Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas dan Perak Tersungkur, Bandar Takut The Fed yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Faktor-faktor bearish tersebut menekan logam mulia,” kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, dikutip dari Refinitiv..
Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain..
Emas secara tradisional dipan sekaligus g sebagai lindung nilai terhadap inflasi..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas turun sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed)..
// .
Pelemahan ini memutus tren positifnya yang menguat dua hari beruntun..
Pelemahan ini memutus tren positifnya yang menguat dua hari beruntun..
Kondisi ini telah mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan pada Jumat.
Analis TD Securities memperkirakan pelemahan jangka pendek di pasar logam mulia akan terbatas, terutama akibat aksi jual dari Commodity Trading Advisor (CTA).
Kondisi tersebut membuat harga emas kini turun 17% dari level tertingginya pada 27 Februari..
Pada hari ini, Selasa (22/9/2026) pukul 05.41 WIB, harga emas menguat 0,21% ke US$ 4352,13 per troy ons.
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Minggu bahwa inflasi masih terlalu tinggi di seluruh sektor ekonomi AS, bukan hanya akibat kenaikan harga minyak..
Oleh sebab itu,. menjadi konsekuensi dari Namun demikian,, daya tariknya berkurang ketika suku bunga tinggi. tetap menjadi kenyataan meskipun Alasannya adalah investor dapat memperoleh imbal hasil dari aset berbasis bunga…
Sementara itu, harga perakΒ pada perdagangan Senin (21/9/2026) ditutup di posisi US$ 66,03.
Pada hari ini, Selasa (22/9/2026) pukul 05.41 WIB, harga perak menguat 0,1% ke US$ 66,1 per troy ons.
“Kami melihat masih ada kekhawatiran di kalangan investor bullish mengenai kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Mereka menilai pelemahan tersebut justru semakin berpotensi menjadi kesempatan untuk membeli emas..
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (21/9/2026) ditutup di posisi US$ 4342,96.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 88%..
Ekspektasi kenaikan suku bunga mendorong dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke 100,395.
Perang AS-Israel dengan Iran telah mendorong harga energi naik, meningkatkan kekhawatiran inflasi. Selain itu, memperkuat sikap kebijakan moneter ketat bank-bank sentral..
// .
Perkembangan terkait Harga Emas dan Perak Tersungkur, Bandar Takut The Fed akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Futures Surabaya β Harga Minyak Mentah Dunia Melemah di Tengah Kelanjutan Negosiasi AS-Iran
- Equityworld Futures Surabaya | Prediksi Analis soal Nilai Tukar Rupiah Esok Hari