Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah, Yen – Won Jadi Korban Dolar AS, Mata Uang Asia Hari Ini Merana yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kenaikan harga energi membuat kekhawatiran inflasi kembali meningkat.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai 92,4%.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini.
Dolar AS sempat naik 0,5% terhadap yen pada perdagangan Selasa, ketika mata uang Jepang sempat melemah melewati level 155 per dolar AS..
Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5,041% pada perdagangan Selasa waktu setempat, level tertinggi sejak 2007.
Mata uang Garuda terpantau melemah 0,23% ke posisi Rp17.720/US$..
Arah mata uang Asia pagi ini masih banyak ditentukan oleh penguatan dolar AS.
Ini adalah masa volatilitas,” ujar Juan Perez, senior director of trading Monex USA, dikutip dari Reuters..
Dengan dolar AS yang kembali menguat, tekanan terhadap mata uang Asia masih cukup besar..
Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau naik 0,09% ke posisi 99,704 atau semakin mendekatin level psikologisnya di 100. .
Jakarta, Equityworld Futures – Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) kembali membayangi pasar valuta Asia pada perdagangan Rabu (16/9/2026).
Sementara yuan China stagnan di posisi CNY 6,7113/US$..
Rupiah juga ikut tertekan dari greenback pada pagi ini, setelah mengalami pelemahan dalam empat hari perdagangan beruntun.
Harga minyak juga masih bertahan tinggi di atas US$105 per barel.
Yen Jepang juga kembali melemah sekaligus menjauh dari level tertinggi tujuh bulan..
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Kondisi ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pekan ini..
Peso naik 0,07% ke posisi PHP 62,721/US$..
Dolar Singapura turun 0,07% ke SGD 1,2732/US$, sementara dolar Taiwan melemah 0,06% ke TWD 31,834/US$..
“Anda harus siap menghadapi hal yang tidak terduga.
Itulah yang benar-benar akan memengaruhi arah mata uang,” ujar Perez..
Perez menilai, meski The Fed menaikkan suku bunga, sebagian sentimen positif untuk dolar AS kemungkinan sudah tercermin di pasar.
// .
Sementara dua mata uang menguat. Di samping itu, satu lainnya stagnan. juga perlu diperhatikan..
Won melemah 0,56% ke posisi KRW 1.369,67/US$..
Angka ini membuat kenaikan suku bunga pada pekan ini hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar..
Apakah setelah itu kami bisa memikirkan Desember, ditambah lagi dengan sisa tahun ini..
Meski demikian, pasar tetap mewaspadai potensi kejutan dari The Fed.
Kenaikan yield membuat aset berbasis dolar AS kembali lebih menarik bagi investor..
Pasar kini juga menanti keputusan Bank of Japan (BOJ).
Dolar AS bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang utama setelah lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
OCBC memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16-17 September..
Karena itu, arah dolar berikutnya akan sangat bergantung pada nada pernyataan The Fed mengenai peluang kenaikan suku bunga lanjutan..
Mayoritas mata uang kawasan melemah, seiring pasar menanti keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) malam nanti..
Situasi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed masih memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan 15-16 September 2026..
Fokus investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga,. Akan tetapi juga arah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh setelah keputusan diumumkan. tidak boleh diabaikan..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari sembilan mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS.
Yen Jepang terkoreksi 0,13% ke JPY 155,29/US$, disusul dong Vietnam yang melemah 0,10% ke VND 25.984/US$..
Kenaikan ini terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru ke Arab Saudi. Di samping itu, pembicaraan Teluk-Iran ditunda. juga perlu diperhatikan..
Baht Thailand juga bergerak positif dengan penguatan 0,03% ke THB 32,25/US$.
Perkembangan terkait Rupiah, Yen – Won Jadi Korban Dolar AS, Mata Uang Asia Hari Ini Merana akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Trump Mau Hancurkan Ekonomi Iran, Harga Minyak Ikut Terbang
- Sanurhasta Mitra Bantah Terlibat Kasus Insider Trading