,34 triliun pada 16 Oktober, bersamaan dengan kejatuhan IHSG lebih dari 11%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing beberapa kali masih mencatatkan net sell meskipun IHSG sudah mulai menguat..
IHSG justru langsung menguat setelah pengumuman MSCI pada Februari, Juni,. Selain itu, Juli…
Dari delapan pengumuman sebelum Oktober, IHSG langsung menguat pada tiga kesempatan.
Tekanan paling tajam terjadi pada Jumat (16/10/2026), ketika IHSG ambruk lebih dari 11% dalam sehari.
Meski investor asing masih mencatatkan net buy pada 21 April, flow kemudian berbalik menjadi net sell selama tujuh hari bursa berturut-turut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk pada perdagangan Senin (19/10/2026) hingga ditutup di level 4.996,61, terendah sejak pandemi Covid-19 pada 2020..
Investor asing mencatatkan net sell selama 10 hari bursa berturut-turut, dengan akumulasi sekitar Rp9,37 triliun..
Sementara itu, setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market pada Juni, IHSG turun 3,56% pada 24 Juni sebelum rebound 1,96% sehari kemudian..
Pada perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG bahkan sempat menyentuh 4.907,37 sebelum memangkas koreksi. Di samping itu, ditutup melemah 3,64% ke level 4.996,61. juga perlu diperhatikan..
Sejumlah pengumuman diikuti penurunan tajam, sementara beberapa lainnya justru disambut penguatan IHSG..
// .
Menariknya, ketika IHSG mulai rebound pada 30 Januari, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp1,53 triliun.
Tekanan ini muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada 15 Oktober 2026..
// .
Dengan pelemahan yang berlanjut hingga awal pekan, IHSG kini kembali berada di level yang terakhir terlihat pada 2020, saat pandemi Covid-19 mengguncang pasar saham Indonesia..
Hal ini menunjukkan bahwa penguatan indeks belum tentu diikuti kembalinya aliran sekaligus a asing…
Aksi jual tersebut masih berlanjut pada perdagangan Senin (19/10/2026)..
Besarnya tekanan jual bahkan sempat membuat perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) pada Jumat pagi, setelah IHSG merosot hingga 8%..
Sementara itu, tekanan jual paling panjang terjadi setelah pengumuman MSCI pada 18 Juni.
Artinya, batas maksimal penurunan harga saham dalam sehari menjadi lebih ketat untuk meredam volatilitas..
Kejatuhan IHSG kali ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Berdasarkan data Refinitiv, kejatuhan tersebut bahkan lebih parah dibandingkan saat krisis keuangan global 2008, ketika IHSG pernah turun 10,38% dalam sehari.
Alasannya adalah MSCI kini membuka konsultasi mengenai potensi penurunan status Indonesia menjadi Standalone Market.. Akibatnya, Kondisi Oktober juga berbeda…
Pada 27 Januari, MSCI mengumumkan pembekuan sementara sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia..
Tekanan lebih panjang terjadi setelah pengumuman MSCI pada 20 April, ditambah lagi dengan 12 Mei..
Pada lima kesempatan lainnya, indeks membutuhkan satu hingga enam hari bursa untuk kembali mencatatkan kenaikan..
Salah satu tekanan jual terbesar terjadi setelah pengumuman MSCI pada 27 Januari 2026.
IHSGΒ hari ini melemah 3,64% setelah sempat turun hingga 5,36%, ditambah lagi dengan menyentuh level 4.907,37 pada perdagangan intraday..
Meski demikian, rebound tidak selalu berarti IHSG telah pulih sepenuhnya.
Pada Oktober, aksi jual asing kembali terlihat.
// .
Secara kumulatif,. Selain itu, a asing yang keluar mencapai sekitar Rp10,40 triliun setelah memperhitungkan pembelian bersih pada hari pertama…
Jakarta, Equityworld Futures –Β Drama Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menghantui pasar saham Indonesia.
Hanya dalam dua hari bursa setelah pengumuman MSCI, indeks sudah turun dari kisaran 5.800 hingga menembus level 5.000..
Di tengah kondisi tersebut, BEI juga memangkas batas auto rejection bawah (ARB) dari 15% menjadi 7%, efektif mulai Senin (19/10/2026).
Sejak Januari, IHSG telah beberapa kali bergejolak setelah pengumuman MSCI terkait free float, transparansi kepemilikan saham, hingga klasifikasi pasar Indonesia..
Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam 28 tahun terakhir atau sejak krisis moneter 1998..
Kejatuhan IHSG kali ini bahkan menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam sejarah pasar modal Indonesia, melampaui penurunan harian terdalam saat krisis keuangan global 2008..
// // .
Meski berhasil memangkas sebagian besar koreksinya menjelang penutupan, indeks tetap gagal bertahan di atas level psikologis 5.000..
Pada perdagangan 28 Januari, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,17 triliun.
Tekanan terhadap IHSG setelah pengumuman MSCI juga diikuti aksi jual investor asing.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual investor asing tidak selalu mereda ketika IHSG mulai rebound.
// .
Perkembangan terkait Babak Belur! Butuh Berapa Lama IHSG Bisa Bangkit dari Teror MSCI? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- APBN Dibayangi Geopolitik, Ekonom Desak Realokasi Anggaran | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Satgas Pasti Blokir 228 Pedagang Kripto Ilegal