0 0
Read Time:4 Minute, 25 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ramai-Ramai Mata Uang Negara Kaya Betumbangan, Waspada! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Artinya, franc bergerak di sekitar posisi terlemahnya terhadap dolar AS dalam lebih dari satu tahun..

Harga gas acuan Eropa pada awal September bahkan sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2022..

Namun, ekspektasi tersebut sedikit mereda setelah Presiden The Fed New York John Williams mengatakan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga..

Tekanan pada franc salah satunya datang terjadi karena investor mulai mencari mata uang berbunga rendah selain yen untuk men. Selain itu, ai transaksi carry trade…

Dalam strategi ini, investor meminjam mata uang dengan bunga rendah untuk kemudian menempatkan. Tak hanya itu, anya pada aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. turut berperan penting..

// .

Sepanjang 2026, mayoritas mata uang utama dunia melemah terhadap greenback, bahkan beberapa di antaranya sudah berada di sekitar level terendah dalam berbulan-bulan..

Kekuatan dolar AS sepanjang tahun tidak lepas dari kondisi ekonomi AS yang masih cukup kuat. Di samping itu, suku bunga yang kembali naik. juga perlu diperhatikan..

“Ekonomi AS masih berjalan panas, Eropa tertinggal dalam perlombaan AI global, sementara pasokan energi. Tak hanya itu, politik Prancis tetap menjadi kekhawatiran besar bagi euro,” ujar Brent Donnelly, president of foreign exchange trading Spectra Markets, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..

Pergerakan tersebut didukung oleh perubahan arah kebijakan Bank of Japan (BOJ), kenaikan suku bunga Jepang, serta intervensi bersama AS-Jepang pada Juli sekaligus Agustus untuk menahan pelemahan yen…

Kekuatan dolar AS juga terlihat dari indeks dolar AS atau DXY.

Yen masih menguat tipis 0,07% terhadap dolar AS sepanjang 2026.

Mata uang Inggris tersebut sempat menyentuh level terendah dalam tiga bulan..

Data yang kembali kuat dapat memperbesar peluang The Federal Reserve/The Fed menaikkan suku bunga lagi. Di samping itu, memberi tambahan tenaga bagi dolar AS. juga perlu diperhatikan..

Dolar Kanada turun 3,41% sekaligus poundsterling terdepresiasi 1,79%…

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober kemudian turun menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya 71%..

Salah satu penyebabnya adalah kondisi ekonomi AS yang masih relatif kuat, sementara Eropa menghadapi sejumlah persoalan mulai dari harga energi hingga tekanan fiskal sekaligus politik…

Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), euro sempat jatuh ke US$1,1312 hingga menjadi level terendah sejak Mei 2025..

Tekanan terhadap euro semakin terlihat menjelang akhir September.

Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya dari enam mata uang tersebut yang masih menguat.

Yen naik tipis 0,07% terhadap dolar AS sejak awal tahun..

Franc Swiss yang biasanya dicari ketika pasar se, ditambah lagi dengan g bergejolak juga tidak mampu melawan penguatan dolar AS…

Dolar AS bahkan mencetak kenaikan bulanan terbesar terhadap euro dalam sekitar 14 bulan.

Mata uang tersebut melemah 8,59% terhadap dolar AS sepanjang 2026, dengan kurs USD/SEK berada di level 9,9854..

Indeks yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tersebut sudah menguat sekitar 3% secara year-to-date (YTD)..

Bahkan sepanjang September, dolar AS tercatat melemah sekitar 1,5% terhadap yen..

Hanya yen Jepang yang masih mampu mencatat penguatan tipis..

Pasar masih mencermati persoalan utang. Selain itu, kebuntuan politik menjelang pemilihan presiden tahun depan..

Merujuk data Refinitiv hingga penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026), dari enam mata uang utama yang dipantau, sebanyak lima mata uang melemah terhadap dolar AS sejak awal tahun.

Franc Swiss menyusul dengan pelemahan 5,19%, se, ditambah lagi dengan gkan euro melemah 3,45%..

Di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang utama dunia, yen Jepang menjadi pengecualian..

Dolar sempat menyentuh CHF0,8358 pada perdagangan Selasa, level tertinggi terhadap franc dalam sekitar 16,5 bulan.

Selisih imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dengan Jerman bahkan melebar hingga lebih dari 115 basis poin, terbesar sejak 2012..

Pasar kini menunggu data inflasi inti Personal Consumption Expenditures atau core PCE, serta laporan tenaga kerja AS pada Jumat.

Tekanan paling besar dialami krona Swedia.

Dengan DXY yang sudah naik sekitar 3% sepanjang 2026. Tak hanya itu, lima dari enam mata uang utama dunia masih tertekan, arah suku bunga AS akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah dominasi dolar berlanjut atau mata uang dunia mulai mendapatkan ruang untuk berbalik menguat. turut berperan penting..

Sepanjang September, greenback telah menguat hampir 2,5% terhadap mata uang Eropa tersebut..

Serangkaian peringatan dari otoritas kedua negara juga membuat pelaku pasar lebih berhati-hati untuk kembali menjual yen secara agresif..

Jakarta, Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kekuatannya di pasar valuta global.

Perkembangan terkait Ramai-Ramai Mata Uang Negara Kaya Betumbangan, Waspada! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By