Equity World Futures Surabaya – Harga emas kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9) dan berisiko mencetak penurunan mingguan dalam tiga pekan beruntun. Lonjakan harga minyak mentah, tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS), serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan pekan depan.
Faktor Penekan Harga Emas Hari Ini
Di pasar spot Asia pagi ini, harga emas terkoreksi 0,1% ke level US$4.312,20 per troy ons. Penurunan ini melanjutkan kemerosotan 1,8% pada sesi sebelumnya yang membawa emas ke titik terendahnya sejak awal Agustus. Secara mingguan, harga emas sudah merosot sekitar 2,7%.
Beberapa pemicu utama yang menekan harga emas antara lain:
-
Inflasi Produsen (PPI) Meningkat: Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Agustus naik 0,4% month-on-month (MoM), kenaikan tertinggi sejak Mei.
-
Lonjakan Harga Minyak Murni: Kenaikan inflasi dipicu oleh lonjakan harga energi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong minyak Brent mendekati level US$108 per barel.
-
Krisis Geopolitik Timur Tengah: Gesekan AS-Iran belum mereda, ditandai dengan serangan terhadap tanker Iran, balasan di pangkalan Jordan, serta eskalasi aktivitas Houthi di Yaman.
-
Lonjakan Yield Obligasi AS: Imbal hasil US Treasury melonjak pasca-operasional buyback US Treasury yang mencatatkan volume pembelian di bawah target, memicu ketidakpastian pasar.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
