Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ekonomi Iran di Ambang Kehancuran: Inflasi Tembus 90%, Rial Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Berdasarkan perkiraan perusahaan data Kpler yang dikutip dalam laporan tersebut, stok minyak Iran di luar wilayah blokade kini hanya sekitar 10 juta barel, jauh lebih rendah dibandingkan lebih dari 120 juta barel sebelum perang..
Dampaknya langsung terasa pada tekanan harga di Iran.
Peribahasa tersebut menggambarkan bahwa hasil akhir baru bisa dinilai ketika seluruh proses telah berlangsung..
Meski menghadapi tekanan ekonomi yang sangat berat, belum ada kepastian bahwa pemerintah Iran akan menyerah..
Padahal, harga obat di negara tersebut sudah naik sekitar 150% sepanjang tahun ini..
Jakarta, CNBC Indonesia – Perekonomian Iran semakin terpuruk setelah delapan bulan menghadapi perang. Tak hanya itu, tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS). turut berperan penting..
Namun, sepanjang Januari-Agustus 2026, nilai impor barang nonmigas China dari Iran hanya mencapai US$746 juta.
Nilai rial terus merosot terhadap dolar AS. Tak hanya itu, mencapai level yang sangat rendah turut berperan penting..
Tekanan ekonomi yang semakin berat membuat pemerintah Iran berusaha mencari jalan keluar melalui diplomasi..
Persoalan perdagangan Iran ternyata tidak berhenti pada minyak.
Penyebab utamanya adalah gaji mereka kini hanya bernilai sekitar US0 per bulan.,. Akibatnya, Asosiasi perawat Iran mengungkapkan sebagian anggotanya memilih berhenti bekerja terjadi…
Namun, dibutuhkan sekitar 2.800 gerbong tangki untuk mengangkut minyak sebanyak muatan satu kapal tanker besar..
Di tengah situasi tersebut, Desember berpotensi menjadi periode penting.
Ketika nilai mata uangnya terus terdepresiasi, pemerintah maupun perusahaan Iran harus mengeluarkan lebih banyak rial untuk membeli barang dengan harga dolar yang sama..
Posisi tersebut jauh lebih lemah dibandingkan pada awal 2026, ketika kurs rial masih berada di level 762.100 per dolar AS..
“Anak ayam dihitung pada akhir musim gugur,” ujar Hemmati, sebagaimana dikutip dari The Economist..
Apalagi, Iran dilaporkan meningkatkan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz, dengan sedikitnya sepuluh serangan dalam dua pekan terakhir..
Jika tidak ada tambahan pasokan, persediaan tersebut diperkirakan akan habis dalam hitungan pekan.
Iran sebenarnya berusaha mencari jalur perdagangan lain melalui perbatasan darat, ditambah lagi dengan Laut Kaspia..
Bank Sentral Iran sebenarnya telah berusaha meredam tekanan dengan menyuntikkan valuta asing senilai US$2 miliar ke pasar pada September lalu. .
Artinya, nilai rial telah merosot sekitar 56,90% terhadap dolar AS..
Penolakan tersebut membuat peluang berakhirnya konflik masih belum jelas.
Bahkan pada 2020, ketika pemerintahan Donald Trump menjalankan kebijakan tekanan maksimum. Selain itu, dunia dilanda pandemi Covid-19, Iran masih menjual lebih dari 440.000 barel minyak per hari…
// .
Kondisi ini membuat pemasukan negara menyusut, sementara harga makanan, obat-obatan,. Selain itu, kebutuhan lainnya terus meningkat…
Musim gugur akan berakhir pada 21 Desember.
Salah satu gambaran paling jelas dari memburuknya ekonomi Iran terlihat pada pergerakan mata uangnya, rial..
// .
Dampaknya, kegiatan pemuatan minyak mentah baru untuk ekspor dari Iran turun hingga nol pada periode september. Tak hanya itu, menjadi pertama kalinya sejak 1979. turut berperan penting..
Situasi tersebut membuat Iran harus menghadapi salah satu krisis ekonomi terberat dalam sejarahnya.
Tawaran tersebut lebih cepat dibandingkan kesepakatan sebelumnya yang memberikan waktu 30 hari..
AS telah mengerahkan kapal perang untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Tak hanya itu, dilaporkan telah melumpuhkan atau menenggelamkan sedikitnya delapan kapal tanker minyak sepanjang September. turut berperan penting..
Meski demikian, Iran masih bisa menjual minyak kepada China menggunakan persediaan yang sebelumnya disimpan di kapal-kapal tanker di luar wilayah blokade, terutama di kawasan Asia..
Kondisi di pasar bebas bahkan memperlihatkan tekanan yang jauh lebih besar.
Kondisi ini terjadi ketika perang membuat pemasukan devisa Iran semakin terbatas, sementara kebutuhan terhadap mata uang asing tetap tinggi..
Masalahnya, Iran kini tidak hanya kesulitan menjual minyak ke luar negeri,. Akan tetapi juga semakin sulit mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat tidak boleh diabaikan..
Blokade yang dilakukan AS pun mulai menunjukkan hasil dalam melemahkan perekonomian Iran.
