Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait The Fed Sudah Mengerek Suku Bunga, Apakah BI Rate Ikutan Naik? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Bunga dinaikkan menjadi 4,25% pada September, 4,75% pada Oktober, 5,25% pada November, sekaligus 5,50% pada Desember…
Itu merupakan salah satu spread paling tipis..
Batas atas Fed Funds Rate masih dipertahankan di level 3,75% hingga Agustus..
Jakarta, Equityworld Futures – Bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) resmi menaikkan suku bunga acuannya.
Pada saat yang sama, BI masih mempertahankan bunga di level 3,50%.
Namun, The Fed juga masih menaikkan bunga.
Langkah agresif itu dibutuhkan untuk menahan tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga agar dana asing tidak terus keluar dari pasar keuangan Indonesia…
Kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi secara lebih cepat menuju target Komite sebesar 2%,” tulis The Fed dalam pernyataan resminya..
Inflasi AS melonjak cukup tajam setelah kenaikan harga komoditas global akibat perang Ukrain. Selain itu, Russia, yang memaksa The Fed untuk mengakhiri era suku bunga rendah…
Kenaikan tersebut membuat spread kembali melebar menjadi 0,50 bps..
BI pun menaikkan bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada April, ketika The Fed masih mempertahankan batas atas bunga di level 5,50%..
Setelah itu, The Fed memangkas bunga lebih cepat.
BI menaikkan suku bunga sebagai langkah pre-emptive, front-loading,. Selain itu, ahead of the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik di tengah guncangan eksternal…
The Fed pada saat itu belum melakukan penyesuaian apapun.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, BI telah menaikkan bunga sebanyak 100 basis poin.
Namun, keduanya pada dasarnya bergerak hampir bersamaan terjadi karena rapat berlangsung pada hari yang sama sekaligus hanya terpisah zona waktu….
Meski sama-sama melonggarkan kebijakan, BI tetap menjaga jarak bunga yang lebar.
// .
Namun, tekanan inflasi yang belum benar-benar reda membuat The Fed kembali menginjak rem.
BI kemudian kembali memangkas bunga menjadi 3,50% pada Februari 2021.
Penyebab utamanya adalah saat itu tren bunga tinggi terjadi di dunia, terutama setelah The Fed mengerek suku bunga empat kali pada 2018 yakni pada Maret, Juni, September, ditambah lagi dengan Desember.,. Akibatnya, BI menaikkan suku bunga secara agresif terjadi….
// .
BI lebih dulu memangkas bunga sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada 18 Juli 2019.
Selama BI menunggu, jarak bunga kedua negara terus menyempit.
Sementara BI Rate berada di level 6,00%, sehingga berdampak pada jarak keduanya mencapai 350 bps. ..
Spread pun menyusut menjadi hanya tinggal 0,25 bps pada Juli-September 2023.
Arah The Fed juga sering dikaitkan dengan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Batas atas Fed Funds Rate sudah mencapai 4,50% pada akhir 2022. Akibatnya, spread dengan BI Rate tetap hanya 1 poin persentase…
BI kemudian mengadakan rapat di luar jadwal pada 9 Juni, ditambah lagi dengan kembali menaikkan bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%…
The Fed mulai menaikkan bunga pada Maret 2022.
Pada akhir 2018, batas atas Fed Funds Rate mencapai 2,50%.
BI menurunkan bunga secara bertahap dari 6,00% menjadi 4,75%.
Beberapa jam setelah keputusan tersebut, The Fed juga menurunkan bunga..
Secara waktu, BI memang mengumumkan keputusan lebih dahulu.
The Fed pun baru mengambil langkah serupa pada 31 Juli atau sekitar 13 hari kemudian..
Level tersebut dipertahankan sampai pertengahan 2022, sementara The Fed tetap menjaga batas atas bunganya di level 0,25%..
BI sebenarnya sudah memangkas bunga menjadi 4,75% pada 20 Februari 2020.
Tekanan ekonomi terus membesar, yang membuat The Fed kembali mengadakan rapat darurat pada 15 Maret, ditambah lagi dengan menurunkan batas atas Fed Funds Rate hingga menjadi hanya 0,25%…
Sepanjang 2018, BI menaikkan bunga sebanyak 175 basis poin.
Pada 18 September 2024, BI memangkas bunga menjadi 6,00%.
Batas atas Fed Funds Rate turun menjadi 4,50% pada Desember 2024, sementara BI Rate masih berada di level 6,00%..
Selisih BI Rate. Di samping itu, batas atas Fed Funds Rate bertahan di kisaran 3,25-3,50 bps. juga perlu diperhatikan..
Batas atas Fed Funds Rate yang semula berada di level 2,50% turun menjadi 1,75% pada Oktober..
Namun, ada pula saat BI mengambil langkah lebih dahulu terjadi karena tekanan terhadap rupiah maupun inflasi sudah lebih mendesak…
Namun, arah kebijakan kembali berbalik beberapa bulan kemudian..
Namun, seberapa kuat hubungan setiap perubahan suku bunga AS dengan Bi rate? .
Dalam tahun ini, BI jelas bergerak lebih dahulu atau “ahead the curve”.
Spread yang mencapai 3,25 bps pada awal 2022 tinggal 1 bps pada Juli..
Akibatnya, spread BI Rate sekaligus batas atas Fed Funds Rate melebar dari 1 bps pada April menjadi 2 bps…
Pada Maret-Mei 2020, BI Rate berada 4,25 bps di atas batas atas Fed Funds Rate..
