Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won-Yuan Melemah, Rupiah-Yen Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Investor kini menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus pada Rabu, disusul laporan nonfarm payrolls September pada Jumat, untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve..
Rupiah menyusul setelah menguat 0,42% ke level Rp17.885/US$..
Dolar Taiwan terkoreksi 0,07% ke TWD 31,84/US$, sementara yuan China, ditambah lagi dengan dong Vietnam masing-masing melemah tipis 0,02% dan 0,01%…
Ringgit Malaysia melengkapi deretan mata uang di zona hijau dengan penguatan tipis 0,01% ke MYR 4,077/US$..
Pelaku pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sekitar 52%, turun dari 70% sehari sebelumnya, setelah komentar sejumlah pejabat bank sentral AS..
Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 0,19% ke PHP 62,566/US$..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini berlangsung di tengah dolar AS yang bergerak terbatas.
Baht Thailand turut menguat 0,09% ke THB 33,51/US$, diikuti dolar Singapura yang naik 0,02% ke SGD 1,2774/US$.
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, lima mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, sementara lima lainnya melemah..
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah terdepresiasi 0,26% ke KRW 1.355,2/US$.
Meski bergerak turun pagi ini, dolar AS sebelumnya ditutup menguat 0,2% ke level 101,40 sekaligus menyentuh posisi tertinggi sejak 28 Juli..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya mulai berkurang.
Penguatan sekaligus pelemahan terbagi merata di antara 10 mata uang kawasan yang dipantau…
// .
“Selisih suku bunga yang semakin lebar tengah mendominasi pasar valuta sekaligus mendorong penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang utama,” ujar Karl Schamotta, Chief Market Strategist Corpay, dikutip dari Reuters…
Penguatan greenback ditopang oleh imbal hasil Treasury AS yang masih tinggi, dengan yield tenor 10 tahun bertahan di atas 5% setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2007..
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, indeks dolar AS (DXY) melemah tipis 0,02% ke level 101,351..
Yen Jepang mencatat penguatan terbesar pagi ini dengan apresiasi 0,53% ke posisi JPY 156,43/US$.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won-Yuan Melemah, Rupiah-Yen Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Dampak Aktivitas Commodity Trading Advisor (CTA) Pada Pasar Emas
- Equityworld Futures Surabaya | Panas Mendidih “Gulung” Eropa, Korban Berjatuhan-Bukan Kali Pertama