0 0
Read Time:5 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Aramco, Mesin Uang Arab Saudi: Sekaya Apa Sampai Jadi Sasaran Musuh? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pertamina kemudian melanjutkan rencana pengembangan kilang tanpa Aramco..

Adapun total produksi hidrokarbon mencapai 11,03 juta barel ekuivalen minyak per hari..

Aramco sendiri pernah berencana bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan Kilang Cilacap, Jawa Tengah, melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP)..

Serangan ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas minyak Arab Saudi, terlebih kelompok Houthi sebelumnya juga mengancam akan menyerang kilang Aramco di Riyadh..

Berdasarkan data OPEC, Arab Saudi memproduksi rata-rata 9,48 juta barel minyak mentah per hari pada 2025, setara dengan sekitar 12,7% produksi minyak mentah global..

Secara keseluruhan, sembilan kilang tersebut menyumbang sekitar 43% dari total kapasitas pengilangan bruto Aramco secara global pada 2025..

Ras Tanura menjadi kilang dengan kapasitas terbesar, yakni 550.000 barel per hari, disusul SATORP sebesar 465.000 barel per hari sekaligus YASREF sebesar 450.000 barel per hari…

Perusahaan ini juga menjalankan berbagai kegiatan usaha di sejumlah negara, mulai dari produksi minyak sekaligus gas, pengilangan, perdagangan energi, hingga distribusi dan pengembangan teknologi…

Tahun 2022 menjadi periode dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2020 hingga 2025.

Produksi tersebut mencakup minyak mentah serta hidrokarbon cair lainnya, termasuk natural gas liquids (NGL). Di samping itu, kondensat. juga perlu diperhatikan..

Memasuki semester I 2026, rata-rata produksi hidrokarbon cair Aramco tercatat sebesar 9,06 juta barel per hari.

Aramco sendiri menghasilkan berbagai jenis minyak mentah, mulai dari Arabian Super Light, Arabian Extra Light, Arabian Light, Arabian Medium, hingga Arabian Heavy..

// .

Pada 2025, pendapatan Aramco tercatat sebesar US$415,82 miliar turun sekitar 4,8% dibandingkan 2024..

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan Aramco mencapai US$ 204,83 miliar pada 2020.

Sementara itu, kapasitas pengilangan neto (net refining capacity), yang memperhitungkan porsi kepemilikan Aramco, naik dari 4,1 juta menjadi 4,2 juta barel per hari..

Dalam peta Global Refining Footprint 2025, Aramco mencantumkan 17 entri fasilitas. Selain itu, perusahaan pengilangan di tujuh negara, yakni Arab Saudi, Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Polandia…

Meski belum ada konfirmasi gangguan produksi akibat serangan di Dhahran, perkembangan konflik tetap perlu dicermati, terutama jika serangan meluas hingga mengganggu fasilitas produksi, pengilangan, maupun distribusi minyak..

Melansir Reuters, Rabu (14/10/2026), serangan tersebut menyebabkan kebakaran terbatas. Selain itu, merusak tiga lantai teratas salah satu gedung perkantoran Aramco..

Sementara itu, total produksi hidrokarbon yang turut memperhitungkan gas alam mencapai 12,89 juta barel ekuivalen minyak per hari pada 2025, meningkat sekitar 3,9% dibandingkan 12,40 juta barel ekuivalen minyak per hari pada 2024..

Namun, dampaknya sebagian tertahan oleh peningkatan volume penjualan..

Kekhawatiran tersebut tidak lepas dari posisi Arab Saudi sebagai salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia.

Pada tahun yang sama, laba bersih Aramco juga mencapai US$161,07 miliar..

Selain memiliki jaringan kilang yang luas, Aramco juga mencatat peningkatan produksi hidrokarbon sepanjang 2025..

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar tersebut..