Seluruh anggota FOMC sepakat dengan keputusan tersebut, dengan hasil pemungutan suara berakhir 12-0, tanpa satu pun anggota yang menolak. .
Perjalanan pada 2026 menjadi salah satu bagian paling menarik dalam hubungan kebijakan kedua bank sentral..
Berbeda halnya, BI tidak memangkas bunga sedalam itu dalam waktu singkat.
Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026 memutuskan untuk menaikkan Fed Fund Rates nya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4,00%. .
Setelah pemangkasan pertama, BI kembali menurunkan suku bunga secara bertahap hingga mencapai 5,00% pada Oktober 2019..
The Fed juga memangkas batas atas bunganya dari 4,50% menjadi 3,75%..
Hanya berselang sembilan hari, bunga kembali dinaikkan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%..
Jarak tersebut memberi BI ruang untuk membantu perekonomian melalui penurunan bunga tanpa mengurangi daya tarik aset rupiah secara berlebihan..
Jika melihat perjalanan sejak 2018, ada masa ketika BI baru bergerak beberapa bulan setelah The Fed.
Langkah tersebut diambil ketika rupiah tertekan, harga energi melonjak,. Di samping itu, ketidakpastian global meningkat akibat perang di Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..
Perbedaan kecepatan tersebut membuat jarak bunga kedua negara melebar.
Saat The Fed masih mempertahankan bunga, BI sudah lebih dahulu mengambil langkah besar dengan menaikkan bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026..
Memasuki 2020, pandemi Covid-19 mengubah keadaan dalam waktu singkat.
Tekanan terhadap rupiah kembali meningkat pada awal 2024.
BI memilih menurunkannya sedikit demi sedikit, dari 4,50% pada Maret menjadi 4,25% pada Juni, 4,00% pada Juli,. Di samping itu, 3,75% pada November. juga perlu diperhatikan..
Namun sayangnya, tekanan terhadap rupiah belum bisa mereda hingga tembus Rp18.000/US$. Di samping itu, pelemahan terus berlanjut juga perlu diperhatikan..
Sekitar dua pekan kemudian, The Fed menggelar rapat darurat pada 3 Maret. Tak hanya itu, memangkas bunga sebesar 50 basis poin. turut berperan penting..
Keputusan tersebut sekaligus mengubah arah kebijakan moneter AS.
Ketika bunga AS naik, BI dinilai perlu menjaga jarak suku bunga supaya aset berdenominasi rupiah tetap menarik bagi investor. .
Sepanjang 2024. Tak hanya itu, 2025, The Fed rajin memangkas bunga hingga batas atasnya turun dari 5,50% menjadi 3,75%. turut berperan penting..
Pada awal tahun, BI Rate masih berada di level 4,25%, sementara batas atas Fed Funds Rate telah mencapai 1,50%..
Fed Funds Rate mencapai 1,00% pada Mei, 1,75% pada Juni, sekaligus 2,50% pada Juli…
Setelah itu, kenaikan berlangsung cukup agresif.
Suku bunga pun dinaikkan untuk yang pertama kalinya di bawah kepemimpinan Kevin Warsh..
Setelah batas atas Fed Funds Rate naik menjadi 4,00%, jaraknya dengan BI Rate menyempit menjadi 1,75 poin persentase..
Kenaikan pertama BI terjadi hampir empat bulan sebelum The Fed, bahkan BI sudah menaikkan bunga 100 basis poin ketika The Fed baru memulai dengan kenaikan 25 basis poin..
The Fed kemudian mulai menaikkan bunga pada Maret 2018.
BI pun baru menaikkan bunga menjadi 3,75% pada Agustus, sekitar lima bulan setelah langkah pertama The Fed..
Aktivitas ekonomi terhenti secara tiba-tiba. Selain itu, membuat pasar keuangan dunia dilanda kepanikan…
The Fed baru menaikkan bunga pada 16 September 2026.
BI Rate dinaikkan menjadi 5,25% pada Juni, 5,50% pada Agustus, 5,75% pada September,. Selain itu, akhirnya 6,00% pada November…
BI belum langsung mengikuti. Di samping itu, baru menaikkan bunga pada Mei, dari 4,25% menjadi 4,75%. juga perlu diperhatikan..
Keputusan ini sejalan dengan proyeksi pelaku pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga untuk yang pertama kali sejak Juli 2023. .
BI lebih dahulu memulai siklus penurunan bunga pada periode kali ini.
// .
Kenaikan ini mesti kita cermati, lantaran pergerakan suku bunga AS dapat mempengaruhi pergerakan dolar, arus modal asing, pasar obligasi, hingga ke nilai tukar rupiah. .
Cerita berbeda terjadi pada 2019, ketika arah bank sentral mulai berbalik menjadi “dovish”..
Penyebab utamanya adalah inflasi AS masih tinggi. Di samping itu, belum bergerak cepat menuju target The Fed di 2%. ,. Akibatnya, The Fed mengambil langkah ini terjadi. juga perlu diperhatikan…
Batas atas bunga The Fed mencapai 5,50% pada Juli, se, ditambah lagi dengan gkan BI Rate masih berada di level 5,75%…
BI akhirnya menaikkan bunga menjadi 6,00% pada Oktober 2023.
Perkembangan terkait The Fed Sudah Mengerek Suku Bunga, Apakah BI Rate Ikutan Naik? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Futures Surabaya – Emas Sulit Bangkit di Tengah Kuatnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
- Equity World Trillium Surabaya – Ketegangan AS–Eropa Dorong Permintaan Safe Haven