Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia ‘Menang’ Lawan Dolar AS, Rupiah Ikut Menguat Tipis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini menunjukkan koreksi terbatas terhadap kekuatan dolar yang sebelumnya sudah cukup tinggi.
Meski demikian, risalah tersebut belum banyak mengubah ekspektasi pasar terhadap pertemuan The Fed akhir bulan ini.
Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,11% ke level 102,142..
Mengutip Reuters, DXY berada di kisaran 102,23 setelah menguat 0,3% pada perdagangan Rabu..
Hanya peso Filipina yang masih bergerak melemah..
Risalah tersebut memperlihatkan sebagian besar pembuat kebijakan masih menilai pengetatan lanjutan sebagai langkah yang tepat, sementara hampir seluruh peserta melihat risiko inflasi masih condong ke atas..
Dengan DXY masih berada dekat level puncak dalam 18 bulan, perhatian pasar selanjutnya tetap tertuju pada perkembangan inflasi AS. Tak hanya itu, sinyal kebijakan The Fed untuk menilai apakah penguatan dolar masih berlanjut dalam beberapa sesi ke depan. turut berperan penting..
Rupiah. Selain itu, dolar Taiwan sama-sama mencatat penguatan 0,01%, masing-masing ke level Rp17.870/US$ dan TWD31,847/US$…
Yuan China menguat 0,03% ke CNY6,7028/US$, diikuti dolar Singapura yang naik 0,02% ke SGD1,2793/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
Baht Thailand menguat 0,06% ke THB33,6/US$, sementara dong Vietnam. Selain itu, ringgit Malaysia masing-masing terapresiasi 0,05% ke VND25.975/US$ dan MYR4,084/US$…
Kekuatan greenback masih ditopang oleh risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang menunjukkan nada kebijakan relatif hawkish.
// .
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan yang berakhir 28 Oktober masih berada di sekitar 19%..
Di sisi lain, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang yang melemah dengan depresiasi 0,01% ke PHP62,677/US$..
Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,13% ke JPY157,83/US$..
“Risalah FOMC memperkuat nada hawkish yang menyertai kenaikan suku bunga The Fed pada September, dengan sebagian besar peserta masih menilai pengetatan lebih lanjut sebagai langkah yang tepat. Selain itu, hampir seluruhnya melihat risiko inflasi masih condong ke atas,” tulis analis Westpac, dikutip dari Reuters…
Pelemahan indeks dolar memberi ruang bagi hampir seluruh mata uang kawasan untuk bergerak di zona hijau pada pagi ini..
Meski terkoreksi pada perdagangan Asia pagi ini, dolar masih bertahan dekat level tertinggi dalam sekitar 18 bulan.
Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar dengan apresiasi 0,15% ke KRW1.337,1/US$.
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, sembilan dari 10 mata uang Asia yang dipantau mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia ‘Menang’ Lawan Dolar AS, Rupiah Ikut Menguat Tipis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Emas Terhadap Perang Israel Hamas
- Equity World Futures Surabaya – Inflasi AS, Kebijakan The Fed & Ketegangan AS–Iran Dorong Harga Naik