Berdasarkan Annual Report 2025, Aramco memiliki jaringan operasi di lebih dari 50 negara melalui anak perusahaan, perusahaan afiliasi,, ditambah lagi dengan usaha patungan…

Selain memproduksi minyak mentah, Aramco memiliki jaringan pengilangan yang tersebar di sejumlah negara..

Melemahnya kinerja Aramco terutama dipengaruhi penurunan harga minyak mentah serta produk pengilangan. Selain itu, kimia..

Dari daftar lokasi operasi global yang dihimpun, terdapat 56 negara. Tak hanya itu, wilayah yang tersebar di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Oseania turut berperan penting..

Bisnis Saudi Aramco tidak hanya berpusat di Arab Saudi.

Lima kilang dimiliki sepenuhnya oleh Aramco, sementara empat lainnya dimiliki bersama mitra usaha..

Jakarta, Equityworld Futures – Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, kembali menjadi sorotan setelah kantor pusatnya di Dhahran menjadi sasaran serangan rudal balistik pada Selasa (13/10/2026) malam waktu setempat..

Angka tersebut merupakan rata-rata produksi harian selama enam bulan pertama 2026, se, ditambah lagi dengan gkan data 2024 dan 2025 mencakup satu tahun penuh…

Namun, setelah mencapai puncaknya, pendapatan. Tak hanya itu, laba bersih perusahaan terus mengalami penurunan selama tiga tahun berikutnya. turut berperan penting..

// .

Perusahaan memiliki sembilan kilang di Arab Saudi dengan total kapasitas pengolahan minyak mentah mencapai 3,35 juta barel per hari.

Besarnya bisnis Aramco juga terlihat dari pendapatan perusahaan yang mencapai ratusan miliar dolar AS setiap tahunnya..

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut..

Kapasitas pengilangan bruto (gross refining capacity) Aramco secara global mencapai 7,8 juta barel per hari pada 2025, meningkat dari 7,7 juta barel per hari pada tahun sebelumnya..

Angka tersebut melonjak menjadi US$359,18 miliar pada 2021, sebelum kembali meningkat menjadi US$535,19 miliar pada 2022..

Sementara itu, Saudi Aramco beroperasi di lebih dari 50 negara melalui jaringan anak usaha, afiliasi,. Di samping itu, perusahaan patungan juga perlu diperhatikan..

// .

// .

// .

Di tengah besarnya bisnis Aramco. Di samping itu, pentingnya posisi Arab Saudi dalam pasokan minyak dunia, serangan terbaru terhadap fasilitas perusahaan kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di kawasan tersebut. juga perlu diperhatikan..

Dari kelima jenis tersebut, Arabian Super Light, Arabian Extra Light,, ditambah lagi dengan Arabian Light menyumbang sekitar 70% dari total produksi minyak mentah Aramco pada 2025, meningkat dari 68% pada tahun sebelumnya…

Namun, setelah melalui negosiasi selama beberapa tahun, kerja sama Aramco sekaligus Pertamina dalam proyek tersebut berakhir pada 2020..

Kerja sama yang dirintis sejak 2016 itu bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Cilacap dari sekitar 348.000 menjadi 400.000 barel per hari..

Dari jaringan pengilangan tersebut, Arab Saudi menjadi negara dengan jumlah kilang terbanyak yang dicantumkan dalam laporan Aramco..

Per akhir 2025, kapasitas pengilangan globalnya secara gross mencapai 7,8 juta barel per hari..

Penurunan juga terjadi pada laba bersih perusahaan yang menyusut dari US$ 106,25 miliar pada 2024 menjadi US$ 93,39 miliar pada 2025 atau turun sekitar 12,1% secara year on year..

Rata-rata produksi hidrokarbon cair (total liquids) Aramco mencapai 10,68 juta barel per hari, naik sekitar 3,8% dari 10,29 juta barel per hari pada 2024..

Perkembangan terkait Aramco, Mesin Uang Arab Saudi: Sekaya Apa Sampai Jadi Sasaran Musuh? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By