0 0
Read Time:4 Minute, 22 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Babak Baru Pasar Minyak Dunia: Arab Saudi Hidupkan Lagi Ras Tanura yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kenaikan ekspor tersebut berasal dari beberapa jalur.

Irak melalui SOMO serta Qatar mulai menawarkan minyak ke pasar, mengikuti langkah Kuwait. Di samping itu, Uni Emirat Arab juga perlu diperhatikan..

Selama penutupan itu, ekspor minyak Saudi dialihkan ke pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Volume ekspornya bahkan melampaui 600 ribu ton sepanjang Juni, tertinggi sejak jalur itu mulai digunakan pada Maret.

Di sisi lain, ekspor Iran masih bergerak terbatas.

Pemulihan juga mulai terlihat pada perdagangan fuel oil di kawasan Timur Tengah..

Perubahan itu terlihat dari kembali beroperasinya pelabuhan utama Arab Saudi, meningkatnya pengiriman fuel oil, hingga semakin banyak kapal tanker yang kembali melintasi Selat Hormuz..

Jalur tersebut dipilih terjadi karena tidak melewati Selat Hormuz yang sempat diblokade Iran selama konflik berlangsung..

Arus kapal tanker yang kembali melintasi Selat Hormuz ikut memperkuat pasokan global.

Data LSEG yang dikutip Reuters memperlihatkan dua kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik Bahri se, ditambah lagi dengan g melakukan pemuatan, sementara satu kapal lainnya menunggu giliran..

Data LSEG memperlihatkan ekspor minyak mentah Arab Saudi turun menjadi sekitar 4 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, dari lebih dari 7 juta barel per hari pada Februari..

Suriah muncul sebagai titik ekspor terbesar setelah menjadi jalur alternatif bagi fuel oil Irak, sementara Arab Saudi sekaligus Oman meningkatkan pengiriman dari pelabuhan yang tidak bergantung pada Selat Hormuz…

Kilang domestik terbesar Arab Saudi berkapasitas 550 ribu barel per hari juga berada di kawasan tersebut.

Angka tersebut naik lebih dari 20% dibandingkan Mei.

Produksi yang sebelumnya berhenti di kawasan Teluk turun menjadi 9,6 juta barel per hari pada pertengahan Juni, dari 11,7 juta barel per hari tiga pekan sebelumnya.

Lembaga tersebut memperkirakan pemulihan pasokan kawasan Teluk akan berlanjut hingga kembali normal pada akhir tahun..

Sebelum perang, pasokan kawasan didominasi Irak, Kuwait, Iran, sekaligus Uni Emirat Arab..

Data Kpler, ditambah lagi dengan LSEG memperkirakan ekspor fuel oil mencapai sekitar 2,4 juta ton atau sekitar 508 ribu barel per hari sepanjang Juni..

Fokus pelaku pasar kini bergeser dari ancaman gangguan pasokan menuju laju pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk..

Saudi Aramco pada Jumat (26/6/2026) kembali memuat minyak mentah di terminal Ras Tanura setelah hampir empat bulan berhenti beroperasi.

Reuters mencatat volume ekspor pada Juni diperkirakan melampaui 300 ribu ton, tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Data pelayaran juga memperlihatkan dua VLCC kosong, Natsumi. Selain itu, Halti, memasuki Teluk Persia untuk memuat minyak Iran…

Meski demikian, volumenya masih jauh dari kondisi sebelum perang ketika ekspor kawasan ini berkisar 5,5 juta hingga 6 juta ton setiap bulan..

Ketika jalur tersebut terganggu, jutaan barel fuel oil diangkut menggunakan truk menuju Suriah sebelum kembali diekspor melalui Baniyas..

Reuters melaporkan pengiriman minyak melalui jalur itu telah mencapai level tertinggi sejak konflik pecah.

Satu VLCC mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah..

Amerika Serikat memang memberikan kelonggaran sanksi selama 60 hari,. Akan tetapi transaksi pembayaran, ditambah lagi dengan layanan perbankan masih menjadi hambatan bagi perdagangan minyak negara tersebut.. tidak boleh diabaikan..

Arab Saudi juga memperbesar pengiriman fuel oil dari Yanbu.

Rystad Energy memperkirakan sekitar 2 juta barel produksi minyak per hari telah kembali ke pasar hanya dalam tiga pekan terakhir.

Irak memperbesar pengiriman melalui pelabuhan Baniyas di Suriah.

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda, sementara ekspor dari sejumlah produsen utama terus bertambah..

Sebelum perang, ekspor fuel oil Irak umumnya dikirim dari Pelabuhan Khor al-Zubair menuju Asia melalui Selat Hormuz.

Sebelum perang pecah, pelabuhan ini rutin mengekspor lebih dari 5 juta barel minyak mentah per hari.

Ras Tanura memiliki posisi penting dalam perdagangan energi dunia..

Oman ikut meningkatkan ekspor hingga mendekati 300 ribu ton, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun..

Aktivitas di Ras Tanura dihentikan sejak Maret sebagai langkah antisipasi ketika konflik membuat kapal-kapal tidak dapat berlayar normal melalui Selat Hormuz..

Tambahan pasokan ini menjadi salah satu faktor yang membebani harga minyak dunia.

Konflik turut mengubah peta ekspor HSFO di Timur Tengah.

Jakarta, Equityworld Futures – Pasar minyak memasuki babak baru setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.

Meski risiko keamanan di Selat Hormuz belum sepenuhnya hilang setelah a sekaligus ya laporan dugaan serangan terhadap kapal dagang pada Kamis, perhatian pasar kini lebih banyak tertuju pada derasnya pasokan minyak yang kembali memasuki perdagangan global…

Perkembangan terkait Babak Baru Pasar Minyak Dunia: Arab Saudi Hidupkan Lagi Ras Tanura akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By