Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Bergerak Campur Aduk: Won Melonjak, Rupiah Justru Tumbang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Namun demikian,, keputusan tersebut belum cukup kuat mengangkat yen terjadi. tetap menjadi kenyataan meskipun Penyebab utamanya adalah terdapat dua suara berbeda yang bernada dovish sekaligus tidak ada panduan yang benar-benar tegas soal kenaikan suku bunga berikutnya., sehingga berdampak pada….
Kondisi tersebut berbeda dengan The Fed yang juga menaikkan suku bunga pekan lalu. Tak hanya itu, memberi sinyal bahwa kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan turut berperan penting..
Kondisi ini menunjukkan dolar AS masih relatif kuat setelah pekan lalu mendapat dorongan dari kenaikan suku bunga The Fed sekaligus sinyal bahwa pengetatan lanjutan masih terbuka…
“Jika BOJ tidak mengetatkan kebijakan lebih cepat daripada The Fed, selisih suku bunga AS-Jepang sekitar 275 basis poin akan terus mendukung transaksi carry trade berbasis yen,” ujar Carlos Casanova, senior Asia economist Union Bancaire Privée, dikutip dari Reuters..
Yen Jepang juga masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,06%..
Perbedaan arah ini membuat selisih suku bunga AS. Selain itu, Jepang tetap lebar…
Dong Vietnam, ditambah lagi dengan ringgit Malaysia sama-sama menguat tipis 0,02%..
Berbalik dari penguatan 0,21% di penutupan perdagangan Senin kemarin. .
Di sisi lain, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya berada di kisaran 55%..
Melansir data Refinitiv, pada pukul 09.38 WIB, sebanyak enam dari 10 mata uang Asia berhasil menguat dari greenback.
// .
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 30% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga jangka pendek ke 1,5% pada Oktober.
Ekspektasi tersebut membuat dolar AS masih mendapat penopang, meski pada pagi ini DXY bergerak melemah tipis.
BOJ memang sudah menaikkan suku bunga pada Jumat pekan lalu ke level tertinggi dalam 31 tahun.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Oleh sebab itu, pergerakan cenderung lebih terbatas. menjadi konsekuensi dari Walaupun begitu, tetap dibayangi risiko intervensi dari otoritas Jepang. masih terjadi meski Pelemahan yen terjadi di tengah pasar Jepang yang libur,..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang asia kembali bergerak beragam dalam melawan pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (22/9/2026). .
Mata uang Garuda melemah 0,34% ke posisi Rp17.885/US$..
Dolar Taiwan menyusul dengan penguatan 0,09%.
Tekanan terhadap yen juga belum sepenuhnya mereda terjadi karena selisih imbal hasil masih lebih menguntungkan dolar AS…
Pergerakan pada mata uang Asia di pagi hari ini, masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya dinamika dolar AS di pasar global. .
Oleh sebab itu, Mata uang Jepang kembali berada di bawah tekanan. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah pelaku pasar menilai Bank of Japan (BOJ) masih kesulitan mengejar sikap hawkish bank sentral global lainnya…
Sementara yuan China. Selain itu, baht Thailand bergerak stagnan terhadap dolar AS…
Sementara dua mata uang harus melemah. Di samping itu, dua sisanya bergerak stagnan. juga perlu diperhatikan..
Pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 100,395.
Dikutip dari Reuters, yen masih menjadi salah satu fokus utama pasar.
Di sisi lain, rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini.
Peso Filipina juga naik 0,07%, disusul dolar Singapura yang menguat 0,05%.
Won melonjak 1,01% ke posisi KRW 1.360,76/US$..
Perkembangan terkait Asia Bergerak Campur Aduk: Won Melonjak, Rupiah Justru Tumbang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Khofifah: Dukungan Bank Jatim ke UMKM Dorong Pemerataan Ekonomi
- Profil Calon Anggota Dewan Komisioner OJK yang Lolos Seleksi | Equityworld Futures