Dalam dua pekan setelah sanksi berlaku pada 23 September, aktivitas penerbangan internasional Iran merosot dari 989 menjadi hanya 153 kedatangan. Selain itu, keberangkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya…
Kondisi tersebut kemudian mendorong harga barang di dalam negeri semakin mahal..
Penurunan terjadi pada berbagai barang industri.
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati sendiri pernah menanggapi prediksi bahwa ekonomi negaranya akan segera runtuh dengan sebuah peribahasa Persia..
Kurs rial dilaporkan sudah mencapai sekitar 2,7 juta per dolar AS dikutip dari The Economist..
Iran bahkan mencoba mengirim minyak ke China menggunakan kereta api.
Namun, tekanan yang semakin besar belum membuat pemerintah Iran bersedia mengakhiri perang ataupun memenuhi tuntutan Washington..
Penyebab utamanya adalah tunjangan mereka tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup.,. Akibatnya, Sejumlah pensiunan bahkan menggelar demonstrasi terjadi…
Saat itulah kondisi ekonomi Iran mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai seberapa jauh negara tersebut mampu bertahan menghadapi tekanan AS..
Sebelumnya, Iran masih mampu mempertahankan penjualan minyak meskipun menghadapi sanksi ekonomi..
Sementara itu, jumlah rial yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar AS meningkat sekitar 132%..
Meski Langkah tersebut sempat memperlambat kejatuhan rial,, namun belum mampu membuat mata uang Iran kembali menguat secara berkelanjutan. tetap penting..
Mata uangnya terus jatuh, harga kebutuhan sehari-hari melonjak tajam, sementara ekspor minyak yang selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan utama harus terhenti akibat blokade yang dilakukan oleh AS. .
Ekspor barang nonmigas ke China, salah satu mitra dagang terbesarnya, juga merosot tajam..
Dalam kondisi normal, China biasanya membeli produk nonmigas Iran senilai lebih dari US$4 miliar setiap tahun, mulai dari plastik hingga kacang pistachio..
Pada September 2026, inflasi tahunan Iran mencapai 90%, level tertinggi sejak Perang Dunia II..
Namun, upaya tersebut belum mampu menggantikan pengiriman melalui pelabuhan di Teluk Persia..
Truk pengangkut barang harus mengantre selama berhari-hari di perbatasan, sementara kapasitas pelabuhan, ditambah lagi dengan kapal di Laut Kaspia masih terbatas…
Bahkan, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei dilaporkan telah memperingatkan rekan-rekannya bahwa negaranya se. Selain itu, g menghadapi salah satu periode tersulit dalam sejarah…
Kenaikan yang lebih parah terjadi pada minyak goreng, telur,. Di samping itu, beras yang harganya melambung lebih dari 200%. juga perlu diperhatikan..
Lonjakan harga tersebut membuat daya beli masyarakat semakin tertekan.
Berdasarkan data Bea Cukai China, nilai ekspor aluminium Iran ke China anjlok 96% sepanjang Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2024..
Alasannya adalah sekitar 60% impor produk medis Iran masuk melalui jalur udara. Akibatnya, Kondisi ini turut mengancam pasokan obat-obatan…
Persediaan minyak Iran terus menipis, sementara pembayaran terakhir dari sebagian penjualan sebelumnya diperkirakan akan diterima pada bulan tersebut..
Bahkan, tekanan yang terjadi saat ini jauh lebih besar dibandingkan ketika Iran menghadapi berbagai sanksi ekonomi yang dilakukan AS pada periode-periode sebelum ini. .
Walaupun Pembayaran dari penjualan minyak sebelumnya mungkin masih masuk hingga Desember,, setelah itu pemasukan Iran berisiko semakin menyusut. masih menjadi prioritas..
Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Kamis (8/10/2026), kurs rial Iran tercatat terparkir di posisi 1.768.000 rial per dolar AS..
Tekanan terhadap ekonomi Iran semakin berat setelah AS memperketat blokade terhadap jalur pengiriman minyaknya..
Jumlah tersebut turun 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tak hanya itu, anjlok 74% dibandingkan 2024. turut berperan penting..
Ekspor besi. Tak hanya itu, baja turun 84%, bahan kimia organik 80%, bijih mineral 71%, serta produk plastik 70%. turut berperan penting..
Tekanan perdagangan juga meluas ke sektor penerbangan setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan asing yang melayani pesawat Iran..
Hal ini disebabkan oleh Iran masih membutuhkan berbagai barang dari luar negeri, akibatnya Pelemahan rial menjadi persoalan serius..
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan pejabat AS saat Si sekaligus g Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu…
Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila AS memenuhi sejumlah persyaratan.
Harga makanan. Tak hanya itu, transportasi bahkan melonjak lebih dari 115% dibandingkan setahun sebelumnya, sementara harga pakaian naik 97% turut berperan penting..
Perkembangan terkait Ekonomi Iran di Ambang Kehancuran: Inflasi Tembus 90%, Rial Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Mendag Yakin Ekspor ke AS Naik Setelah Perjanjian Dagang | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Respons Pemerintah soal Tambahan Tarif Impor Baru ke AS