Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait BI Rate Ditahan atau Naik? Rupiah dan The Fed Jadi Penentu yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jika proyeksi mayoritas terwujud, BI akan menahan bunga dalam tiga pertemuan beruntun.
Menurutnya, BI masih dapat mendukung pertumbuhan melalui kebijakan lain sambil mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas..
Dengan demikian, inflasi yang masih dalam sasaran menjadi dasar bagi mayoritas responden untuk memperkirakan BI menahan bunga.
Meski demikian, posisi inflasi sudah lebih dekat ke batas atas sasaran BI.
Ekonom Bank Maybank Indonesia Juniman menilai perhatian utama BI saat ini masih tertuju pada stabilitas pasar keuangan, terutama nilai tukar rupiah..
BI perlu melihat apakah tekanan tersebut hanya terjadi sementara setelah keputusan The Fed atau terus berlanjut..
Perkembangan inflasi domestik menjadi salah satu alasan BI diperkirakan belum kembali menaikkan suku bunga..
Inflasi yang masih berada dalam sasaran memberi ruang bagi BI untuk mempertahankan bunga, meski rupiah kembali tertekan setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga..
Namun, Josua menilai kenaikan suku bunga The Fed kali ini sudah masuk dalam perhitungan BI..
Hasil polling Equityworld Futures terhadap 11 institusi, ditambah lagi dengan lembaga menunjukkan mayoritas responden memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75%…
Mata uang Garuda sempat menunjukkan pemulihan sepanjang Agustus 2026 dengan menguat 1,56% terhadap dolar AS.
// .
“BI harus membedakan gejolak sementara dengan perubahan yang menetap,” kata Josua..
“Kenaikan 25 basis poin Bank Sentral AS pada September pada dasarnya telah diantisipasi oleh kenaikan BI-Rate Mei-Juni,” ujarnya..
Penguatan tersebut berlanjut hingga rupiah menyentuh Rp17.495/US$, posisi terkuatnya sejak Mei 2026..
Sementara itu, inflasi inti berada di level 2,92% secara tahunan..
Jika inflasi masih memberi ruang untuk menunggu, pergerakan rupiah justru membuat keputusan BI kali ini lebih sulit..
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menilai manfaat kenaikan bunga tambahan pada September perlu ditimbang dengan dampaknya terhadap perekonomian..
Karena itu, pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir belum tentu harus langsung dijawab dengan kenaikan BI Rate.
Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.825/US$ pada perdagangan Senin (21/9/2026).
Jakarta, Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 22-23 September 2026.
Kenaikan tambahan pada September berpotensi membuat biaya kredit semakin tinggi bagi rumah tangga, ditambah lagi dengan pelaku usaha…
“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, BI melonggarkan kebijakan makroprudensial, ditambah lagi dengan meningkatkan efektivitas sistem pembayaran nasional,” kata Juniman…
// .
Secara bulanan, inflasi Agustus tercatat sebesar 0,21%.
Suku bunga yang lebih tinggi membutuhkan waktu sebelum sepenuhnya memengaruhi bunga kredit, konsumsi, sekaligus investasi…
Kenaikan kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi…
“Untuk September, manfaat tambahan dari kenaikan bunga perlu dibandingkan dengan biaya terhadap kredit, konsumsi, investasi,. Tak hanya itu, pertumbuhan,” ujar Josua kepada Equityworld Futures. turut berperan penting..
Sebanyak delapan responden memproyeksikan suku bunga akan ditahan.
// .
Bank sentral AS (The Federal Reserve /The Fed) pada Rabu (16/9/2026), resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3,75%-4,00%..
Ini merupakan kenaikan pertama suku bunga The Fed sejak 2023..
Karena itu, BI masih akan mencermati apakah pelemahan rupiah sekaligus tingginya harga minyak mulai mendorong kenaikan harga barang impor dan biaya produksi di dalam negeri…
// .
Namun, arah rupiah setelah kenaikan suku bunga The Fed akan tetap menjadi perhatian utama dalam keputusan RDG September..
Walaupun Angka ini naik dari 2,88% pada Juli,, masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus-minus 1%, atau dalam rentang 1,5%-3,5%. masih menjadi prioritas..
Bank sentral sebelumnya mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% pada RDG Juli sekaligus Agustus 2026…
Sementara itu, tiga responden lainnya memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%..
Dengan inflasi yang belum melewati batas atas sasaran, BI memiliki waktu untuk melihat dampak kenaikan bunga yang dilakukan beberapa bulan lalu.
Di tengah kondisi tersebut, BI perlu menjaga agar pelemahan rupiah tidak berlanjut. Selain itu, mengganggu stabilitas pasar keuangan domestik…
Pilihan menahan bunga juga memberi waktu bagi BI untuk melihat dampak pengetatan sebesar 100 bps yang telah dilakukan pada Mei-Juni.
Berdasarkan data Ba. Selain itu, Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19% secara tahunan..
Keputusan tersebut akan memperpanjang jeda setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps sepanjang Mei-Juni 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%.
Bunga AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset dalam dolar.
Posisi itu menunjukkan tekanan terhadap rupiah kembali muncul menjelang RDG September..
Perkembangan terkait BI Rate Ditahan atau Naik? Rupiah dan The Fed Jadi Penentu akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Siaga 1! Trump Kenakan Tarif 10% ke RI – Harga Minyak Tembus US$100
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Prospek Harga Emas Hari Ini